S a j a k moyang menuntun layang kambang
Terapung pasang surut mengundang sumbang
Sejak kenang membayang putihnya mengawang
Sontak kerontang mendulang ulang kerawang
Aku menyentuh.., tlah menempuh yang tertempuh
Mengupas.., kelupas cadar ku tarik sauh menjauh
Peluk parut berpeluh.., melumpuh paruh di luruh
Trenyuh bertabuh.., menderu kayuh suluh melabuh
Rajuk angga ku pilah, rapuh penat ku pilih
Rambat hangat sempat merapat, menjalin dalih
...ehhhhhmmmmm, melagu ragu menyulih silih kasih
============
jul0708, sby
*penat (dlm) sejauh-jauh perjalanan#
-------------------------------------------------------------------------------
*..kerawang = sulaman / rajutan benang tuk pakaian
*..sulih = ganti-berganti, saring-menyaring, timbang-menimbang,...
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
well, puisi sampeyan berat banget, mbah !! can't say anything... fullffilled with sense of chaos, tapi tetep MANIS. tolong dikasih bocoran dong, bait ke-3 agak susah dimengerti. gomen...
kentara sekali mengejar rimanya kawan?
kebimbangan memilih2.. ahh bersyukurlah masih diberi kelezatan untuk memilih kawan..
Irama puisinya kedengaran begitu kental, tapi saya susah mengambil maknanya. Mungkin karena saya masih amatir kali ya.
mbah katanya udah ringan puisi2nya, ini malah tetap aja bikin mengkerut nih jidat
salam ya mbah. udah lama langit gak nyamperin...
hang heng hong
nang neng nung
dibaca sambil termenung
asyiik .... sip sip !
Mahir melipat kata. metaforanya kental mengalir. mbah yang nyus..
mbahYusss.. Mantab..
mantab bgt de mbah, no komen,
mak nyosss...,
buat orang yang pikirannya ga bisa konstan dan suka hilang dalam lamunan seperti saya, membaca puisi mbahYus jelas adalah pekerjaan yang sulit.... Walau udah diperingatkan utk membaca pelan2, tetep aja saya hilang arah di tngah bait... rasanya seperti membaca kata2 dari planet lain.... Permainan rimanya tampak sangat kuat dan tersusun, tapi buat org awam spt sy, saya merasa pusing dengan rima yang berdenyut-denyut itu (rima yang disusun per-kata rasanya berdenyut-denyut lho, spt jantung atau migrain). Tapi sy ksh nilai 8 untuk kelihaiannya memainkan kata, yang meski belum bisa diadaptasi oleh pikiran sy yg sederhana ini.
Assalamualaikum?
Kalau di puisi ini ana melihat kental bahasa melayunya, apa karna punya murid yang Orang melayu Mbah?
Memang klasik....
hayo....
kok aq ga bs ngurangi 10 ya buat Mbah Yus.. hbs emank top sich..
alunan kata yang indah,walau aku belum bisa membaca maknanya secara jelas
bytheway,aku sempat bimbang untuk apa aku bikin puisi, kalo mbah sendiri untuk apa bikin puisi?
aku menitip silih/
ketika henyak meringkih/
bianglala putih/
nanarkan letih/
maaf mbah numpang istirahatkan jiwa.
comment okky dah dwakili ma cibo mbah....
Aku kira aku cukup puas membaca puisimu. Aku minta pendapatmu di puisi terbaruku.
mbahhh...semua ada pada tempatnya...
semangatlah untuk perjalanan menyulih silih kasih...
pusing aku dibuatnya.
Kenapa mesti melagu ragu jika menyulih silih kasih?