Xro Prince (skenario)

85
points
"

Salah satu yang tertulis di title halaman K.com adalah Script Film. Nih, aku posting script film beneran. Bukan film sembarang film. Ini adalah salah satu proyekku untuk mengangkat kisah di Masa Koloni (yang juga diceritakan dalam novel KISAH. Biar lebih ngeh, baca di sini.)
Ini adalah bibit dari film animasi 3D yang sedang kurencanakan. Terdengar ambisius memang, karena selain ini 3D, dibuat di Indonesia, dengan modal pas-pasan, dan semua software-nya yang dipakai akan berbasis FOSS (seperti Linux, Blender, MakeHuman, dan Rosegarden).
Namun, aku tetap tidak sabar menunggu respon para calon penonton film ini nantinya (halah, terlalu berharap). Selain tak sabar menunggu respon, aku juga yakin, pasti sedikit (bahkan tidak ada) PH di Indonesia yang berani memproduksi film jenis ini. Jadi, rasanya percuma jika ditawarkan ke PH-PH. Dari pada tidak diproduksi menjadi film (kemungkinan akan selalu ada, misalnya aku mati besok atau bulan depan, dan tidak sempat membawa naskah ini ke tahap lebih lanjut), lebih baik dijembrengin saja di sini, meskipun hanya sedikit bagian pembukaan (dan mungkin tidak akan bersambung, meski ditulis bersambung, hehe).
Aku harap, teman-teman tidak bingung membacanya (karena, yah, beginilah beberapa bentuk naskah film, terutama di Hollywodd -- aku pake software LyX yang FOSS itu). Dan bagi teman-teman yang sekiranya mengerti dalam teknis merangkai skenario film atau sinetron, tolong koreksiannya. Teman-teman yang lain juga aku harapkan kritik dan sarannya.
Akhir kata, terima kasih atas apresiasinya. Maju terus dunia sastra dan perfilman di Indonesia.

"

INT. = interior EXT. = eksterior VO = voice over
FADE IN: HITAM
Sebuah kotak kecil muncul di tengah-tengah monitor. Sebuah batangan proses di dalam kotak tersebut terus bergerak dari kiri ke kanan oleh warna hijau bercahaya. Setelah batangan proses tersebut terisi penuh, tampilan monitor sontak berubah, dipenuhi oleh grafis-grafis berwarna hijau, biru, dan ungu.
RHOUNA (VO)
Tahun 236 Masa Koloni. Peradaban semakin berubah dengan ditemukannya ion. Ion adalah makhluk elektronik yang memiliki kepintaran buatan. Beberapa di antara mereka memiliki tubuh seperti manusia, dan beberapa lainnya hanya sebagai program di seperangkat komputer.
INT. SEBUAH LABORATORIUM TERTUTUP - CAHAYA LAMPU
Lima buah lengan mesin memperbaiki sesosok tubuh besi di atas sebuah meja yang juga terbuat dari logam. Tinggi meja itu setara tinggi pinggang pria dewasa berpostur ideal. Warna sosok besi itu kuning keemasan.
RHOUNA (VO)
Saat ulang tahunku yang kedelapan belas, aku dihadiahi ion oleh ayah. Namanya O. Ia begitu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tapi entah mengapa, aku sama sekali tidak menyukainya. Hingga kini.
Kamera berada di langit-langit laboratorium, pelan-pelan menyorot wajah robot itu. Semakin dekat dan semakin dekat.
FADE OUT
FADE IN:
INT. KOKPIT PESAWAT PRIBADI PUTRI RHOUNA - LUAR ANGKASA
Kamera menyorot wajah sebuah ion yang tengah mengendalikan pesawat pribadi tersebut. Namanya O, yang juga sebelumnya terlihat diperbaiki oleh lengan-lengan mesin di sebuah laboratorium.
Di kursi belakang, duduk seorang gadis dengan wajah redupnya. Namanya adalah Rhouna, putri Ketua Dewan Koloni Ambires. Rambutnya yang panjang, dihiasi oleh beberapa gelang rambut berbahan sintetis mirip logam. Di gelang itu, terukir relief yang diisi warna biru bercahaya seperti laut. Begitupula dengan bando yang ia kenakan, yang lebih mirip mahkota tanpa duri.
Sementara itu, pakaiannya sendiri tidak menunjukkan bahwa ia berasal dari keluarga terpandang, terlebih putri seorang Ketua Dewan. Ia tidak mengenakan gaun, melainkan sebuah seragam berwarna biru langit. Di dada kiri, tercetak cukup jelas sebuah lambang armada militer milik Koloni Ambires.
O
Apakah Tuan Putri tidak enak badan?
RHOUNA
(Bersuara pelan.)
Apakah aku terlihat tidak enak badan?
O
Tuan Putri terlihat muram.
RHOUNA
Ayah mengganggu sesi latihanku hari ini.
O
Aku hanya ingin mengingatkan Tuan Putri sekali lagi. Jika ayahanda Tuan Putri sampai tahu bahwa selama ini Tuan Putri mengikuti sesi latihan militer di Gerbang 07, ayahanda Tuan Putri sudah bisa dipastikan akan sangat marah.
RHOUNA
(Mengangkat wajah dan melarikan matanya ke sebuah stasiun angkasa yang semakin menjauh, Distrik 10, tempat tinggal Putri Rhouna.)
Hanya itu lokasi bermain terdekat dari flatku.
O
(Memelankan suaranya.)
Oh....
(Tiba-tiba, berkata penasaran.)
Oh iya, Tuan Putri. Kira-kira, apa yang membuat ayahanda Tuan Putri memanggil kita ke Distrik 18? Apakah Tuan Putri ulang tahun?
RHOUNA
(Menjawab dengan nada tak peduli.)
Kau tahu hari ulang tahunku, O.
O
Oh iya. Ulang tahun Tuan Putri masih dua bulan lagi. Tapi, apa yang membuat ayahanda Tuan Putri memanggil? Biasanya, ayahanda Tuan Putri langsung menemui kita di Distrik 10. Sekarang, malah kita yang disuruh pergi, ke Distrik 18 pula.
RHOUNA
Mungkin, ayahku sudah menemukan pengganti O.
O
(Terdengar kaget.)
Apa? Tuan Toros sudah menemukan penggantiku? Aku tidak akan pernah mau mengakui itu. Menemani Tuan Putri adalah pekerjaanku. Aku adalah pendamping Tuan Putri yang paling cocok.
(Menoleh ke belakang. Menatap Putri Rhouna.)
Tidak boleh ada ion lain yang menggantikanku...!
RHOUNA
(Tetap terdengar tidak peduli. Semakin menyandarkan punggungnya ke kursi.)
Terima saja. Dan ingat, perhatikan terus di depan pesawatmu.
O
(Segera berputar kembali melihat ke depan.)
Maafkan aku, Tuan Putri.
Baru beberapa detik setelah O memegang kendali pesawat, O dibuat terheran oleh sesuatu. Sedikit demi sedikit, pesawat sepertinya mulai berbelok ke arah yang tidak semestinya. Dari kaca kokpit, tampak Distrik 18 semakin jauh. Pesawat malah mendekati sebuah planet yang tak begitu jauh dari sana.
O
Tuan Putri?
RHOUNA
Ada apa?
O
Apa ini hanya perasaanku saja? Kita sedikit demi sedikit menjauhi Distrik 18.
RHOUNA
(Mengalihkan pandangannya ke Distrik 18. Distrik yang semula tampak tepat di depan mereka itu, kini semakin bergeser ke sebelah kiri.)
Kita memang seperti menjauh.
O
(Menarik dan mendorong tuas kendali beberapa kali.)
Tuan Putri. Kendali pesawat juga sepertinya tidak merespon.
RHOUNA
Paling hanya temporer.
O
(Terlihat panik, menarik tuas kendali beberapa kali dan memencet beberapa panel di dasbor.)
Mengapa harus terjadi sekarang? Mengapa harus terjadi? Ah, navigasi dan komunikasi semuanya tidak berfungsi. Aku sudah benar-benar tidak dapat mengendalikan pesawat ini.
RHOUNA
(Masih bisa tenang.)
Matikan saja mesinnya.
O
(Memegang kepala dengan kedua tangan. Semakin terlihat panik.)
Tidak bisa! Akses untuk mematikan mesin juga tidak ada!
(Menoleh ke belakang.)
Lagi pula, jika bisa dimatikan, kita sudah terlalu dekat dengan Planet Merah! Kita bisa ditarik gravitasi planet itu!
EXT. LUAR ANGKASA - DI DEKAT PLANET MERAH
Pesawat pribadi milik Putri Rhouna telah berada di orbit Planet Merah.
RHOUNA (VO)
Tapi jika mesinnya mati, kita tidak akan jatuh dengan cepat.
Tiba-tiba saja, kedua mesin pendorong pesawat menyemburkan tenaganya. Pesawat melesat semakin cepat menuju Planet Merah.
INT. KOKPIT PESAWAT PRIBADI PUTRI RHOUNA
O
(Memegang kepala.) Panik
Kita akan menabrak planeeeeet!
RHOUNA
(Meremas kedua tangan.)
Kakak....
EXT. ATMOSFER PLANET MERAH - SIANG
Pesawat pribadi Putri Rhouna akhirnya menyentuh lapisan udara Planet Merah. Untuk beberapa detik, kubah api yang sangat besar menyelubungi tubuh pesawat serupa capung tersebut, lalu menghilang.
INT. KOKPIT PESAWAT PRIBADI PUTRI RHOUNA
Sebuah pesan peringatan muncul di sebuah monitor navigasi.
MONITOR NAVIGASI
Peringatan! Pesawat berada di medan bergravitasi.
O yang semakin panik, mencoba untuk yang kesekian kali menarik tuas kendali. Tak disangka, hal itu berhasil. Moncong pesawat terangkat sedikit.
O
Syukurlah, pesawat sudah bisa dikendalikan.
EXT. ATMOSFER PLANET MERAH - SIANG
Pesawat terus meluncur sembari O berusaha mengendalikan keadaan. Pelan tapi pasti, pesawat akhirnya mencapai posisi stabil di atas lapisan awan.
INT. KOKPIT PESAWAT PRIBADI PUTRI RHOUNA
O
(Mempersiapkan sesuatu dengan menekan beberapa tombol di panel-panel dasbor.)
Pesawat ini tidak bisa lepas dari tarikan Planet Merah. Jadi, kita akan mendarat di planet ini.
EXT. ATMOSFER PLANET MERAH - SIANG
Pesawat pun perlahan mengurangi ketinggiannya dan memasuki lapisan awan.
FADE OUT
FADE IN:
INT. KAMAR PUTRI RHOUNA DI DISTRIK 10 - LUAR ANGKASA
Sebuah tanda panggilan masuk terpampang di monitor di atas meja belajar Putri Rhouna.
MONITOR
PANGGILAN MASUK AUDIO PEMANGGIL: TUAN TOROS
(Muncul tulisan baru setelah tiga kali tulisan tersebut berkedip.)
MESIN PENJAWAB OTOMATIS TELAH DIAKTIFKAN!
MESIN PENJAWAB (VO)
Mohon maaf, Rhouna Toros saat ini tidak ada di tempat. Silakan untuk menghubungi komunikator personalnya atau hubungi saluran ini beberapa saat lagi. Jika ingin meninggalkan pesan, tekan tombol Record dari perangkat penghubung Anda.
Setelah itu, sunyi. Panggilan terputus.
MONITOR
PANGGILAN MASUK AUDIO SELESAI REKAMAN: TIDAK ADA
INT. RUANG KERJA TUAN TOROS DI DISTRIK 18 - LUAR ANGKASA
Sebuah bingkai foto terpajang di salah satu sisi meja kerja Tuan Toros. Di dalam bingkai itu, terselip foto putrinya, tersenyum manis dengan setangkai bunga di tangannya.
TUAN TOROS
(Kaget.)
Apa maksud kalian? Bagaimana mungkin putriku menghilang dari Distrik 10?
Tuan Toros kini tengah menghubungi seorang operator di Pusat Informasi dan Kendali Distrik 18. Sebuah monitor menampakkan gambar seorang wanita operator yang ia hubungi. Monitor itu terproyeksi transparan di atas meja kerjanya, dibalut dalam bingkai persegi datar berwarna hijau berpendar.
OPERATOR
Ini menurut Pusat Informasi Distrik 10, Tuan.
Transaksi terakhir ID Card milik Tuan Putri adalah 30 menit lalu, di Hangar 2 untuk meninggalkan Distrik 10. Dan sejak itu, Tuan Putri belum tercatat kembali untuk masuk.
TUAN TOROS
Pasti ada yang salah. Putriku tidak pernah meninggalkan distrik, kecuali bersamaku. Aku ingin keberadaan putriku dicek sekali lagi. Cobalah untuk mengecek di semua distrik.
OPERATOR
Tunggu sebentar, Tuan.
(Mengetikkan sesuatu di komputernya.)
Baiklah, datanya sudah masuk. Dengan sangat menyesal, kami tetap tidak menemukan Unique ID milik Tuan Putri. Di distrik manapun tidak terlihat.
TUAN TOROS
Putriku tidak mungkin pergi begitu saja ke luar distrik, terlebih tanpa sepengetahuanku. Aku ingin kalian memeriksa kembali catatan ID-nya. Kalau perlu, kalian lacak keberadaan pesawat pribadi putriku dan juga alur komunikasi yang masuk ke konektor miliknya.
OPERATOR
Secepat itu? Apakah Tuan Putri dinyatakan hilang?
TUAN TOROS
Ini adalah permintaan pribadi dari orang tua.
OPERATOR
Baik. Akan kami usahakan. Permisi.
Gambar operator itu pun menghilang dari monitor.
Untuk beberapa saat, Tuan Toros merenung di ruang kerjanya.
TUAN TOROS
Di mana kau, Rhouna?
FADE OUT (bersambung)

Your rating: None Average: 7.7 (11 votes)
dikirim dirgita 12 minggu 2 hari yang lalu
Tag: