The Record of Second Vestia Rebel; prologue

19
points

prolog ; BAYANGAN

. matahari sudah terbenam,
. langitpun telah menghitam
. elang membumbung,
. sembari pulang, nyanyikan nada yang hilang
. demi anak-anak masa depan,
. yang tidur terlelap di sarang,
. elang terbang melalang
. lalu mundur perlahan pulang....

..........................................................

Apakah kau pernah melihat bayangan?

Bayangan yang hitam dan kelam, bayangan yang padat dan nyata. Kini bayangan itu tiba-tiba mendekat, lalu berhenti. Dia, bayangan itu, lalu mengusap wajah dan rambutku. Aku mundur, takut, mencoba sekuat tenaga tak melihat wajahnya yang ditutupi oleh topeng karnaval putih. dan gagal.

"Nak ayahmu gugur !!!dia gugur dalam menjaga kehormatan ras Vestan" ujar bayangan itu.

Kata-kata bayangan itu tak dapat dimengerti satu katapun olehku, Apa itu gugur?.. Apakah itu sama dengan mati?. sayangnya aku terlalu takut bertanya, terlalu takut bahkan untuk memalingkan wajah dari topeng putih itu. Tiba-tiba entah kenapa mulutku bergerak, mengeluarkan suara dari keongkonganku yang kering. Perbuatan yang membuat diriku sendiri bergidik.

"Apa kau hantu!!!" cicitku seperti ayam.

"Hantu?? kenapa kau berfikir demikian" dia merendahkan tubuh hingga wajahnya setinggi wajahku.

Mendengar suaranya yang dalam namun tenang, ketakutanku sedikit memudar. Hanya sedikit!!! Setidaknya dia bukan hantu.

" Jika bukan hantu lalu kau a..Apa? Malaikat?"

Dia berbisik "Malaikat? setelah kupikir kurasa hantu lebih cocok... . kami hantu yang senantiasa berperang demi kehormatan krajaan. Hantu yang telah gagal dalam pertempuran, namun telah memenangkan perang yang lain. tapi ini sudah terlalu larut untuk cerita, sayang. Aku akan menceritakan lebih lanjut, tapi lain waktu ya sayang, sekarang tidurlah"

Dia mulai menyanyikan lagu tidur. Lagu yang terus aku ingat... Lagu itu membuatku mengantuk, ketakutanku sekarang sudah hilang. Hanyut bersama dengan rasa kantuk yang datang. Hilang bersama dengan keberanian. Menguap bersama cahaya, Memudar bersama kegelapan.

Selama bertahun-tahun aku mengira semua ini hanyalah mimpi. Mimpi masa kanak-kanakku yang konyol. Ayahku meninggal? Konyol!! Bukankah aku memang tak pernah memiliki ayah!!

Tapi ada bagian dari diriku yang mempercayai kejadian itu. Sebagian diriku mempercayai hal itu nyata... dan dalam masa yang bergejolak, topeng yang selalu menghantui malamku itu hadir kembali. Hadir dimana-mana, di koran dan di dinding, menggantung dengan wajah mengerikan.dibicarakan di seluruh kota dengan nada takut dan gusar. hadir dengan nama "Emile, sang pemberontak dari Vestia".

Ini adalah catatanku mengenai pristiwa yang kemudian di sebut pemberontakan Vestia Kedua. atau lebih dikenal dengan nama "pristiwa Bellion"

namaku Veis Scarr..

Your rating: None Average: 4.8 (4 votes)
dikirim neko-man 12 minggu 6 hari yang lalu
Tag: