Aku kembali dari liburanku ke bulan. Ya, lumayan lah, jalan-jalan ke negeri lain. Sebagai hadiah yang tertulis di balik bungkus kopi yang saban hari ku minum. Cara menyebalkan dari satu tim marketing untuk mendongkrak penjualan. Tapi anehnya, aku senang dengan tipuan mereka. Walhasil kalau dihitung-hitung, satu kontainer sudah kopi berbungkus hadiah langsung itu ku beli. Maka aku mendapat hadiah langsung pergi ke bulan, sisa nya cuman tulisan "COBA LAGI".
Read more (500 words)
Aku senang pergi ke bulan, karena ingin merasakan bagaimana jika hidup tanpa wanita. Mmmm... Sebenernya, akal akalan saja sih, karena tidak ada tempat lain yang perusahaan kopi itu tawarkan kepada pelanggannya. Aku juga tidak tau kenapa? padahal hadiah umroh ke Mekah, berlibur ke Jerusalem tentu lebih mengundang. Lah, ini... malah pergi ke bulan. Apa ga sekalian saja, hadiah pergi ke surga.
Halah...
Di bulan, aku berlibur seminggu. Dan benar-benar menikmati apa arti wanita bagi pria. Cewek bagi cowok, jablay bagi jabley... Ja, okashi na!!
Secara sadar berdasarkan pengetahuan biologi, pelajaran yang sebenernya aku tak sempat kuasai, aku berpikir tentang pengandaian manusia dengan mahluk lain. Apa yah istilahnya? perhewanisasi terhadap person... mirip-mirip personifikasi terhadap tumbuhan gitu deh... e cosi!!
Wanita itu lebih mirip kepada serangga sebenernya. Aku menggaruk garuk kepala, dan sesekali mencubit hidungku. Membaca buku tentang serangga ternyata bisa menghabiskan waktu bermenit-menit.
Wanita itu memiliki feromon (zat yang digunakan untuk menarik lawan jenisnya), mirip dnegan serangga. Itulah sebabnya, entah kenapa, wanita selalu tampak menarik dari segala sisi. Atas, kiri, kanan, depan, belakang, apalagi bawah ... heeeeeee, apa iya?
Dan itulah sebabnya, kenapa sebagian orang menyarankan para wanita untuk berpakaian tidak mengundang... ya karena feromon itu lah. Yang tentu, hanya tercium oleh kaum lelaki. Wanita juga sering bergerombol, yang dengan gerombolannya itu sering mendengung sejadi-jadinya.
Aku mengingat ingat kejadian lucu di rumah ketika seorang "serangga" terus mendengung tentang cara hidupku yang penuh dengan kejutan di matanya. Ya, kalo pacaran kan cuman bulan promosi... yang bagus segala sesuatu dikemas lebih manis.
Mereka, para "serangga", ada yang bukan main menariknya dengan perubahan wujud yang tak bisa dibayangkan sebelumnya. Sebuah metamorfosa. Saat ini begini, saat itu begitu.
Dan satu lagi yang harus digaris bawahi... kesenangan mereka untuk berdiam diri sementara waktu, serta kekuatannya untuk bergerak lincah ke sana kemari...
Aku membuka halaman demi halaman kembali. Kali ini aku lihat sebuah hewan yang lebih ganas.
"Lah ini nih"
Nah, kalo lelaki lebih mirip dengan hewan pemangsa. Mereka mencari makanan lewat hidung. Mengendus endus, memancungkan hidungnya. Banyak dari mereka kemudian mendapat predikat hidung belang. Jorok sih... Kotor jadinya hidungnya...
Sebagian mereka bertingkah laku seperti buaya, diam diam lalu mencaplok. Ada juga yang seperti harimau, tanpa tendeng aling aling, dekati dan hajar.
Fisik adalah salah satu daya tarik sang "hewan pemangsa" ini, tanpa itu mereka mungkin kurang terlihat menarik.
Disamping hubungan tentang perumpamaan itu, aku lebih senang mengaitkan pria dan wanita sebagai subjek dan predikat. Tanpa keduanya tak akan tercipta sebuah kalimat...
---
Tapi akhir-akhir ini, aku sedikit bingung, apakah ada kawin silang antara serangga dan hewan pemangsa ? karena segala sesuatunya sudah sedikit berbeda.
Apakah sebuah kalimat, menjadi melilit, semakin tak bisa dimengerti ?
Barangkali aku harus ke bulan lagi. Setidaknya untuk berpikir tentang kiamat yang konon ditandai oleh prilaku pria dan wanita.
---
Dan aku pun kembali berpikir seadanya... Jalan pikiran seseorang, bisa juga dipengaruhi pola kerjanya. Lah kalo kerjanya santei, pikiran juga jadi santei... bukan begitu bos?
"Hmmm... maksudnya?"
Sang bos yang ketauan baca-baca tulisan di K.com menjaga imej.
imr_aja
Be the first person to continue this post
bagus banget perumpamaannya...
selama ini aku selalu berpikir kalo cara pikir kita yang mempengaruhi pola kerja kita...apa aku salah???
emang idungnya diapain ampe bisa belang ??? hehehehehehehe
btw mas imr agak sdikit selip yaaahh di beberapa kata...mungkin lagih sdikit smangat or malah lagih ngantuk hehehe....
perhewanisasian yang sangat bagus sekali massss....saluuuuttt
bukannya reptil?
bagus, bagus
perumpamaan yang bagus.
pas banget malah ya?
serangga.. ya...
wakakakkak...
IMR ada-ada aja..
Tapi keyen kok
keep writing ya
jangan suka nglirikin serangga disebelahmu ya...
wakakakakkakak
...selalu unik. bagus!
^_^
oke.. oke.. seperti biasa, ide yang fresh!
soal insektisida... wah ga mempan euy, percuma ^_^
to : KD
reptil? lidah bercabang dua? gahahaha... kalo itu kasus khusus kali.
to : windymarcello
ya, ga salah kok...
kayak gini deh, listrik bisa membentuk medan magnet, begitu juga sebaliknya. Yang jadi masalah adalah gimana kondisinya supaya begitu, dililitkan? bentuk kumparan dll... hallaaaaaaaahh
love it,
btw, da nemu "insektisida" buat "serangga" di cerita ini belum?
^^
Setubuh.. eh.. setujuh...dengan perumpamaan yang diungkapkan imr_aja.
Memang itulah adanya.