di bilikmu hambar selalu

58
points
"

puisi bisa jadi sangat personal. itulah kenapa banyak penulis menyukai puisi sebagai bahasa ungkapan. namun, mudah-mudahan berguna juga untuk dibaca dan dikomentari.
dan, penulis yakin ada di sana mereka yang "senasib"

teriring salam dan doa kepada irene maya aurida di malang, jatim

"

: i.m.a

aku masih membaui sekujur tubuhmu
di tubuhku, sisa semalam bercumbu
namun ternyata aku sungguh pelupa
apa percintaan semalam itu cinta?

jika semalam itu sungguh cinta
kau pun tentu tahu ada bedanya
namun ternyata kita sungguh terlupa:
semalam cuma hasrat birahi semata.

kau berulang-ulang yakinkan aku:
lelakimu tak lagi mampu untuk dirimu
sedang kau bunga sekuntum pun baru
sedang hasrat itu sungguh perlu.

sedang aku pun sungguh-sungguh perlu
cumbuan dahsyat di ranjangmu.
sedang di bilikmu, akumu:
hambar selalu.

batu-malang, 06.07.08

Your rating: None Average: 6.4 (9 votes)
dikirim avian dewanto 8 minggu 6 hari yang lalu
Tag: