Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Petir itu datangnya tiba-tiba, menyambar apapun yang dapat disambar. Meski kilat sudah memberi tanda, petir tetap saja tak terkontrol. Sama seperti suasana pagi ini, kalimat yang baru saja dilontarkan Yoshi tetap saja merupakan petir di hati Paijo, meski Paijo sendiri tahu suatu saat sesuatu yang dikhawatirkan tersebut akan datang.
aqu juga punya satu novel, penegn sih di publikasikan disini, tapi takut, takut ada yang membajak, secara aku mau langsung di kirimkan ke penerbit, gimana ya ...tolong sarannya dong..koz, aku butuh banget saran dan amsukakannya dari semua dimana lertak kekurangan dan kelebihannya...
untuk cerita kamu..aku suka...bgt! bagus..
Makasih ya udah mau buat chapter selanjutnya ^^ Alurnya sudah sesuai kok dgn chapter2 sebelumnya. Mengalir dan ciri khas kamu juga sudah bisa terbaca kok ^^
Teknik penulisan masih harus diperbaiki kayak semacam EYD dan Grammar. Saran saja jangan pernah memakai kata "TAPI" di awal kalimat karena "TAPI" itu kata sambung dek
Perpindahan sudut pandang akan membingungkan pembaca bila terjadi terlalu cepat, maka itu dibutuhkan konsekuensi seorang penulis.
Ceritanya lumayan mengalir dan nyambung dengan bikinan penulis sebelumnya.
Btw, Paijo benerannya kemana ya? udah lama tuh menghilang dari lajur "cerita" di sini.
Kenapa wanita nggak mau di madu? karena mereka nggak ingin berbagi HARTA dengan wanita lain. Sump[e, itu intinya. Kalo urusan badannya do'ang, ciiihhh, aku yakin, rerata wanita tidak begitu peduli dengan kata ORGASME ...
Kalo gue jadi Paijo, mereka nggak mungkin hidup serumah, dengan arti lain, tiap2 dari mereka punya rumah sendiri2. Gila lu Jo, tajir tapi beliin bini rumah nggak bisa. CPD
Lalu, kalo Cecil ngotot minta cerai, yaudah ... dia aja yang dicerai, lagian kerjaannya hanya manas2in seperti kompor gas jatah pemerintah.
Mereka bertiga (Paijo, Vella & Yoshi) kan udah cukup harmonis. Emang sih, tidk muda lagi, tapi kalo dapet istri cantik, muda, seksi lalu makan ati .. mendingan urusion bisnis aja yang bener .. hanya komentar lho ..
maafin, Ra, baru sempet mampir lagi.. sebenernya udah rada lupa sama RUB part sblumnya. tapi yg ini menarik. tulisan khas Arranya masih begitu kental.. nice, sist!
ceritanya ngalir cuma ada 1 pertanyaan kenapa namanya jawa panggilannya kang ataukah maksud kang disini adalah kakang mas prabu paijo (pake kata prabu karena pemilik kerajaan konsorsium perkebunan gitu)
makasih buat aa' Krisna atas diskusi2 panjangnya dan advicenya.. plus editingnya...
buat Nae RUB lengkapnya...mbak Yoshi, Rijon yang ikut disusahkan pula.. haturnuhun....
maaf kalo terbatas ceritanya...
Cinta... pasti pada bingung kenapa topik norak tersebut muncul di blog gw yang padahal rada aneh ini. Ga biasanya gw ngebahas hal hal begini dalam blo ... lanjut baca
Dunia mengenal hadist dan sunnah
Karena Muhammad Saw
Dunia Mengenal Istambul
Karena Muhammad Al-Fatih
Dunia Mengenal Gravitasi
Karena Issac Newto ... lanjut baca
Senyum itu masih pudar
Di bibir yang semakin bundar
Menyatakan sesuatu yang sukar
Dari hati yang kian tercalar...
Matanya menceritakan segal ... lanjut baca
Matahari
dian, namun aku lebih senang memanggil kamu bulan. karena bulan adalah sebuah benda angkasa yang menerangi gelap gulitanya sang malam. Hanya ... lanjut baca
Untuk kesekian kalinya aku memandang foto kita, foto terakhir kita ketika duduk di bangku SMA. Di foto itu tidak hanya ada aku, dan kamu, tetapi juga ... lanjut baca
“Perempuan laknat!” teriaknya bergema ditelingaku. Bagaimana mungkin aku berpura-pura tidak mendengarnya sedang ia berteriak tepat didepanku.
... lanjut baca
Bagaimana Caraku Mencintai-Nya?
Arra baru saja pulang dari sekolah, gadis kecil itu segera melepas sepatu dan tasnya dengan asal-asalan. Hari ini d ... lanjut baca
“Aku mencintaimu sebagaimana aku menginginkanmu mendampingiku dalam prosesi ijab qabul. Aku menyayangimu selayaknya aku mengharapkanmu sebagai penja ... lanjut baca
“Aku menuntut hak istimewa,” teriak Cecil membelah sunyi pagi dengan suaranya yang melengking tinggi. ”Itu janji kang Paijo sebelum meminangku. ... lanjut baca
Secangkir Kopi Untuk Suami
Yoshi tahu benar secangkir kopi di pagi hari adalah kesukaan suaminya. Terlalu suka hingga laki-laki itu bisa terbangun s ... lanjut baca
Yoshi menempelkan segumpal es batu yang telah terbungkus plastik pada pipinya yang melebam. Cecil, gadis ingusan yang mencabik kesabarannya itu, telah ... lanjut baca
Dengan penuh semangat Paijo keluar dari mobilnya, lalu bergegas membuka pintu sebelahnya. Seorang wanita muda turun dari mobil, perawakannya cantik, t ... lanjut baca
Tok…tok…tok… Terdengar pintu diketuk tiga kali. Siapa yang tengah malam begini niat bertamu? Ada apakah gerangan? Vella melirik jam beker yang b ... lanjut baca
Hehehe!! Kolaborasinya keluar juga!!
Ayo bahas tentang kolaborasi ini!! Tentang alurnya, temanya, atau ada detail-detail yg kurang, teknis, atau ap ... lanjut baca
Sebuah mobil terlihat sedang berjalan perlahan di jalan sepi itu.Seorang gadis melongokkan kepalanya,sambil mulutnya tak henti-hentinya berkomat-kami ... lanjut baca
“Di, saya mau pulang.”
Hujan sudah berhenti, meninggalkan hening mengambang di antara kepulan asap roti bakar dan gelak tawa di kejauhan. Tetap ... lanjut baca
Suamiku selalu menyapaku dengan panggilan “Mama sayang…” Tak peduli dimana pun, dalam keadaan apa pun. Di depan orang banyak yang terkesima mend ... lanjut baca
aqu juga punya satu novel, penegn sih di publikasikan disini, tapi takut, takut ada yang membajak, secara aku mau langsung di kirimkan ke penerbit, gimana ya ...tolong sarannya dong..koz, aku butuh banget saran dan amsukakannya dari semua dimana lertak kekurangan dan kelebihannya...
untuk cerita kamu..aku suka...bgt! bagus..
Makasih ya udah mau buat chapter selanjutnya ^^ Alurnya sudah sesuai kok dgn chapter2 sebelumnya. Mengalir dan ciri khas kamu juga sudah bisa terbaca kok ^^
Teknik penulisan masih harus diperbaiki kayak semacam EYD dan Grammar. Saran saja jangan pernah memakai kata "TAPI" di awal kalimat karena "TAPI" itu kata sambung dek
Perpindahan sudut pandang akan membingungkan pembaca bila terjadi terlalu cepat, maka itu dibutuhkan konsekuensi seorang penulis.
Selanjutnya udah bagus kok. SEMANGAT YAAA
Lumayan lah. eh kamu tinggal di bogor juga. lam kenal yah.sekolah dimana?
sebetulnya aku kurang begitu sk ma cerpen, apalagi yang terlalu panjang kayak gini
tapi ini tak sempatkan bc..
bagus mbak ceritanya..
Ceritanya lumayan mengalir dan nyambung dengan bikinan penulis sebelumnya.
Btw, Paijo benerannya kemana ya? udah lama tuh menghilang dari lajur "cerita" di sini.
arra mahh udah gak dragukan lg kl buat ceritaa...
keren ^^
Apa ya Ra?? Maaf ya baru bisa nongol dan kasi comment sekarang (telat), abisnya warnet di sini susah >_<
Pas mau ngenet, tau-tau penuh sama anak-anak maen game....
BTT, alurnya mengalir, kata-kata yang dipilih juga cukup menggambarkan. Apalagi, kamu juga mengait-ngaitkan dengan part sebelumnya.
Kesimpulannya, GREAT JO, Arra!!!
nice story
Serem, tegang, lucu, klise, dll deh pokoknya.
Kenapa wanita nggak mau di madu? karena mereka nggak ingin berbagi HARTA dengan wanita lain. Sump[e, itu intinya. Kalo urusan badannya do'ang, ciiihhh, aku yakin, rerata wanita tidak begitu peduli dengan kata ORGASME ...
Kalo gue jadi Paijo, mereka nggak mungkin hidup serumah, dengan arti lain, tiap2 dari mereka punya rumah sendiri2. Gila lu Jo, tajir tapi beliin bini rumah nggak bisa. CPD
Lalu, kalo Cecil ngotot minta cerai, yaudah ... dia aja yang dicerai, lagian kerjaannya hanya manas2in seperti kompor gas jatah pemerintah.
Mereka bertiga (Paijo, Vella & Yoshi) kan udah cukup harmonis. Emang sih, tidk muda lagi, tapi kalo dapet istri cantik, muda, seksi lalu makan ati .. mendingan urusion bisnis aja yang bener ..
hanya komentar lho ..
BTW, mbak Arra, thanks komentarnya
maafin, Ra, baru sempet mampir lagi.. sebenernya udah rada lupa sama RUB part sblumnya. tapi yg ini menarik. tulisan khas Arranya masih begitu kental.. nice, sist!
bagggggggggggggooooooooooooos kapan kapan ajarin bikin cerpen
ceritanya ngalir
cuma ada 1 pertanyaan kenapa namanya jawa panggilannya kang
ataukah maksud kang disini adalah kakang mas prabu paijo
(pake kata prabu karena pemilik kerajaan konsorsium perkebunan gitu)
duh...
makin seru aja...
pengen kelanjutan na dong....
penasaran nih...