MENJADI CANTIK

60
points
"

NI CERPEN YG KUTULIS SEJAK KELAS SATU SMA, DUH, BANYAK YG TERINSPIRASI SETELAH BACA CERPEN INI....

"

MENJADI CANTIK
OLEH, KHOIR ATTARUDDIEN

Bagaimana rasanya menjadi orang yang cantik ya. mempunyai tubuh yang enak dilihat ,kulit putih bersih ,hidung mancung, sepasang mata yang jernih . dan senyuman yang indah seperti Tata. Menurutku Tata adalah sosok impian semua remaja; putri kepala sekolah, ketua osis, berprestasi (Tahun ini Tata kembali terpilih mewakili kota sukabumi di pekan olah raga daerah sebagai atlet lompat tinggi). Aku tidak habis pikir kenapa seorang yang popular seperti dia mau berteman dengan ku yang jelek, gugup, minder, dan kurang pergaulan. Hingga guru dan para siswa pun mungkin tidak tahu kalau ada anak yang bernama Apriani di sekolah ini.

Waktu istirahat tiba adalah saat paling membosankan . Ketika anak-anak yang lain bersuka cita diluar, aku duduk sendiri di ruang kelas yang kosong. Aku merasa menjadi anak paling jelek saat ku coba untuk bergabung dengan teman-teman sekelas di kantin, seperti si itik buruk rupa yang kecil, hitam, dengan rambut berantakan dan dungu tengah berada di komunitas burung merak. Sebagai remaja putri, kenapa aku mempunyai rasa minder sebesar ini ya .Yang ada di benakku hanya; Ani jelek! Ani jelek! Ani jelek!. Bahkan di saat ulangan pun. masih saja otak ini berpikiran negatip.


"Ta, kenapa sih kulitmu bisa begitu putih ".Bisikku pada Tata yang tengah konsetrasi mengisi soal ekonomi.

"Dari tadi yang kamu perhatikan itu tanganku atau soal ulangan sih?". "Kenapa tanganmu putih banget Ta, apa rahasianya". Kataku tidak mempedulikan pak guru yang mulai curiga. Tata lalu menulis sesuatu di atas kertas yang isinya,


orang yang Berkulit putih belum tentu hatinya pun putih "Tapi kamu kan cantik, Ta". Kataku yang di balasnya dengan menulis, Dengan mensyukuri apa yang ada di datam dlrimu pun kamu sudah menjadi cantik Seseorang membuyarkan semua lamunanku dengan sapaannya yang ramah .Dari suaranya yang terdengar lembut aku tahu itu si cantik Tata. Sambil menunggu istirahat berakhir, kami mengobrol tentang apa saja yang kita sukai. mulai dari pengalaman Tata yang sering menerima surat cinta dari pengagum rahasia, sampai ke seorang produser yang tak henti menawarinya bermain sinetron. Apakah orang yang mempunyai wajah dan tubuh indah selalu dekat dengan keberuntungan, ya.

"Tapi aku ingin pokus ke Atletik, ke lompat tinggi. Impianku adalah bisa mewakili Indonesia di Olimpiade kelak". Ujar Tata berangan, matanya yang bulat terlihat lebih indah saat menatap jauh ke kedepan. Impian yang muluk memang, namun aku yakin Tata bisa mewujudkan mimpinya itu. Karena dia masih belia. masih banyak prestasi yang bisa di raih, seperti motto hidup Tata yang bunyinya: kecantikan adalah saat di mana bakatmu terkuak, dan potensi yang ada di dalam dirimu berbuah prestasi.

"Wah! Keren nih puisinya! ". Kata Tata antusias saat melihat kertas coretanku yang tergeletak di atas meja. "nggak nyangka kamu berbakat juga menulis. Boleh ya aku memuatnya di Mading."

"AH. Cuma coretan tak berguna kok . Kataku tidak ambil pusing.Semua orang juga tahu, tidak sernbarangan karya bisa di muat di majalah dinding sekolah. Walaupun Tata adalah pcngurus mading. tapi aku tidak yakin sepulang sekolah ini ia akan memuat coretanku yang katanya puisi itu.

Keesokan harinya, saat melintasi perpustakaan ku lihal sebuah puisi terpampang di mading. Berdampingan dengan karya photo anak- anak dari klur photograpi, klub busana yang memamerkan hasil rancangannya. dan artikel tenlang siswa berprestasi minggu ini yang di buat oleh siswa dari klub bahasa. Bayangkan bagaimana senangnya aku kala puisi yang selama ini selalu aku buang sehabis menulisnya di selembar kertas tiba-tiba di pajang di depan umum.Saat itu juga aku seolah menemukan diri yang sesungguhnya, dengan bibir tak lepas dari senyum aku berjalan menuju ruang kelas.

Seperti biasanya aku duduk sendiri di kursi paling belakang setelah tiba di kelas. Membuka buku dan mulai corat-coret.

"Kamu Apriani, kan? Bagus Iho puisinya ,banyak yang suka "seorang siswa dengan senyum amat manis berkata. "banyak yang menanyakan siapa penulis puisi cantik itq, jadi boleh tidak kalau kamu mengisi rubrik siswa berpf^stasi minggu ini? Oh iya, namaku Andi, salah satu pengurus mading.'* Ujarnya seraya mengulurkan tangan. Selama dua tahun sekolah di SMA ini. baru pertama kali aku di sapa seorang pria.'.mungkin sebaiknya aku harus lekas berterima kasih pada Tata.


Siang ini sinar matahari bulan Agustus begitu membakar, nyalanya menerangi langit kota hingga nampak benar-benar cerah, biru di mana-mana! tanpa ada setitik awan pun membayang. Sayang sekali hari yang indah ini tiba-tiba berubah suram setelah mendengar pembicaraan seseorang di toilet.

"Kasihan Tata, tadi pagi saat berangkat sekolah mobil yang di tumpangi bersama seorang kakaknya menabrak sebuah colt mini. Sekarang dia tengah di rawat di ruang UGD." Apa? Tata kecelakaan? Kapan? Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang? Pantas saja hari ini dia tidak masuk kelas. berbagai pertanyaan memburuku.

Aku ikut bersama rombongan guru dan siswa kerumah sakit guna membesuk Tata. Tapi karena tidak di perbolehkan memasuki ruangan dimana Tata di rawat, hanya dari balik kaca dapat kulihat sosoknya yang tengah terbaring. ditutupi berbagai macam kabel dan selang, tampak begitu memilukan, tampak begitu menakutkan, kesedihan membawa langkahku keluar.

Kenapa saat aku hendak mengucapkan terima kasih dia malah diam tak bisa mendengarkan , Dengan langkah seringan awan yang di halau angin aku berlari melewati lorong rumah sakit.

Setiap hari, setelah kondisi Tata mulai membaik aku mengunjunginya dengan membawa seikat mawar di tangan. mawar ini adalah kamu Ta, meskipun sudah tidak lagi turabuh di tanah, namun kecantikan dan keharumannya masih bisa di sentuh dan di rasakan. Tapi kenapa sekarang kamu membisu Ta, Bukankah Dokter telah membolehkanmu bicara? Bibirmu terkunci, kata-kata seolah mati.

Hingga beberapa bulan setelah itu pun, bibirmu masih tetap terkunci. Meski belum sembuh total, kamu memaksakan diri untuk masuk sekolah. Kamu pasti kangen dengan kegiatanmu yang bejibun, meski sekarang dalam menjalankan


semua aktipitasmu kamu harus senantiasa menggunakan kursi roda dan tongkat yang kini menjadi 'bagian penting dalam hidupmu. Marah kah kakimu di amputasi Ta, hingga saat berjalan pun kamu hams tertatih, mungkin karena itu juga kamu merasa terbuang, semua yang mendekati kamu rasakan sebagai ungkapan belas kasihan.

Di sebuah ruang kosong Tata duduk di temani rasa sepi. Dunianya kini bagai negatip photo saja, hitam dan remang . seremang citanya yang masih menggantung di awan.

"Bagaimana aku bisa mewujudkan impian menjadi atlet lompat tinggi hebat kalau berjalan saja perlu bantuan tongkat.....". Tata membatin. Dari luar terdengar langkah kaki memasuki ruangan.

"Halo Tata! Kamu tampak scgar pagi ini, wangi lagi! Aku buat puisi baru nih, kuharap kamu bersedia memuatnya di madding". Aku berkata dengan penub kecerian, semoga saja keceriaan yang aku tebarkan dapat membuat Tata sedikit terhibur. Benar saja ,tak lama kemudian bibir Tata mengembangkan senyuman. Ya, barangkali inilah yang dibutuhkannya sekarang, keoptimisan!.

"Boleh, coba lihat".ujarnya, tongkat yang masih terlihat baru itu ia letakan dibawah meja. Sambil mengamati puisiku, tak hentinya kami berbagi cerita, berbagi duka dan canda. Dalam hati masing-masing tertulis sebuah kata; persahabatan kita sejati. Ta, tahu tidak, aku merasa menjadi gadis tercantik di dunia ketika dapat membuat teman yang tengah di landa kesedihan tersenyum bahagia, betul Iho, Ta!. Jadi ingat puisi tempo hari, puisi yang telah memberi sebuah arti bagi persahabatan kami.

Jika kita terbang tinggi melewati

Sekumpulan awan dan bintang Akankah kita dapati ujung langit itu?

Kamu bilang seorang sahabat

Adalah kabar baik yang menghampiri

Senyumnya akan menyapa

Kala sinar matahari pergi

Suatu saat nanti akan datang seorang malaikat

Yang akan memanggilmu cantik Karena aku percaya keajaiban cinta itu ada.

Your rating: None Average: 6.7 (9 votes)
dikirim lelaki_rumput 11 minggu 2 hari yang lalu
Tag: