IMAJINASI YANG INDAH
8. Sekembalinya ke rumah, Maya dikejutkan kado tersebut telah dibakar Emma karena dianggap sampah. Maya sangat bersedih namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
9. Namun dunia Maya tidak berakhir meskipun kado ajaib telah tiada. Peter lebih memperkenalkan dunia imajinasi padanya. Sangat mengejutkannya, karena semua yang ajaib ada di sana. Termasuk sang Ibu yang selalu dirindukan. Mereka semua yang ada di sana sangat menyayangi Maya. Terlebih-lebih seorang Ratu yang paling berpengaruh di dunia imajinasi.
10. Maya sangat terkejut berkali-kali ketika mengetahui bahwa sang Ratu Dunia Imajinasi tidak lain ternyata si Nenek yang pernah memberinya kado ajaib.
11. Satu hal yang membuat Negeri Imajinasi ada yaitu seluruh lukisan indah di seluruh dunia.
12. Sampai hari yang ditentukan, Maya mengikuti Kompetisi Lukis di musium pusat kota. Di sana, tidak sengaja ia melihat pemusik yunior yang terasa tidak asing oleh Maya. Desas-desus mengatakan identitas musisi muda berusia 17 tahun itu adalah Peter Jorre, seorang putra musisi besar yang menyukai seni lukis.
Kebetulan mendiang Ibu Maya pernah melukisnya sekali dan karya terbaik itu masih terpampang di ruang depan museum.
13. 'A Son Peter', itulah judul lukisan tersebut, mengingatkan Maya akan kemiripan Peter di dunia imajinasinya.
14. Emma juga menghadiri Kompetisi Lukis untuk keperluan jurnalistik sekolah.
15. Tetapi sayang, sebelum kompetisi usai, terjadi kebakaran di museum yang membuat suasana mendadak kacau. Seluruh lukisan bernilai dan bersejarah terancam hangus karenanya.
Melihat situasi gawat, Maya nekad ke dalam museum untuk menyelamatkan sebagian lukisan terpenting meskipun beresiko dan membahayakan dirinya.
16. Di dalam sana, ia tidak hanya menyelamatkan banyak lukisan. Ia juga telah menolong Emma yang tengah terjebak api di suatu ruangan. Beruntung, mereka berlindung di ruang kaca anti api yang bersistem otomatis.
17. Kebakaran berakhir, Maya dan Emma ditemukan pingsan dalam sepetak ruang kaca. Namun mereka selamat dari maut.
18. Semenjak kejadian itu, Mora tidak lagi muncul. Bahkan si Peter Imut yang baik hati juga tidak pernah menemuinya lagi. Seluruh keajaiban Kota Pelangi lenyap begitu saja dari Maya. Dan dunia itu telah menghilang. Itu sangat membuatnya sedih dalam kesendirian lagi.
19. Suatu pagi yang cerah di atap gedung apartemen tempat tinggal keluarganya, Maya mulai melukis Kota Pelangi yang pernah ada dalam kehidupannya Ia ingin menghidupakan lagi dunia imajinasi itu. Namun kuas Maya tertahan karena kesedihannya belum usai. Dalam suasana seperti itu, seorang Peter 17 tahun yang pernah dikenalnya sebagai juri muda Kompetisi Lukis, datang menjenguknya. Ia membawa segenggam pertemuan dan senyum khas si Peter imut.
20. Pada waktu yang bersamaan, Emma menyusul dengan membawa sekotak cat warna-warni dan kuas. Akhirnya, mereka bertiga menyelesaikan lukisan kota yang indah dengan pelangi seluas langitnya. Ada sesuatu menakjubkan muncul setelah itu, dan Maya tidak menikmati panorama ajaib Kota Pelangi sendirian lagi karena sekarang ada Peter Jorre dan Emma di sampingnya.
Happy end.
dikirim alifwood 11 minggu 6 hari yang laluTag:







