Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Kawan. Maukah kalian kukisahkan?
Tentang seorang perempuan, Cina peranakan, masih perawan.
Luar biasa bukan? Di zaman ini, di umurnya yang dua puluhan, dan cantiknya yang lumayan, Lisa masih perawan.
aku gak merhatiin gayanya mas sebelumnya,
cuma disini ceritanya ada beberapa kalimat yang mencoba dibuat melalui penggambaran suasana,
bagus mas, sedih, penggambaran ketidak beranian sang pelamun, tapi kenapa....
jadi inget kata2 bapakku waktu aku udah beranjak gedhe. hi..hi..
jadilah LAKI-LAKI nak.. katanya.
aku saat itu gak mengerti apa maksudnya, tapi sekarang aku pelan2 dapat memahami maksudnya.. bapak cuman pingin anaknya kelak menjadi LAKI-LAKI yang bener2 laki2 dg segala tanggung jawab yang dia emban.. BUKAN PENGECUT.
jangan tanya bagaimana
seperti bayi yang lahir
rasa itu hadir
jangan tanya kenapa
serela adam turun surga
asal dengan hawa
jangan tanya ... lanjut baca
sejarah telah salah mencatat
hari kasih sayang tak di februari empat belas
empat hari ke belakang yang terlewat
saat itulah kasih sayang mula ditun ... lanjut baca
Begadang sebab harus
Kerjaan serupa Bondowoso
Sebelum terbit mentari
Harus usai ngetik materi
Seruput walau tak haus
Kapal api bagai jin pemban ... lanjut baca
katanya suka sama suka,
lalu kenapa akhirnya jadi tak suka?
setelah buka sama buka,
kenapa kini tutup dan tak lagi sama?
kini maki sama ma ... lanjut baca
“pat..pat..gulipat..”
dunia bulat dilipat dalam kotak
ruang-waktu seperti buntu
dipilah dalam kotak berangka
dipilih sebisa otak menerka
... lanjut baca
Aku Rasti
Janda, sebab suamiku yang gali ditembak mati
Karena mengangkang takut dikemplang Tuhan
Ya sudah saja
Aku pilih menadah
Sewa bayi diba ... lanjut baca
tatap sayu pada langit pagi ini
mendongak dengan peluh tanpa henti:
dua tahun sudah aku tak menjamahmu
bagaimana kabarmu?
sedang aku hanya ter ... lanjut baca
Kini, Nana dan Hime ada di sebuah café. Sebelumnya Nana sempat menolak diajak bicara di café. Tau sendiri kan, Nana sedang tidak punya uang sepeserp ... lanjut baca
Halilintar
Menarilah mentari
Bernyanyilah rembulan
Penuhi hati ini dengan terangmu...
Meski jauh kau pergi
Meski lama tak bersua
Senyum ini ... lanjut baca
“Iya aku tahu,” lanjut perempuan itu setelah cukup tenang, “Tapi aku tak mengerti bagaimana mengucapkannya,” Gadis itu terisak sejenak, “kam ... lanjut baca
Di sebuah dusun di pinggiran kota Cirebon, tersiarlah sebuah kisah tentang seorang penjaga Mushala, Ustad Sholeh namanya. Ia adalah kebanggaan Kyai S ... lanjut baca
Langkah mundur lelaki itu terhambat dinding di belakangnya. Dinding semen yang mengalirkan rasa dingin ke tubuhnya. Dingin itu sebenarnya datang ketik ... lanjut baca
Perawan bulan, berbinar bintang
terpikat, terpana, jatuh hati pada seorang hawa
berhati surga bersulam tawa
kesadaran sukma mencabik dada
TAKUT ... lanjut baca
Hmmmm....tak disangka, dg gaya khasnya pula, buayadayat bisa bikin cerita yg tak jenuh dan bosan menghabiskan ceritanya...
hehehehe...Sip
^_*
wuaah. .
ganti gaya nio yee..
biar cerita tetep puitis2 aja ya?
susah ninggal gaya tiu..
hehe..
kayaknya..
apa ya mas...
aku gak merhatiin gayanya mas sebelumnya,
cuma disini ceritanya ada beberapa kalimat yang mencoba dibuat melalui penggambaran suasana,
bagus mas, sedih, penggambaran ketidak beranian sang pelamun, tapi kenapa....
jadi inget kata2 bapakku waktu aku udah beranjak gedhe. hi..hi..
jadilah LAKI-LAKI nak.. katanya.
aku saat itu gak mengerti apa maksudnya, tapi sekarang aku pelan2 dapat memahami maksudnya.. bapak cuman pingin anaknya kelak menjadi LAKI-LAKI yang bener2 laki2 dg segala tanggung jawab yang dia emban.. BUKAN PENGECUT.
salam mas...
Cerita dengan pembawaan khas Mas Buaya, sangat enak untuk dinikmati kata perkatanya.
Walaupun tidak ada dialog sama sekali tetapi deskripsi tentang si Lisa ini sungguh memukau.
Saatnya kita nantikan cerita-cerita berikutnya. ^_^ hehehe
salah posting mas??? tapi emang masih ada perawan jaman sekarang??? atau cuma imajinasi doang????
cerita kasih tak sampai ternyata ada banyak yang senang mengabadikannya...
sampai saat ini aku memilih enak menikmatinya dalam 2 gaya bertutur, om dayat dan someonefromthesky. perih tapi tidak cengeng
-----------------
cheers!
Hwuahahahaha...memang tinggal bilang aja susahnya sampai jadi pelamun...mun..mun! cerita yang menarik!