Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Musim menghadirkan senja kelabu. Senja berwajah sendu. Tangis mengguyur bumi. Air mata menetes di kala senja. Muson barat berhembus menghadirkan beribu-ribu bibit senja kelabu. Datang, menumpuk, menutupi langit biru yang mulai memudar. Tumbuh menjamur pada langit sore. Senja kelabu menangis tersedu-sedu menahan pilu.
Senja masih kelabu. Kelabu yang selalu datang sore hari.
secara keseluruhan puisimu seperti hamparan senja bener2 tercipta.
tetapi mungkin karena om memang malas baca berpanjang-panjang, maka kata senja pada beberapa kalimat jadi terasa mengganggu khusuknya makna.
contoh pada kalimat ini : “Senja, jawablah apa yang kutanya. Tenang! Tak akan ada yang mendengarnya. Ini rahasia kita. Aku janji!” pintaku merajuk senja. ( kata senja yg ada di belakang ini, bukankah bisa dihilangkan?)
hehehehe om lagi KUMAT sok taunya neh. maaf yah.
wah cerita yg memetafor begitu rupa hingga aku tertatih-tatih berusaha memahami..
tanpa kutipan puisi pun, ceritamu ini sudah puisi buatku, indah dengan metafor kosa..
Sesenggukan"menggelegar' angkasa keluar dari pakem tatanan metaforamu tg halus mendayu...
Tp kalo ini lbh banyak dan merata di sekujur cerita..nampaknya akan membuat cerita ini lbh hidup..tidak monoton...
Terbayang ku pada senja kosong kelabu memandang langitku sendiri pilu hg hanya mengharap pada-Nya...
Setuju Om Jorna juga..daku mang merasa terlalu banyak kata senja..hingga lbh kerasa monoton dan kakunya...
aah, masih dengan bahasamu, yg indah membuai, dan begitu manis,, aq salut pada metafora yg digunakan di sini.. huah! sy masih banyak belajar utk menulis begini,, hehe.
wie ga tau mau komentar apa ,senja. wie menyukai senja,sehingga memberi komentar ini pun saat senja menjelma, hehehe...indah sekali senja sehabis hujan mengguyur bumi di sini...
seperti komen ku pada sendja bagian satu... salut aku!!! bisa buat cerita penuh metafor dan diksi begini... meski aku harus memeras otak *lebay mode ON*
senja selalu kelabu, jadi penulis seolah menegaskan sesuatu yang sudah jelas.
***
senja selalu muram, dan mengakhiri pertemuan dengan mata terpejam, entah mata kita atau mata senja.
cara penceritaan yang sangat apik. pasti jam terbang nulisnya udah banyak, meski baru ada 2 postingan di account ini. pendeskripsian dan dialognya begitu konsisten dan punya ciri tersendiri. bagus banget!
Aku potongkan secuil senja untukmu. Senja yang berisi matahari, semilir angin, kicau burung camar, dan deburan ombak*. Aku bungkus semuanya da ... lanjut baca
Musim menghadirkan senja kelabu. Senja berwajah sendu. Tangis mengguyur bumi. Air mata menetes di kala senja. Muson barat berhembus menghadirka ... lanjut baca
Kata orang hari jum’at hari pendek...tapi buat gw hari jum’at hari yang panjaanggg...banget. Target gw hari ini kerjaan gw harus kelar, gw nggak m ... lanjut baca
Aku potongkan secuil senja untukmu. Senja yang berisi matahari, semilir angin, kicau burung camar, dan deburan ombak*. Aku bungkus semuanya da ... lanjut baca
.......Aku mengenakan kaos lengan panjang bergaris putih, abu-abu, dan hitam. Aku bahkan belum mengganti celana panjang yang kukenakan sejak emp ... lanjut baca
Di cerita ini saya mencoba memutar-mutar alur ceritanya, dan bermain sudut pandang ganda pula!! Mungkin horrornya kurang terasa, lagipula saya mencoba ... lanjut baca
Akhirnya selesai part 3-nya. Mencoba bermain di cerita multiple plot story dan alur acak. Silahkan dinikmati, dibaca, dan mohon komentarnya. Mohon maa ... lanjut baca
Luka ini telah menganga. Jangankan perban atau pun obat merah, ludah pun sudah kering. Perjalanan ini sangat melelahkan.
Tidak seperti perjalananku ... lanjut baca
Sukirno adalah seorang Tukang Parkir. Bukan karena tak punya kemampuan apa-apa untuk menjadi seseorang yang lebih hebat. Tapi mungkin karena ia tak di ... lanjut baca
Budaya, tahta, dan kesempurnaan
Keindahan sang karya
Mengukir alam
Menjulang membangun
Menitih tangga
Mencapai suci
Keikhlasan mewujudk ... lanjut baca
.....Sudah hampir tiga jam aku duduk di salah satu kursi berwarna biru muda itu. Pakaian yang kukenakan sudah basah oleh keringat. Itu tak sepenuh ... lanjut baca
.....Pria itu mengatupkan bibirnya demikian rupa sebagai bentuk kekhawatirannya. Berkali-kali ia memindahkan ponselnya dari telinga kiri ke telinga ... lanjut baca
Assalamualaikum?
Saya sangat menikmati karya ini, walaupun saya bukan ahli dalam pembuatan karya cerita. Puisinya juga OK.
secara keseluruhan puisimu seperti hamparan senja bener2 tercipta.
tetapi mungkin karena om memang malas baca berpanjang-panjang, maka kata senja pada beberapa kalimat jadi terasa mengganggu khusuknya makna.
contoh pada kalimat ini : “Senja, jawablah apa yang kutanya. Tenang! Tak akan ada yang mendengarnya. Ini rahasia kita. Aku janji!” pintaku merajuk senja. ( kata senja yg ada di belakang ini, bukankah bisa dihilangkan?)
hehehehe om lagi KUMAT sok taunya neh. maaf yah.
TOP!!! (bagi saia ya)
ga ada komentar lagi!!
salam kenal sendja
i like ur style =)
Kalo user yg satu ini, saia masiy tetap kaget dengan kepiawaianna dalam genre berbeda. Hebat!
Memang itu bisa saja membuat perubahan besar...
lanjutkan hidupmu
ahak...hak...hak....
wew...
senja bisa dibikin jadi macem2...
keren abiz!
salam kenal!!
aku selalu suka cerita tentangmu,senja!!!
wah cerita yg memetafor begitu rupa hingga aku tertatih-tatih berusaha memahami..
tanpa kutipan puisi pun, ceritamu ini sudah puisi buatku, indah dengan metafor kosa..
Sesenggukan"menggelegar' angkasa keluar dari pakem tatanan metaforamu tg halus mendayu...
Tp kalo ini lbh banyak dan merata di sekujur cerita..nampaknya akan membuat cerita ini lbh hidup..tidak monoton...
Terbayang ku pada senja kosong kelabu memandang langitku sendiri pilu hg hanya mengharap pada-Nya...
Setuju Om Jorna juga..daku mang merasa terlalu banyak kata senja..hingga lbh kerasa monoton dan kakunya...
...yang masih tidak mau memperlihatkan jingga. bagus!
nampaknya butuh observasi nulis kek ginian ya? hebat euy!
prosa liris kah ini? ^^
aah, masih dengan bahasamu, yg indah membuai, dan begitu manis,, aq salut pada metafora yg digunakan di sini.. huah! sy masih banyak belajar utk menulis begini,, hehe.
saluut.
wie ga tau mau komentar apa ,senja. wie menyukai senja,sehingga memberi komentar ini pun saat senja menjelma, hehehe...indah sekali senja sehabis hujan mengguyur bumi di sini...
Sedikit bingung sih sama cerita ini. tapi rangkaian kata-katanya bagus.
percumalah kau bercerita tentang senja. Aku hampir belum pernah menikmati senja.
ampuh iki jez !
seperti komen ku pada sendja bagian satu... salut aku!!! bisa buat cerita penuh metafor dan diksi begini... meski aku harus memeras otak *lebay mode ON*
senja selalu kelabu, jadi penulis seolah menegaskan sesuatu yang sudah jelas.
***
senja selalu muram, dan mengakhiri pertemuan dengan mata terpejam, entah mata kita atau mata senja.
Masih tetep keren, meskipun aku lebih suka yang pertama.
Bagus karyanya B, saya suka...
ternyata pandai pula menulis prosa arek malang iki. wedew. asyik-asyik. boleh neh dilanjut sampai novel.
cara penceritaan yang sangat apik. pasti jam terbang nulisnya udah banyak, meski baru ada 2 postingan di account ini. pendeskripsian dan dialognya begitu konsisten dan punya ciri tersendiri. bagus banget!
menyenangkan, tenang, sedikit temaram, selalu dinanti untuk dinikmati.
senja..
bagus
no coment