Jika merajang sesyair puisi pertanyakan berjawaban
Semestinya ditengok langkah sehidup menggenggam bekalan
Jika melerai sesyair bersebrangan pertanyakan searah tujuan
Semestinya ditengok latar sehidup mengurai riak adaban
Tangan jangkau pikir mengulah hati merekah?
Atau akal menggigil rasa melengah pedang pun menjengah?
Adakah tertanya lubuk menyirat menggaduh kecamuk memucuk?
Atau hanya searah ingin dimaksud merujuk peluk semabuk?
Air pun memancar melenggok ke semua arah melantun alam
Menggenggam bumi memetak tanah menebar semi membuncah polah
Tak lupa membecek hati meluap samudera mengamuk sepanjang kelam
Masihkan dipersoalkan dulangan sajak kepakan kalap angin menggubah?
Jika Dia hanya pada pentas religi cenderung terasi dan mengaku-Nya!
Lalu di mana onggokan sampah romantisme gila mencari pemilik-Nya!
.......
Semestinya lagi direlakan tangan sesyair menjulur menggerayang alam!
============
jul0908, sby
*tanya-taklisan-berjawab#
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Assalamualaikum?
Memang beda tanggapan dari masing-masing pembaca mbah, kalau kita mengikuti selerah mereka itu akan berpengaruh dengan tulisan kita dan membuat ketidaknyamanan dalam menulis puisi.
Bismillah Mbah.... Berkarya terus ya....
kosa kata yang masih agak aneh mbah (karena keterbatasanku)
yang kuingat "anak -polah- bapak kepradah" hehe..
bagus Mbah..
sesyair debu
menggebu rindu
bertemu RADJA RINDU
pesannya cukup dalam mbah.. ayolah, mbah kyax ga perlu nulis "maaf klo ga berkenan" mksdq seni itu biasan hati kan? jadi apa salahnya jika orng nulis skhendak hati dan pola yg brbeda.. dan tlisan mbah ga prnh nyinggung sara. mungkin sdkit bingung buat kata pemilik-Nya.. apa sebaiknya ga "pemiliknya" saja?hew3
iya MbahYus.. setuju.. semestinya relakan saja tangan sesyair menjulur menggerayang alam, entah itu karena akal menggigil rasa, atau karena lubuk tersirat gaduh, mungkin juga dirujuk peluk semabuk... biarkan penyair mendulang sesyair...
aku bingung mbah
aku belum faham mbah
aduh mbah kpala tambah pusing mbah
maaf ya mbah
habisna cucu masih kurang makan asam garam perpuisiaan, jadi mohon bimbingan sama mbah
ampun mbah
jangan marah ya
peace mbah
kaborrrrrrrrrrrrr
tapi apa ini tidak menjungkirbalikkan kaidah, mesti tidak boleh juga untuk 'skak-mat' dalam percarian ?
Aku rasa puisi-puisimu selalu berirama, dan selalu membuat diriku suka.
Btw, k.com lagi error nich gak bisa posting cerita, ada tulisan fatall error, kenape tuh ya?
adoohh...dalem...jadi bingung
ngikut kabuuurrrr.....(*sambil pegang kepala karna pusing)
DOENG>_<
nemu lagi puisi bagus yg gk sy ngarti..
mngkin krna keterbatasn otak sy yg suka ngadat. makanya puisi2 bgs mbah.jd krng dimengerti...
mohon bantuannya mbah,biar kalau-kalau sy mampir disini. sy sudah mengerti apa makna dan pesan yg ingin disampaikn dalam puisi mbah..
maap kan diriku yg tk bisa mengerti puisimu yg indah dan berirama..
hehe..peace!!
Ssst... Jangan bilang siapa-siapa ---> http://kemudian.com/node/175572
KeRen..
WaLaupun aku ga ngeRti,hehe..
Peace..~_^
puisi mbah yus lari teramat kencang..
pembaca lari mengejar-ngejar barisan kata-katamu mbah.
dan aku terengah engah.
huff...
*ayoo mbungkule endi? kekekeke....
nice-
aku kyknya sama tu ma Gheta, terengah engah syaraf ku ini menafsir maksud dari setiap katanya.
tapi aq msh berfikir justru disini intinya, bukan salah puisi tertulis, tapi apalah daya hamba tak kesampaian.
Penyebutan Dia, Nya dan Nya saja yg kupikir merusak rangkaian indah ini..
bagusss........
siapa yang bertanya-tanya?
hingga menggugahmu menari-nari lagi....dengan bentuk beda tersaji kini???????????
heheheh muup mbah...daku selalu jail pikir...