jika menulis puisi cuma satu keinginanku -jangan sampai menyamai apa yang termuat di Quran. itu yang membuatku ciut menulis puisi. jika punya keinginan menulis puisi sebaik yang termuat di Quran. mudah-mudahan saja tidak.
namun sungguh segala komentar akan sangat bermanfaat bautku. terima kasih. sekaligus kasih untuk Dewi dan Aura. sesekali janganlah melihat buku dari sampulnya.
"semalam tuhan muncul lagi di televisi
menebar senyum sekaligus menebar kecemasan,
dengan janggutnya dan sorban tinggi membumbung, berikrar:
"enyahkan semua kesesatan
lenyapkan semua ajaran sesat
karena kalian ingin hidup selamat
ikuti saja kataku dan petunjukku
tanpa tanya!"
lagi-lagi tuhan muncul di televisi
setelah pasukannya membakar panggung terbuka
dengan janggutnya dan sorban tinggi membumbung, bernazar:
"tak ada tempat buat mereka yang berbeda
perbedaan telah nyata di depan mata
karena kalian ingin hidup sentosa
ikuti saja perintahku dan langkahku
tanpa beda!"
tuhan lagi-lagi muncul di televisi
dikawal sekawanan polisi sebagai pesakitan
dengan gagah menampakkan gigi:
"kamilah pembela sejati!"
sedang Tuhan masih saja sendiri:
"tak butuh diriku"
"tak butuh dirimu"
"tak butuh kalian"
"tak butuh mereka"
tak butuh pembela sejati
apalagi!
malang, 10.06.08
dikirim avian dewanto 13 minggu 13 jam yang laluTag:









