/1/
di lika-liku malam kota ini
aku selalu teringat wajahmu
kita pernah bersama membaca arah
menunjuk tanda-tanda
banyak simpang kita lalui
kita singgah di setiap ujungnya
saling membaca diam
kugenggam tanganmu, kaubertanya:
siapa menggenggam siapa?
siapa memeluk siapa?
di lika-liku malam kota ini
aku selalu teringat pelukmu
/2/
bilik bambu, pagar perdu
rumah tua, pinggir kota
kita pernah bersama melukis peta
mereka mimpi-mimpi
banyak garis kita tandai
kita singgah di setiap ujungnya
saling memesan kepulangan
kaumemelukku, aku bertanya
sampai kapan?
seberapa jauhkah?
di lika-liku malam kota ini
aku mencari jalan pulang
:di pelukmu tak pernah ada sepi
jatinangor, 280708
Rating
44
points
Views:
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
nice...........
bagus je.......
salam ^_^
Aroma kotanya sangat terasa, ada perasaan ingin membaca lagi dan lagi..
Ditutup dengan kata2 yang melankolis pula
*jangan2 bung jalaindra typical org yg melancholic
PUlang atu Jala kalo KAngen gih gera cepetan tos di antosan....
ajari aku sobat..
tentang sebuah perenungan yang sungguh sempurna kau ungkapkan..
terima kasih..