: Lelaki "A"
"Kau tahu? Hari ini tidak terlalu melelahkan, tidak seperti hari kemarin, penuh sumpah serapah yang keluar dari mulutku dan membakar amarah setiap telinga yang mampir ke ujung kataku.
Jelas tampak hari ini matahari bersinar bersahabat, bercahaya tanpa terik yang terlalu mengganggu perjalanan. Bayang teduh wajahmu, sepoi bisik cintamu dan senandung lirih tulusmu menyertai langkahku. Hampir setiap waktu kunanti cerah ceria sapamu di awal hari, di saat jendela ini kubukakan. Dengan tertatih-tatih kita berjalan beriringan. Kau dengan matamu, aku dengan suaraku.
Siapa yang peduli kalau kau dan aku cacat? Toh cinta memang cacat! Terkadang, dia bisa menjadi tuna rupa, tuna daksa, tuna rungu, atau mungkin… dia bisa jadi tuna sandwich! Di duniaku dan di duniamu kita sempurna. Kau lengkapi kalimatku dengan jeda tanda baca, dan kulengkapi kanvasmu dengan bingkai berupa warna dan bentuk.
Dan hari ini kau menjadi matahari, pelangi, angin sejuk, dan rindang pepohonan di saat yang sama. Lewatmu keteduhan ada bagi mereka yang bertegursapa denganku. Hari ini, aku lebih dingin daripada kemarin.
Tag:










