Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Jika Lucia tidak ada maka Lucia tidak ada, jika Lucia ada Lucia tetap tidak ada. UjarNya Lucia bukan apa-apa kecuali pendosa, dan itulah Lucia. Bahkan, Lucia adalah darah daging yang menanamkan dosa pada Adam dan Hawa yang menurunkan mereka ke dunia. Lucia adalah keturunan iblis yang menjelma menjadi ular untuk memberi guna bagi bumi yang Ia ciptakan dengan segala keindahannya. Namun Lucia tidak seperti dia. Lucia bukanlah malaikat jatuh, atau ular yang berbicara. Lucia adalah manusia yang tidak bisa dilihat sembarang mata, dan Lucia tidak membisikikan dosa.
Nampaknya memang masih banyak hal yang perlu untuk direview ulang agar bisa menjadi lebih baik lagi hasilnya.
Tentang penggunaan kata ganti perorangan, disini kamu hadirkan lebih dari 2 karakter, walaupun akhirnya kamu lebih arahkan fokusnya hanya pada Lucia dan Penulis Muda. tapi penempatan kata ganti -nya sering menghasilkan sebuah ambiguitas yang terlalu pekat karena bisa berarti Lucia maupun Penulis Muda itu. Hal ini berulang kali saya temukan terjadi dalam postingan ini.
Eksplorasi diksi yang kamu gunakan masih memberikan kesan yang hanya selurus penggaris horizontal. Untuk selanjutnya mungkin kamu bisa tancapkan diksi yang lebih berwarna agar postingan mu bisa menjadi lebih memberi kesan.
Tentang alur, sebenarnya di beberapa bagian alurnya ada yang bisa dibilang cukup rapi, tapi di lain pihak (dan sayang sekali harus terjadi) banyak bagian yang alur laju ceritanya membingungkan karena dihadirkan dengan pemenggalan plot yang kurang hati-hati. dan hasilnya adalah alur yang sungguh memaksa saya harus bekerja keras seperti merangkai puzzle yang berantakan.
Tentang ide cerita ataupun pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca masih belum begitu bisa dicerna dengan baik. Saya menangkap adanya usaha untuk memberikan penekanan2 di beberapa bagian untuk memperkuat karakter yang dibangun, namun sayang setelah penekanan2 itu terhadir malah dilanjutkan dengan eksplorasi karakter yang lain yang justru melemahkan penekanan yang sudah susah payah dibangun sebelumnya.
Untuk teknis penulisan mungkin bisa dibantu oleh teman2 yang lain. Ada kok yang sangat ahli dan jeli tentang hal ini. Semoga kawan tersebut mampir juga ke postingan ini.
Apapun yang saya sampaikan di sini jangan sampai membuat mu patah semangat. Postingan pertama ibaratnya pecah telor, dan ini adalah kesempatan untuk membuka diri agar bisa menjadi lebih baik lagi di kedepannya.
Dari kalimat pertama, agak membingungkan pembaca memang.. Lebih cocok jika diselipkan dalam paragraf, sebagai salah satu yang ingin disampaikan. Kurang cocok kalau dijadikan pengantar apalagi pembuka. Biar bagaimana pun, otak pembaca juga harus di'giring' menuju makna.
Jangan terlalu banyak imbuhan. Tempo bercerita menjadi sangaaat lambat. Apalagi di full narasi seperti ini.
Paragraf ketiga, Lucia-nya ada berapa?
Cukup dapat dimengerti, namun pembungkusan cerita ini menurutku kurang. Coba baca ulang dari atas ke bawah, secara cepat, karena member di sini rata-rata membaca cepat.
Menjadi implisit bukan berarti memakai kata-kata yang terlalu bertele-tele, sebaliknya kata-kata yang sederhana belum tentu eksplisit.
Struktur kalimat, masih banyak yang bisa diperbaiki. Saya pun masih belum bisa menguasai struktur kalimat dengan baik. Namun, ada baiknya kita sama-sama belajar.
Semangat selalu ya!
Coba hadirkan warna yang lebih hidup di cerita-ceritamu selanjutnya..
ahhhh.. jika di film ada malaikat yg jatuh cinta pada manusia, maka di sini lucia (lucifer: iblis) yg jatuh cinta pada penulis..
hehehe kegilaan pikiran penulis memang adakalanya bersentuhan dengan 'setan'
unik, pengolahan katanya saja yg buatku yg tak seunik temanya..
Jika Lucia tidak ada maka Lucia tidak ada, jika Lucia ada Lucia tetap tidak ada. UjarNya Lucia bukan apa-apa kecuali pendosa, dan itulah Lucia. Bah ... lanjut baca
Twilight turned to night,
A heavy rain casted upon my steps.
I twisted my metallic arm up,
Just so my glass eyes won't be thrusted by the raindrops ... lanjut baca
Kegelapan malam membalut diri Alice saat itu. Tubuhnya meringkuk menahan getaran tubuhnya, meskipun hal tersebut tidaklah begitu berguna untuk meredam ... lanjut baca
Sekali lagi, Croix menaiki gunung batu yang sama dengan yang dinaikinya ratusan tahun yang lalu. Nafasnya tersengal-sengal, waktu ratusan tahun tampak ... lanjut baca
"Aku tidak pernah mengatakan hal ini pada orang lain, karena orang-orang akan menganggapku aneh. Aku sempurna."
Hampir sama seperti segala hal lain ... lanjut baca
Twilight turned to night,
A heavy rain casted upon my steps.
I twisted my metallic arm up,
Just so my glass eyes won't be thrusted by the raindrops ... lanjut baca
kampas putih
garis cerita hidup
segores warna
lengkapi kampas
gagas mencari warna
dengan hidup mencari karya
melihat mata tertutup
tampak mat ... lanjut baca
Buyung, duduklah sejenak di bangku tua beranda. Mungkin ada yang pernah kau rasa di sana. Lihat, rumpun jahe sudah tak nampak. Ingatkah kau pernah men ... lanjut baca
Saat waktu mulai memutih
kutatap kedua mataku Sayu..
Dimana cinta itu?
apakah menghilang dengannya..
cinta tanpa bentuk
menghilang dan tak ... lanjut baca
Waktu ku kecil aku selalu bercita-cita menjadi pilot, karena yang namanya pilot bisa bebas terbang kemana saja yang ku suka. Itu dulu.
Sedikit lebi ... lanjut baca
Topo bukanlah terlahir sebagai anak seorang pejuang, apalagi anak seorang pahlawan atau tentara. Topo hanya seorang lelaki berusia empat puluhan, sewa ... lanjut baca
1
Dari mana dia berasal, tak pernah ada yang benar-benar tahu. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah anak salah seorang konglomerat yang bosan denga ... lanjut baca
Angin
Aku melihatnya sebagai selembar daun pada sebuah pohon rindang. Meski ia satu dari sekian daun itu, tetapi entah mengapa bagiku ia selalu kelih ... lanjut baca
MOKO DAN NOTO
Namanya Moko. Begitulah ia dinamai ketika dilahirkan. Di desa. yang suasananya tenang dan udaranya sejuk. Tapi lama kelamaan panas juga ... lanjut baca
Twilight turned to night,
A heavy rain casted upon my steps.
I twisted my metallic arm up,
Just so my glass eyes won't be thrusted by the raindrops ... lanjut baca
Cuaca buruk dan badai buas menyerta. Langit berteriak memekakkan telinga seakan memarahi dunia. Rasanya dingin, dan tidak bersahabat. Tidak satupun ya ... lanjut baca
pjg banget.bkn q g tdr2.salam knal
iya bro..panjaaaang banget..bikin ngantuk..
Nampaknya memang masih banyak hal yang perlu untuk direview ulang agar bisa menjadi lebih baik lagi hasilnya.
Tentang penggunaan kata ganti perorangan, disini kamu hadirkan lebih dari 2 karakter, walaupun akhirnya kamu lebih arahkan fokusnya hanya pada Lucia dan Penulis Muda. tapi penempatan kata ganti -nya sering menghasilkan sebuah ambiguitas yang terlalu pekat karena bisa berarti Lucia maupun Penulis Muda itu. Hal ini berulang kali saya temukan terjadi dalam postingan ini.
Eksplorasi diksi yang kamu gunakan masih memberikan kesan yang hanya selurus penggaris horizontal. Untuk selanjutnya mungkin kamu bisa tancapkan diksi yang lebih berwarna agar postingan mu bisa menjadi lebih memberi kesan.
Tentang alur, sebenarnya di beberapa bagian alurnya ada yang bisa dibilang cukup rapi, tapi di lain pihak (dan sayang sekali harus terjadi) banyak bagian yang alur laju ceritanya membingungkan karena dihadirkan dengan pemenggalan plot yang kurang hati-hati. dan hasilnya adalah alur yang sungguh memaksa saya harus bekerja keras seperti merangkai puzzle yang berantakan.
Tentang ide cerita ataupun pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca masih belum begitu bisa dicerna dengan baik. Saya menangkap adanya usaha untuk memberikan penekanan2 di beberapa bagian untuk memperkuat karakter yang dibangun, namun sayang setelah penekanan2 itu terhadir malah dilanjutkan dengan eksplorasi karakter yang lain yang justru melemahkan penekanan yang sudah susah payah dibangun sebelumnya.
Untuk teknis penulisan mungkin bisa dibantu oleh teman2 yang lain. Ada kok yang sangat ahli dan jeli tentang hal ini. Semoga kawan tersebut mampir juga ke postingan ini.
Apapun yang saya sampaikan di sini jangan sampai membuat mu patah semangat. Postingan pertama ibaratnya pecah telor, dan ini adalah kesempatan untuk membuka diri agar bisa menjadi lebih baik lagi di kedepannya.
Salam untuk Kemudian kita ....
Baiklah, saya coba tafsirkan perlahan-lahan ya...
Dari kalimat pertama, agak membingungkan pembaca memang.. Lebih cocok jika diselipkan dalam paragraf, sebagai salah satu yang ingin disampaikan. Kurang cocok kalau dijadikan pengantar apalagi pembuka. Biar bagaimana pun, otak pembaca juga harus di'giring' menuju makna.
Jangan terlalu banyak imbuhan. Tempo bercerita menjadi sangaaat lambat. Apalagi di full narasi seperti ini.
Paragraf ketiga, Lucia-nya ada berapa?
Cukup dapat dimengerti, namun pembungkusan cerita ini menurutku kurang. Coba baca ulang dari atas ke bawah, secara cepat, karena member di sini rata-rata membaca cepat.
Menjadi implisit bukan berarti memakai kata-kata yang terlalu bertele-tele, sebaliknya kata-kata yang sederhana belum tentu eksplisit.
Struktur kalimat, masih banyak yang bisa diperbaiki. Saya pun masih belum bisa menguasai struktur kalimat dengan baik. Namun, ada baiknya kita sama-sama belajar.
Semangat selalu ya!
Coba hadirkan warna yang lebih hidup di cerita-ceritamu selanjutnya..
Salam kenal.
ahhhh.. jika di film ada malaikat yg jatuh cinta pada manusia, maka di sini lucia (lucifer: iblis) yg jatuh cinta pada penulis..
hehehe kegilaan pikiran penulis memang adakalanya bersentuhan dengan 'setan'
unik, pengolahan katanya saja yg buatku yg tak seunik temanya..
idenya asyik juga ^_^
mesti waspada lho, si lucia ada di sekitar dan bisa jadi siapa saja !