mencoba, untuk pertama kalinya. MUdah"an berkenan ^_^
Ingat, semua ini hanyalah fiktif belaka
hanya sebatas karya
Malam ini, sama seperti malam-malam sebelumnya. Bintang masih berpendar seperti kemarin. Bulanpun masih utuh, bulat dan terang persis seperti kemarin dan malam-malam sejauh sebelum ini saat kau masih disisi ku,Dik...
Angin masih berhembus dengan arus yang sama. Cukup ku pejamkan saja mata dan rentangkan kedua tangan maka kurasakan belaian angin cumbui setiap lekuk tubuhku,membuat bulu roma ku tegak. Ia berputar di atas kita,Dik... Tidakkah kau juga merasai sejuknya?
ILalang-ilalang yang tumbuh disisi tempat tidurmu, tapi kau tenang saja Dik, ia tak kan melukaimu sebab telah setiap hari kubersihkan lalang-lalang itu jadi mereka tak bisa melukai mu.
Apa kau dengar Dik, suara merdu daun-daun ilalang yang tertabrak arus angin? Merdu nian suaranya seperti simfoni indah yang akan mengantarkan hatiku kembali kehatimu.
Sudah empat tahun kita berpisah raga Dik, adakah kau rindu padaku? Ucapnya sambil mengelus lembut gundukan tanah yang ditatapnya penuh kasih itu.
Sampaikah sentuh hangat tanganku itu padamu?
Aku hampir-hampir lupa Dik bagaimana rasanya hangat kecupan mu yang mengalahkan lembut kecupan awan pada rembulan.
Tak pernah lagi pula ku rasai lezat masakan buatan mu walau lauknya sederhana cuma tahu dan tempe saja. memang hanya itu pulalah yang selalu kita makan.
Maaf Dik... Tak pernah makanan lezat-lezat ku bawa pulang untuk mu setelah pulang memulung. Kau tersenyum lalu memegang lembut tangan ku. Cuma itu selalu jawaban mu saat ragu hantui ku akankah bisa ku bahagiakan mu.
Dik, sekarang hidup makin susah. Tahu tampe saja sudah tak dapat lagi ku makan. Untung masih ada sisa-sisa yang bisa ku makan.
Oh,tidak Dik!!
Jangan, ku mohon jangan menangis!!
Tak dapat ku aafkan diriku sendiri kalau kubuat orang yang amat ku kasihi menangis.
Kau tenang saja Dik, sebentar lagi aku akan ada didekatmu. BIsa lagi memelukmu. Aku akan ada disampingmu. Orang-orang akan membuatkan tempat tidurku disini, persis disampingmu.
Gluduk Gluduk
Langit mulai gemetar
Angin-angin berlarian
Bintang-bintang sembunyi dibalik bulan
Bulanpun kalah, sinarnya terusir tenggelam dibalik awan muram
LIhat Dik, itu tanda dari Tuhan. Aku rasa Ia mengizinkan ku untuk bertemu dengan mu. Aku akan bisa lagi menggandeng tanganmu dalam diam. Seperti dulu, saat kita sepanjang hari menyusur jalan. Memulung.
==========================================================
Koran Pagi
Harian kota setempat
Diberitakan seorang pria meninggal. Arman (32) bukan nama sebenarnya, jasadnya ditemukan di TPU setempat diatas makam seorang perempuan bernama Aminah dalam keadaan basah kuyup serta baju yang kotor terkena lumpur. Diduga korban adalah seorang pemulung yang biasa memulung disekitar lokasi TPU tersebut. Rencananya korban akan dimakamkan siang ini di TPU yang sama tempat jasad ditemukan.
==========================================================
Kelam berganti fajar
Bulan berganti mentari pagi
Dingin menjadi hangat
Ada menjadi tiada
Kelopak-kelopak bunga kamboja
luruh satu persatu menyentuh lantai bumi
18-07-2008
Rumah abu"
Tag:











