puisi bisa jadi sangat personal. itulah kenapa banyak penulis menyukai puisi sebagai bahasa ungkapan. namun, mudah-mudahan berguna juga untuk dibaca dan dikomentari.
dan, penulis yakin ada di sana mereka yang "senasib"
teriring salam dan doa kepada irene maya aurida di malang, jatim
": i.m.a
seorang perempuan yang telah kutiduri,
berkali-kali, memintaku:
"nikahi aku maka aku enyahkan lelakiku
sebab ia tak lagi berguna untukku!"
aku melumat kedua puting payudara perempuan itu,
berkali-kali, menjawabnya:
"tinggalkan saja lelakimu maka aku nikahi kau
sebab aku lebih berguna untukmu!"
"bagaimana dengan perempuanmu?"
tentu saja perempuanku ada di rumahku
tetap di sana, dan tetap perempuanku
ia tak akan ke mana-mana
meski aku bisa di mana-mana
maka perempuan akan berkata:
"engkau sesukamu sendiri!"
dan, tak akan meminta apa pun
kecuali hanya satu permintaan:
"cuma satu lelaki untukku semata"
sedang lelaki itu matahari
cukup kuat menerangi banyak planet
sedang perempuan itu planet
butuh matahari agar benderang.
malang, 07.07.08
dikirim avian dewanto 7 weeks 4 days yang laluTag:











