"Sst..." Dia mendekatkan telunjuknya hingga menempel di bibir merahnya. Mengisyaratkan agar aku jangan menepuk nyamuk yang mulai gemuk berisi darah yang dihisapnya dari kening sahabatku ini. Aku celingak-celinguk mencari alasan ada apakah gerangan.
"Tuh" Dia memonyongkan bibirnya kearah seekor kucing. kucing gemuk berwarna cokelat yang sedang tertidur pulas di atas pagar beton pinggir jalan, arah menuju tempat kos kami.
Dasar manusia aneh lebih mementingkan kucing daripada dirinya sendiri
Pelan sekali kujatuhkan langkah mengikuti langkah sahabat terbaikku ini. Ia yang kukenal sejak 3 tahun lalu, Dia cantik. Dengan penampilan tomboy cukup untuk memperlihatkan bahwa ia adalah gadis super cuek. Selama 3 tahun aku mengenalnya tak pernah sekalipun ia mengeluhkan kehidupannya, belum pernah aku dengar ia menceritakan kejelekan orang lain. Meskipun cuek tapi dia adalah gadis sensitif, ia tak pernah tenang bila menyaksikan penderitaan orang lain. Bahkan dia rela bersusah payah demi orang lain, seperti hari ini dia lebih menghormati seekor kucing daripada keselamatannya sendiri. Ia relakan setetes darahnya di donorkan pada seekor nyamuk.
"Sha" seruku setelah jauh dari kucing belang yang mirip Garfiel.
"Hmm..." Dia menengok kearahku.
"Kenapa sih loe lebih sayang kucing daripada diri loe sendiri" tanyaku serius
Dia tersemyum kearahku." Karena aku pernah merasakan bagaimana rasanya tidak disayangi".
Aku terdiam mendengar ucapanya. Ingin sekali aku mengetahui misteri dalam dirinya, namun aku tidak pernah berani untuk menanyakanya.
"Itung-itung menghormati hak asasi kucing" Ucapnya santai
Dia berlari meninggalkan aku setelah tangan usilnya berhasil mencubit kedua belah pipiku. Itu kebiasaanya ia selalu bilang kalau aku menggemaskan dan culun.
Aku hanya bisa melongo setiap mendengar jawaban yang ia lontarkan. Haruskah aku mengaguminya ataukah aku pantas mencibir kebodohanya? andai dunia di penuhi manusia seperti dia mungkin tidak akan ada kejahatan di muka bumi ini. Surga akan penuh mungkin akan ada gerakan transmigrasi pula. Sementara neraka mungkin hanya akan diisi oleh setan yang menangis kelaparan.
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Cerbung ya?
Klo nggak ada (1) mungkin aku akan mengira ini bukan cerbung ...
Ceritanya menarik, mengalir dan enak buat dibaca (ajarin dunk -- mesti banyak berguru nich he3x)
Tidak terlalu paham tentang tanda baca, tapi aku kira ada beberapa yang miss tuch - Titik, koma, huruf kapital ^o^
one thing
Dasar manusia aneh lebih mementingkan kucing daripada dirinya sendiri (masa siy!)
hehehe
seep
yah,itulah jenis manusia yang JARANG ada dan LANGKA....btw, aku rada ga ngerti hubungannya nyamuk ama kucing...hehehe
maknanya dalam. karakter lugu dalam film2 anak-anak. cuman aku sedikit kurang bisa bayangin karkaternya, cuek tapi sensitif. mungkin perlu dijelaskan lewat narasi atau dialog, mengenai sisi cueknya dan juga sisi sensitifnya.
secara umum, ceirtanya menyentuh. kutunggu kelanjutannya
Tulisannya keren, dalem banget isinya .. tapi aku koq jadi jatuh cinta sama cewek pecinta kucing itu ya ...
Tulisannya (sumpe) sexy .. ngalir, bikin otak mikir, dan finally .. I Like her ...
ceritanya keren.
lanjut pren...
cool...
pendek tapi bermakna..
bravo..
Namun berisi