maap klo critanya gantung...datar....cra penulisan acak2n...abis new shee....thanks kritiknya yah..smw bkin aku sadar "ada yg salah nh!"
"Sudah siang,wit malas sekali.Dia memang sudah bolos sekolah dari pagi,hanya saja dia memutuskan untuk tetap diam dikantin sekolah.Alasannya,teman-teman yang lain masih ingin masuk kelas.Kelas mereka memang berbeda-beda,jadi sulit mencocokan jadwal bolos bersama-sama =D.
Duduk dikantin sudah menghabiskan semua uang jajannya. Sebenarnya ia tak perlu khawatir,masih banyak teman yg sanggup menanggung hidupnya. Istirahat kedua, kantin ramai sekali. Wit mengitari sekolah untuk menghindari bertemu guru, ia menuju kelasnya, penasaran kenapa tak ada yang menyusulnya ke kantin.
Dari pintu kelasnya ia dapat merasa suasana kelasnya, teman-temannya sama bosannya dengan dia. Sambil ikutan duduk dan becanda dengan temannya yang sedang main judi, ia memikirkan ide yang membuat kelasnya kembali ceria.
Setelah kalah 2 putaran, menang 3 putaran dan wit cuma dapat 1000, ia berjalan ke depan kelasnya. Duduk di meja guru, ia mulai menggunakan suaranya yang dia percaya dari sudut manapun kelas, pasti terdengar,"2-4!, ADA TAWARAN BAIK DAN MENYENANGKAN DARI YG PUNYA HAJATAN HARI INI!, SEMUA DIUNDANG MAKAN SIANG DIRUMAHKU HARI INI, DENGAN SYARAT, HARUS BERANGKAT SAAT INI JUGA!".
Wit tersenyum, ia mendengar sorak gembira teman-temannya. Melihat sebagian temannya mulai berkemas, wit buru-buru bilang," tapi 'sokongan ongkos' mobil ya......,uangku gak cukup". Dan koor "HUUUU....", segera terdengar dari teman-temannya, tapi ia merasa lega karena berikutnya mereka tertawa dan mengangguk tanda setuju.
Segera setelah uang terkumpul mereka bergegas keluar sekolah. Beberapa guru yang melihat gerak rombongan ini terpana tapi tetap diam, siapa yg berani menghentikan gerakan 'seruduk' anak-anak kelaparan ini?. Kelompok yang besar menarik perhatian anak-anak kelas 2 yang lain. Segera saja teman-teman yang merasa punya teman dalam rombongan, bergabung dan membuat wit harus menarik uang 'sokongan' dari mereka.
Tidak ada yang protes ketika wit mengambil uangnya. Suasana euphoria rombongan itu membuat mereka bersedia melakukan apa saja untuk ikut. Menggunakan 3 mobil 'oplet' mini, mereka mulai bergerak kerumah wit.
Diantara sesak teman-temanya dalam oplet wit tersenyum-senyum. dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya dengan rombongan ini dirumahnya, sebenarnya semua yang keluar dari mulutnya merupakan ide spontan, tanpa pikir panjang.
Dirumah, nenek sempat shock melihat serombongan anak SMA memenuhi rumahnya. Dan dengan senyum 'FullFace' wit berkata," teman-teman aku lapar nek.....". Satu lagi yang terlupa olehnya, hari ini nenek berkunjung kerumah. Adegan berikutnya adalah terjadi kehebohan didapur, sambil marah-marah, nenek menyuruh kedua pembantunya memasak apa saja bahan makanan yang ada dirumah saat itu juga.
Setelah heboh seperti 'kondangan' di dapur berlangsung selama satu jam, barulah kenduri dapat dinikmati oleh teman-temannya. wit ingat, hari itu lauk yang tersedia hanya tempe-teri peadas, sayur asem, ikan asin dan kerupuk. Tapi teman-temanya tidak ada yang mengeluh, mereka menghabiskan apa saja yang diletakkan di depannya. Dan hari itu berakhir menyenangkan untuk wiwit.
ia berhasil mengajak satu kelas lebih untuk bolos bersamanya dan kemudian 'mengacak-acak' rumahnya. dan dengan kesenangan yang diperolehnya hari ini, membuatnya siap menerima hukuman kapan pun dari siapapun hari itu juga!. =D
Tag:







