dikau itu jangan kebanyakan nulis cerpen salah-salah bisa salah nuls resepnya lho. tapi, kok ya, bagus juga cerpennya. kalau bete jadi dokter nulis cerpen kayaknya oke juga neh
aku kepikiran rumahtangga kayak gini ni romantisssssss. Aku juga mau bikin kayak ginian ni.........
Kerennnnnnnnnn......serius.
Minta doa dapet suami yang bisa ngemong kayak si ayah ini yaaa hahahhahahhaha............
"Waaaaaa....," aku terlonjak mendengar teriakan itu. Bergegas aku berlari masuk ke kamar Tyo, mencari apa gerangan yang membuatnya berteriak sedemikia ... lanjut baca
Dua hari ini, pusingku kumat. Memang sering pusing, tapi yang kali ini nyut-nyut nya parah, kadang aku sampai mual dan beberapa kali harus ngibrit ke ... lanjut baca
Gerbang Depan
Suara-suara.
Suara-suara itu berputar di kepalaku. Awalnya hanya lembut, pelan-pelan, lama-lama kelamaan membentuk kata, kalimat, d ... lanjut baca
Sudah seminggu sejak aku menelpon Nam, konsultasi tentang 'suara' tanpa sosok yang mengajakku ngobrol. Saran Nam, aku tetep cool, dan membenahi hatiku ... lanjut baca
Dia menolehku, dari sinar matanya aku tahu dia mau memulai kotbahnya. Aku berusaha menyembunyikan rasa tidak senangku.
"Jangan bilang siapa-siapa y ... lanjut baca
Banjir itu menyapu lantai rumahku
lalu menggenang.
Awalnya rendah, lalu meninggi tanpa ampun.
Berlompatan isi rumahku, di pagi buta itu
ketika air ... lanjut baca
Jika malam ini aku menutupkan matamu
Itu supaya kamu lelap.
Aku tidak mampu untuk selalu
membuatmu tenang.
Keinginanku terbang itu
selalu mere ... lanjut baca
Di tepi Danau Toba, aku memandangi profil wajahnya dari samping. Setelah sepiring nasi dengan lauk ikan mujaer, sambel belacan, dan tumbukan daun kete ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
"Stop, Bang, saya turun di sini," aku menepuk pundak Pak Sopir angkot yang membawaku dari Ajibata, dan melompat di depan Inna Prapat. Nauli menatapku ... lanjut baca
Dua hari yang lalu, kami bertemu dengan om -adik Papa Ayah- yang menawari Ayah melamar di bank yang dimanajeri nya.
"Ayah, mau ambil tawaran Om?"
... lanjut baca
"Riana, sebenernya kamu itu sudah nikah belum, sih?"
Siang itu, aku makan siang bersama teman-teman dari bagian lain instansiku, dan kami memang belu ... lanjut baca
"Ayah, kenapa orang harus berpikiran negatif?" tanyaku sore itu, sepulang kerja, sekitar pukul lima seperempat, di balik punggung suamiku yang sedang ... lanjut baca
Televisi kami berpendar, menayangkan infotainment di sore menjelang petang. Melirikku dengan tampang 'ginian-kok-ditonton', Ayah meraih remote untuk m ... lanjut baca
Pagi ini pukul lima kurang aku sudah bangun. Hebat, setelah beberapa pagi aku berusaha bangun lebih awal dari suamiku dan gagal, hari ini aku berhasil ... lanjut baca
PART III
Aku merasa risih sebenarnya dengan mantan pacarku yang ke 3. Namanya Rheiner. Cowok Jerman satu itu tidak ada kapok kapoknya buat me ... lanjut baca
Part III
“Aku ga nyangka kalau kamu tinggal sendiri di sini?” tanya pria itu sambil duduk di sofa empuk. Ia menebarkan pandangan ke sekeliling ... lanjut baca
Setiap waktu bergelut dengan keyakinan. Terjebak situasi yang mencengangkan, Hanya untuk menjadi diri kita sendiri. Bahkan memilih jalan keluar untuk ... lanjut baca
sudah beberapa minggu ini kulewatkan hidupku hanya sekedar untuk menghirup udara kebebasan. kebebasan akan makna kehidupan yang ditandai melalui air, ... lanjut baca
Well, the story goes on…cerita berlanjut, aku ingin serius kali ini. Terlalu main-main juga nggak enak, dikira aku ngulur ngulur cerita kayak sinetr ... lanjut baca
pas bnget critanya..ringan..mudah dipahami..berbobot jg..bagus..
dikau itu jangan kebanyakan nulis cerpen salah-salah bisa salah nuls resepnya lho. tapi, kok ya, bagus juga cerpennya. kalau bete jadi dokter nulis cerpen kayaknya oke juga neh
aku kepikiran rumahtangga kayak gini ni romantisssssss. Aku juga mau bikin kayak ginian ni.........
Kerennnnnnnnnn......serius.
Minta doa dapet suami yang bisa ngemong kayak si ayah ini yaaa hahahhahahhaha............
tapi kurang greget nih...