didekasikan untuk bunda tercinta
"Di sore hari yang riuh oleh suara burung berkicau, entah kenapa burung itu bernyanyi di sore hari bukan di pagi hari seperti biasanya. Rasanya ingin ku tarik lagi selimut yang melindungi tubuhku dari sengatan udara dingin yang hinggap dikamarku, karena sore ini hujan dan baru selesai setelah aku bangun dari tidur siang yang cukup memuaskan sendi-sendi otot ku. Kulihat jam dan ternyata aku terlambat ! aku harus menjemput bunda dari tempat arisannya. aku langsung meluncur kearah kamar mandi untuk bergegas menjemput bunda jika tidak, beliau bisa marah-marah. aku mandi dalam hitungan kurang lebih tiga menit, karena air yang sangat dingin menggigilkan tubuh ku dan saat ku guyur tubuhku kurasakan mengeratnya syaraf-syarafku. setelah itu aku berganti pakaian dan mengambil kunci mobil lalu langsung meluncur kerumah salah seorang sahabat ibuku. sialnya lagi dijalan ku terkena macet karena ada perbaikan jalan jadi, jalan hanya satu arah mobil dan motor harus bergantian menggunakan jalan yang hanya satu arah itu.
Dimobil ku renungi apa yang telah terjadi hingga aku terlambat menjemput bunda ku uraikan satu persatu apa yang telah terjadi “karena hari ini libur maka aku minta izin ke bunda untuk pergi untuk menyelesaikan tugas dari sekolah untuk membuat proposal untuk rencana bisnis kedepan karena aku dan ahmad berencana kerja sama maka kami mengkolerasikan proposal yang kami buat dan berlangkatlah aku kerumah ahmad untuk mendiskusikan proposal kami, oh ya aku berangkat jam 8 pagi setelah itu aku pulang jam 1 siang saat dirumah ahmad aku disuruh cepat-cepat pulang karena bunda ingin pergi dan dirumah tidak ada orang maka aku disuruh jaga rumah selagi bunda pergi, lalu setelah aku sampai rumah, bunda kembali menelpon bahwa minta jemput jam lima sore aku iya kan permintaan bunda. karena lapar aku makan siang lalu menonton televisi setelah sholat zuhur, waktu azan ashar terasa cepat dan aku langsung sholat ashar karena lelah aku coba untuk membaringkan tubuh ku hingga aku ketiduran dan terlambat lah aku menjemput bunda” ah betapa cerobahnya aku hingga melupakan janji pada bunda padahal bunda tidak pernah mengingkari janjinya pada ku aku jadi merasa bersalah pada bunda lalu ketelfon bunda katanya bunda gak apa-apa soalnya masih banyak teman-temannya yang masih berkumpul. lega rasanya hati ini saat tahu bunda tidak kecewa atas kecerobohanku. ah aku sangat menyayangi bunda betapa tidak ia yang selama ini menjaga dan merawat hingga saat ini aku bisa berdiri diatas kedua kaki ku sendiri, dengan tanpa bunda mana mungkin aku ada didunia ini, bunda ku tak hanya ibu yang mengasuh ia juga seorang sahabat yang tak tergantikan ia adalah guru pertamaku ia adalah yang mengetahui apa dan siapanya aku hanya ia yang selalu tahu kebiasaan-kebiasaan ku dari dirinya lah aku mengenal dunia mengenal pencipta dunia dan segala isinya. Bunda bagiku adalah malaikat pelindung yang tuhan turunkan hanya untukku aku jadi teringat sebuah e-mail ku terima beberapa waktu lalu yang entah siapa pengirimnya aku tak tahu. e-mail yang menceritakan tentang seorang bayi yang tinggal di surga bersama para malaikat suatu hari tuhan ingin menurunkannya kebumi tuhan bertanya kepada sang bayi apakah ia berkenan untuk tinggal di dunia.
Tuhan berkata, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu didunia ."
sang bayi menolak bayi itu mengatakan bahwa “"Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia." demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.
Si bayipun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"
Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."
Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?“
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun."
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."
Dan Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi dengan suara lirih bertanya, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?"
Tuhan pun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU ..."
Sangat mengharukan, sebuah kisah yang begitu menguras air mata itu mengingatkan betapa bundaku selalu menghiburku dikala ku sedih, bundaku yang pertama kali mengajarkan ku bagaimana caranya berdo’a, bunda yang selalu melingdungiku sehingga ia dimataku adalah seorang wanita karang yang begitu kuat dihempaskan oleh badai cobaan yang tuhan kirimkan , ia lah yang selalu memberikan nasihat kepada ku agar aku tidak teperosok dalam pesona kehidupan yang semu nan fana ini.
Tak terasa lelahan air mata membasahi sudut pipiku dan diluar pun hujan mungkin langit juga menangis mengkasihani ibunda pertiwi yang selalu dikhinati oleh anak bangsanya. Kukembali teringat pada bunda yang dengan cintanya ia mangasuh dan membesarkan ku kutahu dalam hati bahwa cinta lah yang membuat ia begitu tegar mengasuhku dalam banyak cobaan yang menerpa hati lembutnya bukan karena kewajiban tapi karena cinta yang sampai kapan pun aku mampu untuk membalasnya.
Ku bersumpah atas nama diriku sebagai seorang lelaki, atas langit berserta hujannya, bumi berserta mahluk didalamnya menjadi saksi atas sumpah ku akan mencoba untuk tidak mengecewakannya lagi dan hanya kepada tuhan lah aku berterima kasih di berikan ibunda yang begitu mencintaiku.
Ku kembali pada konsentrasiku mengendarai mobil agar selamat sampai pada tujuan dan bisa bertemu bunda secepatnya.
I born, live and die for my parents
Tag:













