DEATH E-MAIL part 1

87
points
"

Sebelum baca cerita ini. Sebaiknya baca dulu PHOBIA agar lebih mengerti cerita ini. Part 2 akan kutulis se cepatnya. Karena pakai hp, aku malas ngetik.

"

DEATH E-MAIL

Setelah menerima e-mail ini, kamu akan dihantui rasa takut. Pada tanggal 13, kamulah orang yang ke-13 yang selanjutnya akan kubunuh.

Mungkin begitulah isinya. Sebuah e-mail tanpa nama pengirim dan layar merah. Yang melahirkan isu-isu basi. Hanya kecoa yang bisa terkecoh oleh e-mail kampungan yang kudapat pagi ini.

Masa bodoh... Aku tidak peduli dengan apa yang kudapatkan pagi ini. Bisa-bisanya semua orang heboh hanya karena e-mail yang sangat basi diantara yang basi. Yang gosipnya telah menewaskan 12 orang.

Bagaikan lagu jauh dan isu sms merah. DEATH E-MAIL telah merajalela dikalangan pelajar sepertiku. Tapi tentunya... Aku tak ikut-ikutan.

Tetapi, semenjak mendapat e-mail itu. Aku mulai mengalami beberapa kejadian aneh! Bermula pada tanggal 1 Agustus aktivitasku selalu diikuti oleh bayangan hitam. Bayangan hitam itu mengikutiku mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Ketika aku bercermin. Bayangan hitam itu ikut terpantul di cermin. Tetapi, saat kucari wujud asli pantulan itu, tidak ada satu sosok pun yang berwujud bayangan hitam kecuali bayanganku sendiri.

Saat malam, pintu kamar kost-ku selalu diketuk dan terdengar suara berisik di balik daun pintu. Tetapi saat kuperiksa. Tidak ada siapa-siapa.

Pada mulanya, aku tidak peduli. Aku harus berfikir positif. Tapi lama kelamaan aku mulai tak tahan. Pikiran negatif memenuhi pikiranku. Apajah ini pekerjaan setam? Apakah ini benar-benar akibat DEATH E-MAIL?

Akhirnya, pada tanggal 6 agustus. Aku mendatangi beberapa paranoramal. Dari 13 paranormal yang kudatangi, ada satu hasil yang sama. Yaitu : aku memiliki takdir besar. Suatu takdir yang bisa mendorongku ke jurang kematian.

Aku mulai ketakutan. 13 paranormal mengatakan hal yang sama. Apakah aku benar-benar akan meninggal? Aku bergegas pulang ke tempat kost, mengunci pintu dan menyendiri dalam kamar. Pikiranku kosong. Aku panik, keringat dinginku bercucuran. Aku tidak ingin mati! Kenapa harus aku yang terpilih? Masa depanku masih panjang! Aku belum menikmati indahnya hidup!

Kemudian, seseorang dengan pakaian serba hitam datang sambil membawa sebilah pisau panjang dan besar. Sesaat ia menyeringai. Darah keluar dari dua bola mata dan mulutnya. Benar-benar sosok yang mengerikan. Untuk membuktikan betapa tajam pisaunya. Ia memotong tangannya sendiri sehingga darah pun mengucur keluar. Ia kemudian mendekatkan mata pisaunya yang tajam ke leherku. Wajahku benar-benar terlihat pucat. A A A A AAAAA.....

Aku terbangun, kini mimpi buruk benar-benar mendatangiku. Jantungku berdebar kencang. Mukaku terlihat campur aduk antara pucat, kaget dan takut. Aku menangis sejadi-jadinya. Bagaimana ini?

Semalaman aku tak bisa tidur. Sama sekali tak ada rasa kantuk yang menyelimutiku. Bayangan hitam, suara berisik dan mimpi buruk telah menghantuiku. Kini, aku bingung harus lari kemana? Sendirian di tempat kost membuatku makin bertambah takut. Apa yang harus kulakukan?

Bersambung ke DEATH E-MAIL part 2

Your rating: None Average: 6.7 (13 votes)
dikirim Whieldy_mirza 6 minggu 4 hari yang lalu
Tag: