Dia bertanya,
"dimana jiwa saat diinginkan?"
Jiwa tidak di sana...
bukan untuk pergi
hanya saja kadang dia tidak ingin menampakkan diri
Dia bertanya,
"dimana hati saat ingin kugenggam?"
Hati sedang berjalan...
mencari tahu apa yang seharusnya diketahui
sambil sesekali mencoba melucuti diri
Dia bertanya,
"lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Diam, dan berharaplah...
berharaplah dia tidak pergi,
berharaplah dia tidak melangkah jauh,
berharaplah hatimu tetap mengikutimu,
berharaplah jiwamu tidak membiarkanmu berlalu
Diam, dan berharaplah...
berharaplah dia memang milikmu!
Rating
Comments: 15
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
thanks buat komen2nya temen2, ini pengalaman pribadi, hehehe, jd semacam agak main hati =P
iyaiya..
sedang kulakukan. #o
"berharaplah dia memang milikmu"
ah, nyatanya bukan. :(
kenapa hanya berharap?? apakah dengan berharap semua akan bisa terwujud..?? i don;t think so.. :? jadi kejarlah dia ;)
Dalem bangeeet.. keren euy
Ini puisi ke 2 bagus nih!!! tetep, aku lebih suka yang -dia- itu, hahahahhaa, Ayo, keep posting!!! Baca karya2ku juga ya ^^
hati yang berjalan....Hei mau kemana???HEI???HEI,HATI!!!KEMBALIIIII!!!!
hahaha
hatiku? dimanakah hatiku? tolong kembalikannn.....
Hati jalan-jalan naik apa ya...he...5x
smoga ga kabur hatiku..hehe
sayang mbak, padahal aq sampe asik banget dari bait 1 sampe 3 tapi kok seterusnya malah tergerus sendiri
Secerah suatu cinta tertandus di padang harapan ketika hati timbul tengelam dan terapung di dalam biasan bayangan cinta ...(satu huruf berubah wujud ,hilang ke metafisikaan nya ...) secerah kok jadi segerah.
alam ketepian yang lapang/
pada tetiap dayu mendayu/
apakah sesak tetap menyalak?
:D
salam.
karya2 kakak memang bagus banget!
serasa sedang membaca karya khalil gibran,
suka baca khalil juag?
thanks buat semua komen yang ada.
YOU ARE ALL THE BEST!
bener2 belajar dari temen2 semua,
again... thanks... =]