Love Of Pie Crust

Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting

Semua anak gadis melakukannya, menyisir rambut dibawah cahaya bulan sambil mendendangkan lagu lagu pelipur lara. Hari itu juga, dua ratus kali serut panjang menghelai sebelum mimpi indah seratus tahun.

Bintang bintang malam tiris rapuh cahayanya cepat di gusur awan kumulus nimbus di bulan febuari, tinggal tunggu waktu untuk hujan banjiri bumi. Tinggal tunggu waktu untuk menutup jendela dan berebah, berhenti melenggang syahdu dengan imaji imaji asmara.
Rembulan masih tetap sama, di lapisi embun tipis tempat tetes air membeku di langit. Entah kapan pujaan hati datang memberikan tiga ratus kelopak mawar merah dan membawa lari sang putri dari puri tinggi sepi itu ke istana megah tempatnya menjadi ratu kelak.

Rembulan pun terkadang terlihat kasmaran, kala sinarnya tak tertangguhkan selain lampu jalan pukul 2 pagi. Hanya mereka yang merajai malam, bintang bintang cuma dayang saja, yang sandikan morse morse cinta untuk pemujanya di boscha, lebih dari itu mereka mati, sekadar mata mata cacingan yang tidak berhenti berkerlap kerlip.
Rembulan kasmaran menyentuh ujung bukit seperti gadis legenda yang turun dari peraduannya, kala itu semua serigala bertemu dengan perindunya dan berhenti menyanyikan rayuan gombal di atas tebing tinggi. Mereka bercumbu sampai pagi kemudian esoknya sang liar menyanyi untuk rembulan lagi.

Lalu malam berikutnya rembulan menjadi patah hati, curhat setengah mati kepadaku dengan mata merah hiperemis karena habis menangisi cintanya yang jauh dibumi, suatu hari, entah kapan, makhluk berbulu itu tumbuh sayap dan terbang kebulan menyusul tuan dari hatinya, pada saat itu mungkin malam yang panas gerah, hanya di isi rayuan jangkrik minta kawin.

Sesuatu jatuh dari langit, warnanya keperakan dan berkilau bagai permata di bawah lapisan air bening. Ku layangkan tatapan ke jagat raya kosong, seseorang mengirimi syair cinta dari mars.
Malam ini dia ingin di selimuti rambutku, rambut bagai mentega yang dia tatapi tiap malamnya.

Kenapa cinta begitu syahdu?
Kenapa Tuhan begitu sentimentil menciptakan tarian eksotisme buat semua merak menjentang ekor demi betinanya?

Mencelos malu malu gagak somber tertawakanku, sialan! Padahal bisa saja dia berbalik pulang ke planetnya dari pada melawan seribu naga dan nenek sirih jahat.
Ahhh, surat lain dijatuhkan seornag sinterklas sebelum aku menarik selimutku,
Dia tahu menunggu juga berjuang. apakah aku mau menunggu sebentar lagi karena dia sedang memangkasi rotan duri di halaman istanaku.

Rating

64
points
Views:
Comments: 0
Rating:
64

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
cesska's picture
cesska at (18 weeks 2 days yang lalu)

indah sekali tulisannya..salam kenal.

Arra's picture
Arra at (18 weeks 2 days yang lalu)

kemakah cerita ini? aku tak mengerti intinya apalagi konfliknya. Meskipun cerita ini dikemas dengan kalimat-kalimat romantis..

neko-man's picture
neko-man at bagus sih... (18 weeks 2 days yang lalu)

bagus sih.. serius kata-katanya indah banget tapi gak norak. sayangnya rasanya melelahkan, terlalu banyak kata indah bertubi-tubi. juga agak sulit dimengerti

kinu's picture
kinu at kocak (18 weeks 2 days yang lalu)

Big Grin

langit_septa's picture
langit_septa at (18 weeks 2 days yang lalu)

setuju ma arra.....

aku bingung aja mau dibawah kemana cerita ini,konfliknyapun belum begitu jelas, atau malah gak jelas..

hanya bermain dg kata romantis,

dikadiman's picture
dikadiman at (18 weeks 1 day yang lalu)

Love rules! Romance sells!

SnowDrop's picture
SnowDrop at (17 weeks 4 days yang lalu)

hummm...arah ceritanya gag jelas ya...kata2nya indah ! indah banget,,diksinya oke..tapi gw rasa terlalu banyak,,jadi agak pusing bacanya..Kepp up the good work ya ! n jbaca juga karya2ku yg lain ^^

prince-adi's picture
prince-adi at hmm (17 weeks 1 day yang lalu)

implisit...

zayRasa_coklatkacang's picture
zayRasa_coklatkacang at (15 weeks 6 days yang lalu)

olala..

ni duren manis amat ya,,, Nerd