Darah dipucuk mawar
menetes diatas meja
meresap sampai akarnya membengkak
memerah memerah
merekah
perihnya terasa 'disini'
"disini..."
....................katamu..........
"Maafkan aku ya...maaf ya rei.."
satu kalimat itu
terus tersimpan dijantung mawar
tanpa sanggup dilepaskan sama sekali
Sungguh..
maafkan aku
maafkan rona merah ini
maafkan mawar gila ini
sungguh maafkan diriku ini
darah dimeja itu tak ada yang menyaksikan
darah dimawar itu bukan aku yang meneteskan
kamulah itu
itu darahmu yang meleleh
banyak sekali
dan panas
dan aku....hanya bisa membengkak
melihatmu mati terpojok tercincang disana..
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
permintaan maaf iank dalam..
nice
mampir ketempatq yah..^^
Subjek dalam puisi tidak jelas.
tulisanmu banyak bertutur tentang pertikaian. nuansa hati atau hanya buah tangan semata.
begitu ya?hmm...memang aku sering ga jelas kalau bikin puisi..^^tapi...semakin ga jelas justru aku semakin suka...thanks kritikannya!^^
Tak mengerti apa yang kamu maksud
tapi Kepp GoiNG
Sip dah bikin orang penasaran
aq sk bgt puisimu Nozomi..
keren..
Puisi yg bagus skali...
Penuh kedalaman rasa dan kelebat2 galau tak berdaya..
Hehe..sepertinya yg ini akan sangat greng ketika dibacasuarakan di atas pentas..akan lbh berasa maknyossss...
^_*
Lam Kenal...
yang jelas bukan mawar hitam kan..ok deh
Ssst... Jangan bilang siapa-siapa ---> http://kemudian.com/node/175572
puisi yang bercerita..
aku suka..
hehe masalah profil emang adanya seperti itu mbak..
Aku membacanya berkali-kali..
Tapi tetap saja mawar itu berdarah..
Merah...
Panas....
Gomenasai mo iranai yo...