Chaos, Symphony Cinta dan Anjing Kenikmatan

Dalam hati yang absurd dan berantakan

Dari hati yang terdalam di dalam relung sanubari.

Terdampar dalam gersang dan hampanya dunia

Dan mendaki gunung yang terjal.

Aku mendaki lagi dan mendaki lagi

Bukan karena aku memang ingin mendaki

namun waktu yang mengharuskan aku mendaki, dan semua orang mendaki.

Semakin mendaki aku semakin merasa

Kadang cinta itu berkobar dan aku mendaki sekali lagi

Kadang cinta itu padam dan aku terlempar beberapa kali lagi

Bahkan ke dalam jurang yang paling dalam, yang paling menakutkanku

hingga aku enggan untuk mendaki lagi.

Namun kadang obsesi bercinta itu datang lagi

hingga aku berimajinasi untuk memilikinya, merasakannya dan mereguknya sampai tuntas.

Dan aku mendaki lagi untuk cinta

Mengejar cinta itu dengan imajinasi yang kuat

Imajinasi itu adalah ........

Saat kita bercinta, Saat kita saling berbagi rasa

Untuk satu keindahan yang menyatukan dunia dan

ketika burung-burung berkicau nyaring dengan paruh penuh panah asmara

embun pagi menitik diujung daun-daun pagi yang segar

matamu sejernih dan sebening air danau di tengah hutan

aku terdampar dalam hutan yang menggairahkan

Ketika dua pasang mata saling menatap untuk mengerti dan memahami

Dan ketika bibirku tepat berada di ujung bibirmu...lantas dengan lumatan yang indah

Aku mengejar itu...mengejar keindahan yang tiada tara dan aku tak munafik untuk bercinta

untuk berbagi dan untuk keseimbanganku

Kau dengarkan detak jantung yang memacu itu........

Saat semua kita berada dalam satu....SATU antara dirimu dan diriku

Tuhan mencipatkan semua itu agar kita bisa menyatu, memadukan rasa

Agar kamu semakin mengerti aku dan aku selalu akan mengerti

Agar lautan cinta diantara kita terkuak dan setinggi apa cintamu tercapai

Agar semua keluh dan kesah melebur menjadi satu

Saat peluh membanjiri siluet keindahan rawagimu

Satu titik ingin aku membahagiakanmu

Dengan kenikmatan yang diciptakan Tuhan untuk mahkluk hidup.

Saat urat-urat nadi tegang bukan untuk kelelahan

Tapi memacu dengan kenikmatan

Nyala api semakin berkobar menggebu dan mematahkan ujung syaraf

Mencapai puncak tertinggi rasa manusia

Dengan suaramu yang tak beraturan dan nafas seperti di kejar anjing

Kita...seperti anjing yang hendak mencari kenikmatan

Namun aku inginkan cinta itu jua...Cinta yang agung dan kenikmatan

Bagaikan anjing yang mengonggong

Aku berantakan dalam chaos yang memaksa aku untuk menjadi anjing

Binatang yang begitu rendah dan aku berada dalam golongannya

Seperti memakan bangkai yang menjijikan

Dan aku berada dalam chaos yang mendera aku untuk menyanyikan keagungan cinta

Kamu tahu sisi terbaik manusia sebagai makhluk yang penuh dengan perasaan

Keindahan yang kau buat melalui nada dan keindahan harmosisai

Bagaikan symphony yang dialunkan oleh Wolfgang Amadeus Mozart.

Symphony no.40 aku menyukainya...

Aku bagiakan manusia agung yang berwibawa dengan sorot mata yang tajam dan mengalahkan lawan

Dan aku tak pernah mengetahui siapa aku?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
50

bisa di pindahin ngak ya? kok ngak ada kolaborsi untuk puisi, harus ngisi dulu testi...

50

Wrong post!!