JALAN PULANG

122
points
"

Setiap orang pasti akan bangkit ingatannya jika ia menekuni beberapa hal yang pernah ia jalani. Just like me, ingatanku bangkit saat pulang ke rumah nenek tempat aku dibesarkan dulu.

catatan:
*cumulus: Nama jenis awan yang bergumpal, mampat dan menjulang. Bagian atasnya seperti tonjolan-tonjolan menyerupai bunga kol dengan garis batas yang yajam dan tegas.
*sirrus: Adalah awan yang tampak tersusun dari serat lembut dan halus, berwarna putih mengkilap bagaikan sutra, serta tanpa bayangan sendiri. Sirrus merupakan awan tinggi (diatas 6000 meter) yang terdiri atas kristal es.
*stratus: adalah awan yang tampak seragam dan berwarna kelabu. Terdiri atas tetes awan dan biasanya menimbulkan gerimis sampai hujan.

"

Jalan ini penuh kenangan, sampai kini terajut indah dalam ingatan. Hanya sebuah jalan kecil menuju perkampungan yang hanya selebar dua meter. Jalan kecil memanjang dengan sawah yang ditumbuhi tanaman kangkung dan bunga-bunga bakung di sisi kirinya, dan sebuah tembok memanjang sepanjang jalan di sisi kanannya yang memisahkan dari jalan raya.

Di jalan ini, sembilan tahun yang lalu, aku bersepeda dengan kecepatan tinggi, ditemani nyanyian burung-burung gereja yang beterbangan seolah mengiringi. Yang paling kuingat adalah sejuknya terpaan angina di wajahku dan harum bunga bakung yang menyelingi.

Menuju turunan di jalan ini, kayuhanku semakin meninggi. Aku memang terobsesi dengan euforia ketika sepedaku menurun dengan kecepatan kilat, seolah jantungku turun ke perut, rasanya campuran antara menegangkan dan geli.

Kadang kecepatan sepedaku sedang. Aku mengayuh dengan wajar, membelah jalanan sambil merentangkan kedua tanganku dan membiarkan angin mendinginkan seluruh tubuhku, seolah hendak ku peluk.

Kadang aku hanya bersepeda saja, menjalankannya lurus sambil menengadahkan wajah, menantang sinar mentari yang meradang sambil takjub memandang gumpalan-gumpalan awan putih yang berarak dengan latar belakang langit biru dalam. Pikiranku melayang terbang menuju awan, mencoba menebak-nebak, inikah cumulus*, atau inikah sirrus*, atau inikah stratus*?

Jalanku pulang, sembilan tahun kemudian. Aku berjalan menjajaki jejak-jejak kenangan. Banyak yang hilang, banyak yang berubah. Sawah-sawah kangkung berganti rumah, bau bunga bakung seolah tenggelam ke tanah.

Jalanku pulang telah berganti wajah. Kenangan lama yang tertinggal kini hanya bisa kugambar dan kusentuh melalui ingatan.

Your rating: None Average: 7.6 (16 votes)
dikirim kenary 12 minggu 2 hari yang lalu
Tag: