Namaku Jack. Aku adalah seorang ... yah ... mereka sih memanggilku Iblis, kadang – kadang setan – atau apapun lah yang jelek dan jahat. Memang sih, kalau di bandingkan dengan manusia yang bertubuh sempurna, rupaku pastinya mengerikan. Aku bertanduk, berbuntut dan berkulit hitam seperti malam, dan bermata merah.
Di kerajaan Iblis aku ditempatkan di “Mobile Unit” alias pertugas keliling. Pekerjaanku menghasut orang sebanyak – banyaknya untuk berbuat dosa dengan segala cara. Dulu, kami sama sekali tidak boleh menyentuh manusia sedikitpun. Jadinya perbuatan kami terbatas, paling hanya bisa berbisik, nasuk ke dalam mimpi atau paling ekstrimnya menggerakan barang. Itu juga susah untuk Iblis selevel aku karena menghabiskan begitu banyak energi Iblis. Salah – salah nantinya aku tidak mencapai target harian, yang ada malah aku di hukum kerja paksa di neraka lantai enam. Kerja Paksa? Maksutnya di paksa mengawasi manusia yang disiksa di neraka dan itu bisa jadi sangat MEMBOSANKAN sekali, apalagi jika aku teringat bahwa suatu saat nanti aku akan bergabung dengan mereka, hiiii....
Baru – baru ini para jendral Iblis meng-upgrade kekuatan semua unit. Kami jadi bisa berubah menjadi manusia, menyentuh bahkan membunuh mereka! Tapi, kegiatan membunuh, mencabik – cabik atau memakan manusia hanya dapat di lakukan pada manusia – manusia yang tidak ber-Tuhan karena biasanya manusia yang percaya Tuhan (apalagi yang sungguh – sungguh) selalu punya malaikat yang berjaga di sekelilingnya terus menerus! Malah seringkali Tuhan turun langsung, kalau sudah begitu situasinya aku langsung lari kabur, karena satu gerlingan saja – kalau Tuhan mau – aku bisa langsung hangus dan di deportasi balik ke Neraka! Itu benar – benar tidak asyik! Kelihatannya saja aku menembus – nembus tembok dan tanah, padahal bila tubuhku sudah terluka di dunia manusia setiap lapisan yang aku tembos akan menggores tubuhku, sakitnya LUAR BIASA!
Sejak upgrade power itu, banyak rekanku yang alih profesi dari penghasut jadi pemburu manusia. Namun lebih sering gagalnya dari pada berhasilnya, tergantung jam terbang Iblis bersangkutan biasanya, atau banyaknya orang yang berdoa untuk manusia itu. Bwuaaaahh ... doa itu ya .... manusia mungkin tidak menyadarinya, tapi setiap barisan kalimat yang disebut doa itu bisa jadi seperti pisau – ups – pedang bahkan – yang menyayat – nyayat kami! Ugh, menyebalkan!
Aku tetap jadi penghasut, entah kenapa, aku tidak suka makan manusia. Korbanku sekarang adalah seorang anak laki – laki berusia tiga belas tahun, namanya Mikael. Orangnya cukup keren, tubuhnya kurus, hitam dan tinggi, lebih tinggi dari teman – teman sekelasnya. Tapi tingkah lakunya benar – benar minus.
Dia suka berbuat yang aneh – aneh di sekolah hanya untuk mendapatkan perhatian teman – temannya. Mikael cukup dapat perhatian bahkan komentar, yang mengomentari kebodohan perbuatannya maksutnya. Aku pernah sampai terharu karena tanpa perlu aku hasut susah – susah dia sudah meledakkan percobaan kimianya di kelas yang kemudian membuat teman – temannya mengucap sumpah serapah. Dari satu sumpah serapah saja aku dapat lima puluh poin, kalikan saja empat puluh. Hari itu aku dapat bonus dari letnan satuanku, haha!
Hasilnya? Mikael di benci banyak orang. Semakin dia berusaha disukai (dengan caranya yagn norak) semakin dia dibenci. Namun begitu, bila dia tiba di rumah dia berubah menjadi orang lain. Entah gimana caranya, Mikael bertingkah laku seperti malaikat (Cuih! Aku benci kata itu!): tenang, manis, baik, penurut, pokonya menyebalkan deh! Seperti sekarang ini, sementara mama papanya sibuk di lantai bawah, Mikael sibuk sendiri di kamarnya membuat jebakan jahil buat teman sebangkunya. Asyik nih korban macam gini, gak ngabisin energi.
Tiba – tiba ada pesan datang yang dikirim melalui transmisi dunia roh ke dalam pikiranku. Katanya, “Jack, buat dia browsing internet!”
“Siap!” aku mulai berbisik, menghasut dan menjajikan jebakan lebih yahud di internet. Dengan mudahnya Mikael termakan bahkan memuji dirinya jenius ^_^!
Transmisi datang lagi, pesan diterima, “Jack, suruh dia cari kata Racoon,”
“Ha?? Buat ap-“
“CEPAT JANGAN BANYAK TANYA!” wuiih ini pasti letnanku nih.
“Siap letnan! Mikael, pernah dengar kata Racoon? Kalau kamu benar- benar jenius coba cari,”
Mikael mengetik kata Racoon di dalam kotak kosong di layar monitor komputernya. Lalu, berdasarkan instruksi langsung dari neraka, dari seluruh barisan kalimat di layar, aku menyuruhnya berhenti di kata Racoon City, sebuah kota modern yang sejuk dengan latar belakang sebuah hutan.
“A-HA!” seru Mikael tiba – tiba. “aku mau kesini nanti Sabtu!”
Kenapa ya pesan dari neraka menyuruhku untuk menghasutnya pergi.
“JANGAN BANYAK TANYA!” perintah letnanku lagi.
Sabtu subuh Mikael nekad kabur naik bis ke Racoon City. Entah kenapa (Mikael tidak sadar sih) Mikael di kelilingi prajurit – prajurit Iblis. Mengapa mangsa empuk ini tiba – tiba menjadi penting?
“JANGAN BANYAK TANYA!”
Duuh letnan, aku jadi merasa kecil.
Di luar dugaanku, Racoon City adalah kota yang (secara mata Iblis) ramai sekali! Iblis dari berbagai unit sibuk berpatroli, aku bahkan melihat Jendral Neraka Api Tiga berdiri lengkap dengan ajudan – ajudannya. Setiap jendral menguasai satu lantai neraka dengan jumlah api yang melambangkan pangkatnya. Ketika Mikael tiba di Racoon City, lalu berjalan – jalan di trotoarnya, jendral itu menatap tajam ke arahku. Aku sungguh merasa kecil!
Jendral Api Tiga menunjuk ke sebuah lubang di pinggir trotoar. Lubang itu berada di atas saluran pembuangan kota. Aku mengarahkan Mikael berjalan ke arah lubang itu. Mikael tidak sebodoh itu untuk terperosok ke dalamnya tapi dia cukup slebor untuk menjatuhkan handphonenya ke situ (sebenarnya aku yang menyenggolnya dengan segenap energi Iblis yang aku punya sesuai dengan instruksi jendral).
Akhirnya Mikael terpaksa menuruni lubang itu. Dia mencari - cari sebentar sambil menunduk, lalu ketika dia hampir menemukannya aku melihat segerombolan Iblis berbentuk asap hitam bergemuruh dan melesat ke arah kami. Semakin dekat semakin jelas (Mikael JELAS tidak menyadarinya) aku melihat Jendral Api Tujuh di tengah asap itu. WOW! Jendral Api Tujuh adalah jendral neraka tertinggi! Aku BENAR – BENAR merasa kecil!
Di mata Mikael kedahsyatan yang kulihat tersamar dalam bentuk seekor tikus. Tikus got malah, hitam dan menjijikan. Pas ketika Mikael mengambil Handphonenya tikus itu menggigit Mikael. Aw! Mikael menendang tikus itu yang menjerit kesakitan. Mikael keluar dari lubang itu diiringi gemuruh tawa Iblis disana. Aku benar – benar penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
“JANGAN BANYAK TANYA!” Ampun, ampun, letnan, please ....
Setelah itu semua berjalan seperti biasa. Mikael pulang dan berubah jadi anak baik lalu tidur.
Keesokan harinya aku tidak tahu apa yang terjadi karena aku membuat sebuah kesalahan fatal dengan sukses, yaitu tanpa sengaja menghasut manusia ber-Tuhan. Curang! Dia tiba – tiba berdoa, akibatnya seorang malaikat muncul dan menebasku jadi empat bagian dengan pedangnya yang menyala – nyala.
Yaaah, disinilah aku sekarang, dengan tubuh penuh memar, tambalan dan jahitan, duduk termenung mengawasi jiwa – jiwa yang disiksa di neraka lt. Enam. Entah sudah berapa waktu berlalu tapi tiba – tiba aku di perintah untuk menghadap Jendral Api Tujuh. Ada apa lagi ini?
“JANGAN BANYAK TANYA!”
Iya, iya letnan, ampun!
Neraka lantai tujuh adalah sebuah kolam lahar yang luas dengan sebuah istana hitam legam mengapung di atasnya. Bagiku sih istana, tapi buat manusia – manusia yang berenang di kolam lahar tadi, tempat itu adalah tempat penyiksaan. Aku di panggil ke dalam istana, ke ruangan khusus jendral.
Disana duduk para jendral dari Api Satu sampai Api Tujuh dan juga Kaisar Iblis! Mereka duduk mengelilingi sebuah meja persegi panjang berwarna hitam. Semua menatapku tajam. Aku memang KECIL, hikz!
“JACK!” suara Kaisar Iblis menggelegar menyebut namaku, aku menyusut jadi lebih kecil!
“HARI INI HARI BERKABUNG!”
Aku terbelalak kaget, berarti ada ribuan jiwa baru di neraka dan akan ada jendral baru. Tapi apa hubungannya denganku?
.......... sepi .............. letnanku tidak menjawab seperti biasanya.
“AKAN ADA JENDRAL API TUJUH YANG BARU!”
Wah kemana perginya yang lama?
Dari luar istana tiba – tiba terdengar suara jeritan memekik kesakitan lalu tercebur ke dalam kolam lahar, berteriak lagi, lalu kemudian lenyap, mungkinkah itu....hikz?!
“JENDRAL API TUJUH YANG BARU TELAH BERHASIL MEMBUANG SEPULUH RIBU JIWA BARU KE NERAKA HANYA DALAM WAKTU SATU MINGGU!”
Aku menyusut, lebih kecil dari kecil!
“JACK, KAMU ADALAH JENDRAL API TUJUH YANG BARU!”
Ha? Aku mendadak membesar, kok bisa?”
“LIHATLAH BUMI SAAT INI!”
Di permukaan meja hitam itu samar – samar muncul gambar. Bumi berubah menjadi gurun, dan .... apa itu?! Manusia jenis baru? Matanya merah, kulitnya rusak dan mereka saling menggigit dan memakan?!
“KAMU TAHU BAGAIMANA INI BERAWAL JACK?”
Aku menggeleng. Tiba – tiba, gambar di permukaan meja berubah perlahan. Aku melihat wajah yang aku kenal disana, itu... itu ... Mikael!
Begini rupanya kejadiannya: Setelah digigit tikus di Racoon City, dalam waktu dua hari, Mikael demam lalu mulai berubah. Dia jadi seperti anjing sakit rabies lalu mengigiti seisi rumahnya. Kemudian, dalam waktu yang lebih cepat, seisi rumahnya berubah dan menggigiti tetangganya, tak lama seisi kompleksnya tergigit, lalu sekota, akhirnya ....
Aku jadi lebih besaaaaarrrr dan TERSENYUM lebaaaaarrrr.... lalu duduk di kursi jendral api tujuh yang telah tak berisi.
“HARI INI HARI BERKABUNG, UNTUK JACK!!”
Hehehehe .... makasih ya Mikael, aku janji deh, akan kucari kamu sampai ketemu dan akan kubawa langsung kesini! HAHAHAHAHA!
THE END
dikirim joejoe 11 minggu 1 hari yang laluTag:













