Hiks.. Akhirnya jadi juga.. Capek banget ngetik pake hp. Sebelum baca cerita ini baca juga PHOBIA ya? N jangan lupa komen yang banyak.
Whieldy mirza
"Aku sangat panik. Mungkin terlihat jelas di wajahku kalau aku sangat tidak ingin berada di tempat ini dan ada di sini. Tetapi, aku tak dapat lari dari kenyataan. Aku benar-benar berada di ambang kematian.
Terlihat olehku seorang anak kecil dengan gaun yang tadinya berwarna putih polos tapi kini telah dinodai oleh cairan merah... Aku tahu penyebabnya adalah perbuatanku sendiri.
Seorang anak kecil dengan rambut yang hitam legam terurai, berjalan kearahku sambil menundukkan kepala bagai orang yang sedang berduka cita.
Aku semakin panik saat anak kecil itu semakin mendekatiku. Dapat terlihat jelas kalau wajahku sekarang pucat pasi, tanganku berkeringat tapi terasa dingin. Dapat disimpulkan kalau aku sedang ketakutan.
" ini salahku sendiri!! " aku mungkin telah mengucapkan beribu-ribu kali kalimat itu dalam hati.
"SO..SORRY DE... I.. INI SEMUA SA..SALAHKU.I..ITU TERJADI TANPA DISENGAJA DE.. KUMOHON KAMU JANGAN SEPERTI INI!" Kataku gagap.
Anak kecil itu mengangkat kepalanya, kuharap dia mau memaafkanku. Tapi, yang kulihat hanya senyum sinisnya yang mengerikan bagi sosok anak kecil.
"KA..KAK.... Main yuk" katanya berjalan semakin dekat....dekat.... Dan akhirnya...
Aku terkulai lemas di lantai dengan cairan merah bagai darah pada pakaian yang kupakai hari ini.
Aku tahu ini akan terjadi, aku tak dapat lari dari semua ini. Ya... Aku siap... Aku siap...
"ADE......... Kenapa sih! Kamu nyiram baju kakak dengan cat merah! Nanti di marahi mama! Kamu tahu kan? Kalo mama marah kita serasa kayak mau mati!"
"habis... Kakak yang duluan nyiram gaun putih kesayangan ade dengan cat air warna merah... Makanya ade balas..." kata adek sok imut. Yah... Biarlah aku siap dimarahi mama dengan baju yang berlumuran cat air merah ini. Tapi sebelum itu, aku kejar-kejaran dulu sama adeh. Ah... Indahnya kenangan masa kecil
dikirim Whieldy_mirza 11 minggu 5 hari yang laluTag:












