Sorry banyak kata yang salah ketik, ceritanya juga berhambuaran.. Mohon komennya. Ini bukan cerita horor kok! Komen donk! Masih pemula sih..
"Aku sedang berada di ruangan yang remang-remang. Bulu kudukku berdiri, keringat dinginku bercucuran, mataku terbelalak. Terlihat sampah kertas yang berserakan di dekatku, tanpa basa-basi lagi aku melempar kertas-kertas itu ke layar komputer yang berwarna merah semerah darah.
Aku berteriak sekencang-kencangnya dan kembali lagi memperhatikan layar komputerku dan kemudian kubaca tulisan yang tertera disana yang bertuliskan :
DEATH E-MAIL
Aku adalah seorang pembunuh yang akan mencari korban pada tanggal 13. Setelah mendapat e-mail ini kamu akan menjadi orang yang ke-13 yang selanjutnya akan kubunuh!!!
Kembali teringat olehku kasak kusuk berita yang mengabarkan kalau ada 12 orang yan terbunuh tanpa sebab yang pasti. Tapi ada satu kesamaan yang dapat menjadikan bukti walaupun itu adalah bukti yang lemah. Yaitu : mereka sama-sama mendapat e-mail tanpa nama pengirim dan bertuliskan DEATH E-MAIL. Seperti aku sekarang ini.
Aku pusing, aku bingung, aku takut. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?
Kata-kata itu selalu memenuhi pikiranku, pikiranku kacau. Kali ini aku sangat ketakutan, benar-benar ketakutan. Wajahku pucat pasi, bulu kudukku masih berdiri, jantungku berdegup kencang. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah.
Tap... Tap... Suara langkah misterius memasuki apartemenku, tanpa basa-basi aku bersembunyi di bawah kolong meja. Walaupun takut-takut aku memperhatikan tanggal kalender hari ini. TANGGAL 13?
Aku semakin ketakutan, sementara suatu sosok telah memasuki apartemenku, SOSOK HITAM!! Aku sangat bodoh tidak mengunci pintu apartemenku. Aku tahu sosok itu tengah memperhatikanku sekarang.
"susah juga ya?" kata sosok itu sambil memperhatikanku, aku tahu dia akan datang. Aku tak berani menatap wajahnya, apakagi matanya! Tapi... Apanya yang susah? Susah membunuhku karena aku berada di kolong meja? Mungkin inilah akhir hidupku!
"kamu tidak usah takut padaku... Semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan." katanya berusaha menenangkanku.
Percuma saja! Apapun yang kau katakan aku tetap takut padamu! Sosok itu memperhatikan komputer dan menatapku kembali.
Setelah lama memperhatikanku, sosok itu mendekat dan menyodorkan bendanya yang runcing kepadaku. Aku semakin takut... TIDAAAAK....
" makanya kamu tuh, jangan nyari pekerjaan jadi pengarang cerita horor, gini deh jadinya kalo kehabisan ide! Tenang saja, Deadline-nya ditunda sampai minggu depan kok! Mumpung majalahnya belum terbit! Ingat ya, saya terima naskah cerita DEATH E-MAILnya minggu depan!"kata sosok itu yang kuketahui adalah editorku.
Pak editor kemudian menaruh pensil yang tadinya dia sodorkan padaku ke atas meja. Kini aku bernafas lega, sosok itu bukan lagi menjadi sosok mengerikan bagiku.
Aku memang selalu phobia ketika sedang kehabisan ide cerita apalagi cerita horor.
Tag:










