Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Bahkan di dalam kontainernya, lelaki itu masih bisa mendengar dengung suara kereta yang ditumpanginya. Di luar, dari jendela di samping tempat duduknya, bergantian terlihat, bayang-bayang gedung, menara, kota, reruntuhan dan ratusan bentuk lain yang berkelebatan.
Bersandar pada lengannya, lelaki itu baru saja akan memejamkan kedua matanya ketika seseorang mengetuk pintu kontainernya.
"Tuan Elvair?"
"Ah silakan masuk!"
Pintu kontainer itu terbuka secara otomatis. Sesosok wanita melangkah masuk dengan dua buah nampan di kedua tangannya.
Malam telah tiba...
Sementara Sang Bulan merayap naik,
Bayang-bayang berjalan beriringan.
Melewati jalan-jalan suram,
gang-gang penuh tikus dan ke ... lanjut baca
I.
Lautan tlah mengering
Ratusan kapal
Besar Kecil
Tergeletak
Beruang kutub
Hitam putih
Mengembara ke selatan
Dan ikan-ikan pun berterbangan ... lanjut baca
Tak Perlu Menangis
Apabila kota ini terbakar nanti
Katakan saja:
PERANG BELUM BERAKHIR
Entah kapan
Ribuan bunga kan mekar diantara puingnya
... lanjut baca
Di sebuah tempat sampah
Di lorong tergelap
Di kota terkelam
Di dunia terhitam
Dimana tiap hari adalah malam
Dan tiap jiwa adalah bayang-bayang
S ... lanjut baca
Di atas karang
Berdiri sebuah menara
Merah menyala ditimpa cahaya
Di atapnya camar-camar bernyanyi
Saat malam tlah menjelang
Dan Sang Gelap pun ... lanjut baca
Luka-luka di tubuh sang lelaki sudah tak lagi mengeluarkan darah. Yang tersisa kini hanyalah beberapa lubang menganga di lengan dan tubuhnya. Sementar ... lanjut baca
Kegelapan...
Lalu satu persatu titik-titik api menyala. Maka sebuah ruangan keemasan menjelmalah. Dinding-dindingnya dipenuhi puluhan lukisan, sem ... lanjut baca
Hari ini, atas nama kemanusian, ribuan pohon kembali bertumbangan. Maka tanyakanlah: Untuk apa ? Untuk Siapa ?
Dan tidakkah kau heran?
Karena tak ... lanjut baca
Di suatu tempat di dekat menara di pusat kota. Beberapa makhluk bersayap tampak sedang mengelilingi sebentuk kubah abstrak berdiameter kira-kira 30 me ... lanjut baca
Malam telah tiba.
Namun tidak dengan kesunyian. Diantara ribuan cahaya gemerlapan, raungan ratusan sirine terdengar memecah langit.
Di suatu gan ... lanjut baca
Luka-luka di tubuh sang lelaki sudah tak lagi mengeluarkan darah. Yang tersisa kini hanyalah beberapa lubang menganga di lengan dan tubuhnya. Sementar ... lanjut baca
Di suatu tempat di dekat menara di pusat kota. Beberapa makhluk bersayap tampak sedang mengelilingi sebentuk kubah abstrak berdiameter kira-kira 30 me ... lanjut baca
Seakan-akan berjalan di atas genangan air, tiap langkah kaki lelaki itu menimbulkan suara cipakan. Di dalam kegelapan itu jubah putih yang dikenakanny ... lanjut baca
Ruangan tersebut terlihat kokoh dan lapang. Di seluruh permukaan dinding, juga lantai dan langit-langit, tampak ribuan garis berpendar temaram membent ... lanjut baca
Zen berdiri seorang diri di tengah ruangan berpilar. Dengan sebilah pedang dalam genggaman tangan kanannya dan zirahnya yang putih, ia terlihat bagaik ... lanjut baca
Bulan tak pernah akrab dengan malam Lebaran, kendati seorang penyair pernah menulis puisi yang misterius tentang hubungan rahasia antara bulan dengan ... lanjut baca
lelaki itu memasuki kakus dalam sisa larinya dalam himpitan dua paha. buru-buru dia menurunkan celana dan berjongkok, melanjutkan kembali kenyamanan r ... lanjut baca
Cacing di dalam perutku
Aku mencoba duduk dengan tenang, keringat mengalir satu persatu membasahi wajahku. Aku melihat dengan jelas wajah ibu yan ... lanjut baca
- - - - - - - > AKU PERCAYA
Begitu sederhana
Sangat..
Jadi cukup bukan jika kujawab singkat?
Tanpa alasan
Seperti air yang basah
Seperti ap ... lanjut baca
Kuingin dirimu
kuingin kau selalu berada disampingku
kau pujaanku
kau permata hatiku
tahukah kau yang kurasa
perasaan dari relung jiwaku
aku say ... lanjut baca