Cerita yang menarik. Sangat mengalir dan dibumbui dengan humor yang segar. Cassle berhasil menggambarkan sisi lain dari kerusuhan mei. Walau ya memang rasa kerusuhannya belum terlalu terasa, namun lebih cenderung berfokus pada rasa lokal keluarga yang kental.
Tapi ada yang agak aneh dari penceritaan si Mami dan anak bungsu di awal cerita. Mungkin peralihan cerita sedikit ke anak bungsu , dan berpindah ke putrinya menyebabkan saya agak bingung.
Satu lagi, penggunaan penanda waktu seperti 10 tahun yang lalu dan beberapa hari sebelum itu terasa tidak pas. Karena tidak ada lagi keterangan akhirnya atau epilog cerita yang mengkaitkannya dengan masa kini. Bahkan dengan adanya penanda beberapa hari setelah itu, menjadikan cerita ini tidak benar-benar bersetting pada kerusuhan mei. Jika penulis ingin mengkaitkan dengan kerusuhan tanpa ada kisah masa depan, sebaiknya penanda itu dihilangkan saja. Tapi resikonya adalah penulis harus lebih memberikan gambaran mengenai kondisi Indonesia saat itu, bagaimana situasi kompleks perumahan si tokoh, bagaimana para tetangga menghadapi, dll.
Oh ya, ada typo antara saya dan aku di beberapa bagian cerita. Lalu maksud kalimat Memang tidak banyak yang naksir, tapi setia agak janggal. Lalu (mengikuti miss worm) ada beberapa kalimat kurang efektif seperti Putri sulung saya yang berkuliah di Amerika belum lama ini pindah kesana
cassy, diriku tertawa pas baca tentang li.. gyahahaha.. kau banget itu... waktu itu juga kau elus-elus perutmu.. haghaghag.. (cuwih, harusnya kan aku menilai cerpenmu yak, bukannya bernostalgia bersama tingkah lucumu)
oke, begini sayang, merujuk pada komentar saudari noir, ada beberapa keanehan typo di awal (saya sebut keanehan, karena saya tidak tahu apakah kau memang bermaksud begitu, atau memang itu adalah sebuah kesalahan, eh maaf, untuk ukuranmu, mungkin hal itu bisa kusebut kelalaian?), kau menggunakan saya sebagai kata ganti nama dan kau menggunakan ku sebagai kata ganti kepemilikan.. ah, tapi itu tidak begitu menjadi masalah yak?
Omong-omong soal ceritamu, aku salut pada keteguhanmu untuk tidak membikin , paling tidak, cerita yang bernuansa konfrontasi dan kerusuhan sana-sini..
Padahal, kupikir latar belakang pemikiranmu sudah cukup untuk membuat narasi yang menggambarkan peristiwa nyata dari kejadian Mei 98 itu sendiri dan dengan caramu, melucu dengan humor yang kental.
Memang, tiap orang tidak ingin kehilangan cinta.. Eh, tapi aku juga salut, lho, pada ingatanmu. Padahal kejadian ini kan terjadinya sepuluh tahun silam, dan kalau tidak salah, umurmu mungkin baru lima tahun..? Tapi kau mampu mengingat detil kejadiannya dan merasakan apa yang dirasakan oleh mamimu yak, say? Memang benar otakmu canggih, honey..
Omong-omong, walau ceritamu ini diselingi banyak banyolan khas mamimu (yang disengaja tentunya, seperti ciri khas kebanyakan karya-karyamu), aku tetap tertarik pada nilai-nilai moral yang kau sampaikan. Bagaimana kita harus mengerti arti dari perjuangan, keluargamu memulai segalanya dari nol, hingga sekarang.. usaha kalian menjadi lebih baik dari sekedar usaha kecil atau menengah. Cukup hebat. Nilai perjuangan dan bagaimana mamimu masih memikirkan tentang putrinya yang jauh di rantau sana cukup menggelitikku. Toh, sekarang akhirnya cc-mu menjadi orang yang sukses kan di sana?
Hm, lalu, mungkin aku tak perlu mempersalahkan eyd? Karena aku pun lalai untuk membaca tiap baris ceritamu dengan benar. Lagipula, toh, masa-masa mengenal EYD sudah kita lewati, kini, saatnya kita mempelajari bagaimana cara / metode membuat cerita yang baik. Begitu kan cassy?
At all, cassy.. aku juga tinggal menunggu pengumuman resmi nilaimu dari miss worm. Ditunggu kabar selanjutnya, ya..
NB : eh lupa, nampaknya, kurasa, campur-baur antara aku dan saya di tengah-tengah cerita yang kau buat.. itu karena, "aku" yang mamimu gunakan ketika itu adalah ketika dia berbicara dengan dirinya sendiri alias kata hati.. bagaimana jika kau meng-italic kalimat-kalimat hati itu? (hanya saran, say)
wahhh kekontrasan tema (tragedi) dengan gaya bercerita (santai) membuat tulisan ini jadi tak biasa, walau nalarku masih mengira2 apa ada keluarga serupa itu menghadapi situasi yg juga serupa itu..
Cassle.. ^^
waah, sukses yah! selamaaaat, nduk, selamaaat. ;]
Ah, balik ke komen. secara keseluruhan nae sukaaa banget. bener, kerasa lokalitasnya. ^^ ide yg dituangkan pun unik. kerasa sekali hubungan yang ada di keluarga ini. Humor yg kamu masukin pun tak berlebihan.
nice banget!
maaf cassle .. saya baru sempat membaca karyamu ini (cuma sekilas pula) hehehehe
ada beberapa hal yang menarik .. tapi semua sudah diborong oleh komen di bawah ... mungkin saya ingin menambahkan bahwa mungkin cassle, meminjam kata dari panah_hujan, lalai untuk memperhatikan masalah nafas dari cerita ini.
penempatan titik (.) dan koma (,) dalam cerita ini cukup baik tapi belum optimal ... ada pemenggalan kalimat di beberapa bagian cerita yang saya rasakan sedikit canggung ... saran saya mungkin perlu diperhatikan lagi nafas itu.
Sore itu aku pulang ke rumah dengan perasaan luar biasa letihnya. Letih fisik maupun mental. Dan emosiku tentu dapat meledak kapan saja. Untuk mengant ... lanjut baca
-------------------------------
“Lagi marah sama aku ya?”, suaranya yang lembut terdengar lemah di telingaku dan entah mengapa hatiku menjadi ber ... lanjut baca
Kesal di hati
Sakit, tercabik
Sesal dirasa
Kecewa, terbayang
Sampai kapan dendam kan membekas
Menyayat kulit, menggoreskan luka
Aku tahu, aku ... lanjut baca
Kutahu itu kan pasti terjadi
Hukum alam yang tak dapat kurubah
Menghantui setiap insan berdosa di atas muka bumi
Beberapa dari berjuta
Hadapi de ... lanjut baca
I woke up early this morning
That time I realized something
That my life is just a beginning
And I know, I know nothing
But it'll be a hap ... lanjut baca
Setelah sang kodok meninggalkan Faye, ia berjumpa dengan seorang anak perempuan dengan beberapa buku di genggamannya. Sang kodok terdiam beberapa saat ... lanjut baca
Detik-detik berderik
Angin membawanya pergi
Dari tempat yang berisik
Ia mengalun tak sadarkan diri
Memotong setiap keping impian
Memecahnya hi ... lanjut baca
“Tahun 2007, perjalanan ROWE masih jauh untuk diterapkan dalam menejemen perusahaan di Indonesia. Banyak pemain inti perekonomian Indonesia, para pe ... lanjut baca
Asap kelabu
Pilu memburu
Tanda tanya yakni tanda seru
Ketika semuanya jadi rancu
Kucoba tuk menerawang
Segalanya tak kunjung terang
Siapakah s ... lanjut baca
------ 13 Mei 2009 ------–
@_@
Pagi, 10.00 waktu Australia,
Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney
Gadis muda empat belas tahun itu ... lanjut baca
Kita semua tau bahwa komentar awal akan tergusur dengan komentar yang lebih baru. So, agar penilaian dari penantang buat peserta masih bisa dilihat... ... lanjut baca
Ruangan kecil itu hanya diterangi beberapa lampu terang, cahayanya silau membutakan mata. Alex terhenyak di sebuah sofa, berusaha mengalahkan kegugupa ... lanjut baca
Sudah berhari-hari Bintang merasa tidak tenang. Aura-aura yang membuat dadanya sesak semakin lama semakin membuatnya linglung. Berkali-kali bayangan-b ... lanjut baca
Tau beda PENULIS dengan PELUKIS nggak? Bedanya, pelukis lebih jorok daripada penulis. Mengapa bisa begitu? Karena kalo penulis ngupil pake pulpen atau ... lanjut baca
Jika saja dirimu tahu, di sini aku bernyawa.
Sebentar lagi subuh tiba, tinggal tiga puluh menit menuju pukul lima. Aku masih menatap layar monitor in ... lanjut baca
...Kembali ke 'Theater of Dream'...
Kini aku sedang menari, terbang sana terbang sini. Bukan karena kini aku memang sedang menari, bukan! Wal ... lanjut baca
Bagian Satu
*****
Sehelai daun kering menyentuh rambutku yang masih basah. Aku menengadah, kulihat dua cewek berseragam SMU di lantai dua. Salah sa ... lanjut baca
cerpen ini lulus dengan catatan. selamat!
dan sekian.
*hahahaha... detil penilaiannya besok saja, ya. saya sedang (sok) sibuk*
sekali lagi, selamat!
Cerita yang menarik. Sangat mengalir dan dibumbui dengan humor yang segar. Cassle berhasil menggambarkan sisi lain dari kerusuhan mei. Walau ya memang rasa kerusuhannya belum terlalu terasa, namun lebih cenderung berfokus pada rasa lokal keluarga yang kental.
Tapi ada yang agak aneh dari penceritaan si Mami dan anak bungsu di awal cerita. Mungkin peralihan cerita sedikit ke anak bungsu , dan berpindah ke putrinya menyebabkan saya agak bingung.
Satu lagi, penggunaan penanda waktu seperti 10 tahun yang lalu dan beberapa hari sebelum itu terasa tidak pas. Karena tidak ada lagi keterangan akhirnya atau epilog cerita yang mengkaitkannya dengan masa kini. Bahkan dengan adanya penanda beberapa hari setelah itu, menjadikan cerita ini tidak benar-benar bersetting pada kerusuhan mei. Jika penulis ingin mengkaitkan dengan kerusuhan tanpa ada kisah masa depan, sebaiknya penanda itu dihilangkan saja. Tapi resikonya adalah penulis harus lebih memberikan gambaran mengenai kondisi Indonesia saat itu, bagaimana situasi kompleks perumahan si tokoh, bagaimana para tetangga menghadapi, dll.
Oh ya, ada typo antara saya dan aku di beberapa bagian cerita. Lalu maksud kalimat Memang tidak banyak yang naksir, tapi setia agak janggal. Lalu (mengikuti miss worm) ada beberapa kalimat kurang efektif seperti Putri sulung saya yang berkuliah di Amerika belum lama ini pindah kesana
Tapi overall, saya suka cerpen ini ^^
cassy, diriku tertawa pas baca tentang li.. gyahahaha.. kau banget itu... waktu itu juga kau elus-elus perutmu.. haghaghag.. (cuwih, harusnya kan aku menilai cerpenmu yak, bukannya bernostalgia bersama tingkah lucumu)
oke, begini sayang, merujuk pada komentar saudari noir, ada beberapa keanehan typo di awal (saya sebut keanehan, karena saya tidak tahu apakah kau memang bermaksud begitu, atau memang itu adalah sebuah kesalahan, eh maaf, untuk ukuranmu, mungkin hal itu bisa kusebut kelalaian?), kau menggunakan saya sebagai kata ganti nama dan kau menggunakan ku sebagai kata ganti kepemilikan.. ah, tapi itu tidak begitu menjadi masalah yak?
Omong-omong soal ceritamu, aku salut pada keteguhanmu untuk tidak membikin , paling tidak, cerita yang bernuansa konfrontasi dan kerusuhan sana-sini..
Padahal, kupikir latar belakang pemikiranmu sudah cukup untuk membuat narasi yang menggambarkan peristiwa nyata dari kejadian Mei 98 itu sendiri dan dengan caramu, melucu dengan humor yang kental.
Memang, tiap orang tidak ingin kehilangan cinta.. Eh, tapi aku juga salut, lho, pada ingatanmu. Padahal kejadian ini kan terjadinya sepuluh tahun silam, dan kalau tidak salah, umurmu mungkin baru lima tahun..? Tapi kau mampu mengingat detil kejadiannya dan merasakan apa yang dirasakan oleh mamimu yak, say? Memang benar otakmu canggih, honey..
Omong-omong, walau ceritamu ini diselingi banyak banyolan khas mamimu (yang disengaja tentunya, seperti ciri khas kebanyakan karya-karyamu), aku tetap tertarik pada nilai-nilai moral yang kau sampaikan. Bagaimana kita harus mengerti arti dari perjuangan, keluargamu memulai segalanya dari nol, hingga sekarang.. usaha kalian menjadi lebih baik dari sekedar usaha kecil atau menengah. Cukup hebat. Nilai perjuangan dan bagaimana mamimu masih memikirkan tentang putrinya yang jauh di rantau sana cukup menggelitikku. Toh, sekarang akhirnya cc-mu menjadi orang yang sukses kan di sana?
Hm, lalu, mungkin aku tak perlu mempersalahkan eyd? Karena aku pun lalai untuk membaca tiap baris ceritamu dengan benar. Lagipula, toh, masa-masa mengenal EYD sudah kita lewati, kini, saatnya kita mempelajari bagaimana cara / metode membuat cerita yang baik. Begitu kan cassy?
At all, cassy.. aku juga tinggal menunggu pengumuman resmi nilaimu dari miss worm. Ditunggu kabar selanjutnya, ya..
NB : eh lupa, nampaknya, kurasa, campur-baur antara aku dan saya di tengah-tengah cerita yang kau buat.. itu karena, "aku" yang mamimu gunakan ketika itu adalah ketika dia berbicara dengan dirinya sendiri alias kata hati.. bagaimana jika kau meng-italic kalimat-kalimat hati itu? (hanya saran, say)
wahhh kekontrasan tema (tragedi) dengan gaya bercerita (santai) membuat tulisan ini jadi tak biasa, walau nalarku masih mengira2 apa ada keluarga serupa itu menghadapi situasi yg juga serupa itu..
*menggaruk garuk kepala gundulku*, kapan bisa kolaborasi juga ya?...
nyengir ah!
bikin penasaran ni crita
hehehe, om mau jadi sok tau ah.
mana emosinya? kurang...takarannya.
Teknik penulisan dan bahasamu bagus dan rapi. Aku suka dengan gaya berceritamu.
jangan lupa emosi-nya dimasukin juga. Suasana mencekam malah terasa biasa. hidupkan imajinasimu.
PS : Yuk, maen bultang
Cassle.. ^^
waah, sukses yah! selamaaaat, nduk, selamaaat. ;]
Ah, balik ke komen. secara keseluruhan nae sukaaa banget. bener, kerasa lokalitasnya. ^^ ide yg dituangkan pun unik. kerasa sekali hubungan yang ada di keluarga ini. Humor yg kamu masukin pun tak berlebihan.
nice banget!
haaaa. bkin iri kau. wakakak..
wiih, selamat Cassle =)
cara kamu bercerita unik, selipan humornya pun seger banget.
saya bener2 menikmati cerita ini. Keren. SALUT..
sekali lagi SELAMAT!!
semua komen sudah diborong... T_T
maaf cassle .. saya baru sempat membaca karyamu ini (cuma sekilas pula) hehehehe
ada beberapa hal yang menarik .. tapi semua sudah diborong oleh komen di bawah ... mungkin saya ingin menambahkan bahwa mungkin cassle, meminjam kata dari panah_hujan, lalai untuk memperhatikan masalah nafas dari cerita ini.
penempatan titik (.) dan koma (,) dalam cerita ini cukup baik tapi belum optimal ... ada pemenggalan kalimat di beberapa bagian cerita yang saya rasakan sedikit canggung ... saran saya mungkin perlu diperhatikan lagi nafas itu.
salam,
=Mirza=