Bangunkan langit menjadi diri ( teruntuk mas Buayadayat )

titik-titik tidak sekedar satu
tapi telah berpuluh di hidup itu
yang kau buat dari timbunan makna
ada di batas nyata tak nyata
keindahanmu adalah
fungsi-fungsi itu sendiri

dari kesekejapan ke jelajah matra
mengungkap rahasia rahasia getar
membiaskan jelajah jelajah bahasa
yang mempertemukan degup
dengan cakrawala berabad abad

menemuimu di liuk liku impian
menghilangkan aku
mencari ujung-ujung
melepaskan entah
makin dalam makin menyesatkan
entah sampai ke mana

kau sebutir dari ribuan tetes hujan malam ini
sebutir saja
yang bermakna bagi kelangsungan sekitar
penghidup kesempurnaanNya

kau seperti kamboja, kecantikan mistis yang
mengaura sejak putik
dan engkaulah yang bangunkan langit menjadi diri

Rating

89
points
Views: 234 reads
Comments: 11
Rating:
74.1667

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
100

Hmmm, Bang Dayat seperti kamboja dengan kecantikan mistis...

Bisa jadi! puisi-puisi bang Dayat Sangat magis beraura mistis.

100

keprok-keprok lagi mas...

mas, kapan dong puisi adek diartiin??

90

langit-septa.. aku salut.. bisanya kau rumuskan gaya mereka.. Mas Dayat selalu hadir dengan kata-kata yg sangat hidup.. nyata tak nyata, itulah yg bikin asyik baca karya Mas Dayat...

80

aku juga mau donk dibikinin puisi tetapi sayang ya kamu belum mengenal aku lebih dekat hihihihi. Alah diriku jadi nge-junk neh. Biasa untuk puisi hanya sebagai penikmat saja ^^

70

wah2...
bkin puisi buat smua nya ni, mas??
aq mau juga dunk...
hihihi...

70

Weleh-weleh...hehehe.
Eueyyy..smua kebagian puisi...hehehehe

Sepertinya Mas buayadayat seneng atueuh..hehehe.

Stuju ma buayadayat ajjah ahhh...

80

puisinya mengena nampaknya...

50

haha...kebagian juga buayadayat...:D
sip bener...wahai kau langit_septa...puisikanlah...seluruh kemudianes...

100

Assalamualaikum?

Susah untuk menggambarkan seseorang, karna apa yang ada di hati mereka kita takkan pernah tau, hanya bisa meraba ataupun berandai-andai.

sama juga dengan puisi ini masih belum bisa mengukur gambaran mas buayadayat. tapi salut denga polah kata yang mas rangkai.

70

Wuihhh....buat buaya dayat buat rini dunk mas kapan2, hehe
mas komenin ceritaku dunk

80

waduhhh.. kaupuisikan semua kawan-kawan kemudian, aku juga kebagian..
makasih kawan, mari kita sama temukan apa itu menjadi insan sebenar-benar insan..