Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
“Ada Nanny yang akan mendampingi kamu. Lagian masalah wali kan bisa digantikan dengan wali hakim, Ra.” Ucap Julian dari belahan dunia sana dengan enteng.
“What?? WALI HAKIM!!! Oke…oke.. studi, ujian, perusahaan, atau apalah alasannya. Semua itu memang lebih penting ya daripada jadi wali Rara, daripada pernikahan Rara yang hanya sekali seumur hidup! Kalau gitu mending Rara jadi adiknya Pak Hakim deh!”
ini cerita kentara sekali "dibuat-buat." untuk sebuah cerita yang digunakan untuk pribadi -maksudnya gak dibaca khalayak- masih oke-oke aja. tapi kalau ditulis untuk dibaca banyak orang, tentu sangatlah dangkal. apalagi untuk sebuah cerita yang dibuat serial. penggarapan karakter tak matang. tambahan lagi dipaksakan sekali membuat akhiran bahagia dengan adegan ranjang. dan, katanya, cuma unuk menjelaskan arti kalimat asing.
tapi komentar ini muncul mungkin saja karena penulis komentar yang memberikan komentar tak paham bahasa Jepang kecuali Kokorono Tomo yang dikomentari
AKu memang belum membaca seri2 sebelumnya. tapi dengan membaca akhirnya aku jadi penasaran buat baca awalnya. Nah kalo dari sisi penulisan, bagus dan enak buat dibaca. kata2nya terorganisir dengan baik. Tetapi akan lebih baik lagi pendeskripsian suasananya biar lebih sip!
Duh, ga bisa komen neh. Dari awal ceritanya dah menarik, meski sedikit terputus-putus (karena cerita bersambung).
Btw, saya suka endingnya tuh. Terasa romantis.
Ditunggu cerita yang lain.
Saya kan dah bilang, malem pengantin romantis itu kalo di atas becak .. trus enjoynya, becak di parkir di teras rumah menghadap jalan .. wuiihhh seru banget tuh ...
Bagus mpok .. tapi, cerita bersambungnya kurang lama ... dan isinya bisa ditebak!
apalagi di bagian Kak Juli datang tiba2 pas sebelum ijab kabul tiba
come on... this is the real world.
sekali-sekali bisa to nggak menuruti alur yang bahasa jawanya "ditepak-tepakno" alias di bahasa indonya "dipas-pas-in"
Kalau mau mu bikin sekuens, alias kejutan buat pembaca, gugupnya si cowok ngucap ijab qabul pasti terasa lebih seru, apalagi kalau vell bikin si Kamil salah sebanyak 2 kali ngucap ijab (tahu kan... klo misal cowok ngucap salah ijab sebanyak 3 kali maka akad akan diulang di hari lain). Temuan ini lebih real, dibanding kakak juli yg tiba tepat di detik2 terakir ijab.
hehehe.. so sorry deh... kok jadi menanamkan isi otak nis ke cerita vell yak.
di awal, (karena nisa g ngikuti dari awal) radha bingung dengan persebaran tokoh2 na. contohnya kata Ade yg ternyata panggilan untuk Rara. but overall... segmen cerita mu ini jadinya kemana?
Pembahasaan terlalu teenager menurutku, padahal bobot cerita adalah middle adult. hehehee... mangaaappp asal nyablak vell
Sukses atas cerbungmu yang sudah tamat ini. Kritikku hanya dibagian pengetikan kata-kata saja, ada beberapa kat yang perlu edit untuk kesempurnaan. Happy ending euy
akhirnya ending juga cerita bersambung pertamaku ini. terimakasih buat semua teman-teman aku yang berdomisili di Jepang, atas korespondensi kalian. mbak yosi terimakasih atas bimbingannya. jangan bosen ya mbak hahahaha...
Tertangkapkah olehmu
Apa yang ku rasa
Terus ganggu hatiku
Sering kali ku ragu
Ragukan pedulimu
Dan tak yakin kesungguhanmu
Reff :
Cobalah lihat dari sisi aku
Agar kau pahami
coba kau dengar Jerit hati kecil ini
cobalah tuk mengerti
Sedikit saja..
meski aku ada tapi spt tak ada ku disini
namun tak berarti
Lihat.. lihat aku Izinkan sedikit egoku
Lakukan seperti mauku
Tataplah kedua mataku
Dan coba kira keinginanku
By: Tangga - Dari Sisi Aku
Ku perhatikan sinar matanya dalam-dalam tanpa Minami tahu
oh.. Ternyata lagi-lagi ku ketahui di balik sinar itu
dia berkata "Aku benci musim dingin! ... lanjut baca
Hanya saja waktuku tak banyak
Pabila yang ada cuma sepenggal harapan tak bernyawa
Untuk menemuimu diantara batas waktu yang tak pasti
Sementara seo ... lanjut baca
“Pokoknya gw pengen rumah model minimalis! Nah kayak gini neh ya.” Kata Lala sambil menunjuk salah satu gambar rumah bergaya minimalis yang ada di ... lanjut baca
Pangeran…kau kini yang terindah..bukan tersempurna..
Namun ironisnya aku mencintaimu dengan sempurna
Andaikata cinta itu memancarkan cahaya
Kau p ... lanjut baca
Aisyah duduk di tempat yang sudah di sediakan panitia sesuai dengan jurusanya. Semua wisudawan dan wisudawati berjumlah tiga ratus lebih dan Aisyah ad ... lanjut baca
Walau kini kau tlah tiada, tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyum mu abadi
Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Biar hati mulai sepi tanpa ter ... lanjut baca
Setelah mandi dan berpakaian, Kamil melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat sarapan. Ia akan membuat kari jepang, makanan favoritnya. Lama tidak me ... lanjut baca
Mengapa bintang, matahari, dan kabut
Perlahan meninggalkan aku pergi…
Terhempas begitu saja
Saat ku tunjuk satu bintang
Dia teramat sempurna ... lanjut baca
Rara menyusuri trotoar dengan langkah bergegas. Kepekatan malam membuatnya sedikit merinding. Ia tidak terbiasa dengan keadaan malam diluar sana. Ap ... lanjut baca
Setelah mandi dan berpakaian, Kamil melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat sarapan. Ia akan membuat kari jepang, makanan favoritnya. Lama tidak me ... lanjut baca
Rara menyusuri trotoar dengan langkah bergegas. Kepekatan malam membuatnya sedikit merinding. Ia tidak terbiasa dengan keadaan malam diluar sana. Ap ... lanjut baca
Pulang
Kamil sibuk memindahkan beberapa koper dari Apato ke dalam bagasi mobil kantor, yang sudah menjemputnya untuk bersiap menuju Bandara Narit ... lanjut baca
Benar kiranya pepatah yang mengatakan cinta itu buta, cinta itu tak mengenal ruang dan waktu. Hadirnya tanpa diundang perginya pun tanpa pesan. Begitu ... lanjut baca
Ini part akhir dan juga sekaligus ending cerita ini. Silahkan dibaca, dinikmati, dan mohon komentarnya. Maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan ata ... lanjut baca
Saya merasa lega. Hari itu saya benar-benar mengucapkannya; cinta. Meski ternyata...“Maaf,” cuma itu yang dia ucap. Ya, kata maaf yang terdenga ... lanjut baca
Seorang gadis duduk membelakangi riuh malam kota, termangu di lingkup sebuah kata: semoga. Matanya lurus ke layar notebook, kesadaran terpusat pada bi ... lanjut baca
Aku terbaring lunglai di ranjang rumah sakit, tubuhku lemas, tak bergairah, dan sama sekali tak bertenaga. Bahkan aku hanya mampu mengangkat sedikit k ... lanjut baca
ahak...hak...hak...
adegan di kamar pengantinna kurang banyak.
Kan penasaran siy, mereka ngapain aja. Hehehe
Sipp, deh Nona manis
Happy Ending
Tentuna Mba'Yosi seneng punya murid kayak kamu..
Hehehe
Akhirnya yah... penghargaan karena cerita ini selesai...
Sesungguhnya masih ada peluang untuk membuat cerita ini tidak berkesan "linier"
Bravo..
Wah daku ndak ngerti-ngerti amat esnesi romance mbak!! Tapi ini (menurutku) sebuah akhiran yang cukup SIP......
Assalamualaikum?
Kalau soal nulis cerita, diakui dech none jagonya, Ze aja sampai merinding bacanya.
maaf mbak baru komen..
bacanya nyicil masalahnya..
udah tahu waktuku baca dikit, malah ditawari bacaan yang panjang banget kayak gini..
protes
tapi ceritanya bagus kok mbak...
sekali-kali ga muji-muji ah!
ini cerita kentara sekali "dibuat-buat." untuk sebuah cerita yang digunakan untuk pribadi -maksudnya gak dibaca khalayak- masih oke-oke aja. tapi kalau ditulis untuk dibaca banyak orang, tentu sangatlah dangkal. apalagi untuk sebuah cerita yang dibuat serial. penggarapan karakter tak matang. tambahan lagi dipaksakan sekali membuat akhiran bahagia dengan adegan ranjang. dan, katanya, cuma unuk menjelaskan arti kalimat asing.
tapi komentar ini muncul mungkin saja karena penulis komentar yang memberikan komentar tak paham bahasa Jepang kecuali Kokorono Tomo yang dikomentari
ingat TA, dek...jangan ngurusin cerbung mulu...hehehe
AKu memang belum membaca seri2 sebelumnya. tapi dengan membaca akhirnya aku jadi penasaran buat baca awalnya. Nah kalo dari sisi penulisan, bagus dan enak buat dibaca. kata2nya terorganisir dengan baik. Tetapi akan lebih baik lagi pendeskripsian suasananya biar lebih sip!
Duh, ga bisa komen neh. Dari awal ceritanya dah menarik, meski sedikit terputus-putus (karena cerita bersambung).

Btw, saya suka endingnya tuh. Terasa romantis.
Ditunggu cerita yang lain.
Saya kan dah bilang, malem pengantin romantis itu kalo di atas becak .. trus enjoynya, becak di parkir di teras rumah menghadap jalan .. wuiihhh seru banget tuh ...
Bagus mpok .. tapi, cerita bersambungnya kurang lama ... dan isinya bisa ditebak!
Sinetron bgt vell...
apalagi di bagian Kak Juli datang tiba2 pas sebelum ijab kabul tiba
come on... this is the real world.
sekali-sekali bisa to nggak menuruti alur yang bahasa jawanya "ditepak-tepakno" alias di bahasa indonya "dipas-pas-in"
Kalau mau mu bikin sekuens, alias kejutan buat pembaca, gugupnya si cowok ngucap ijab qabul pasti terasa lebih seru, apalagi kalau vell bikin si Kamil salah sebanyak 2 kali ngucap ijab (tahu kan... klo misal cowok ngucap salah ijab sebanyak 3 kali maka akad akan diulang di hari lain). Temuan ini lebih real, dibanding kakak juli yg tiba tepat di detik2 terakir ijab.
hehehe.. so sorry deh... kok jadi menanamkan isi otak nis ke cerita vell yak.
di awal, (karena nisa g ngikuti dari awal) radha bingung dengan persebaran tokoh2 na. contohnya kata Ade yg ternyata panggilan untuk Rara. but overall... segmen cerita mu ini jadinya kemana?
Pembahasaan terlalu teenager menurutku, padahal bobot cerita adalah middle adult. hehehee... mangaaappp asal nyablak vell
wadow...melelahkan juga bacanya...
tapi wie kasih nilai sempurna buat selesainya nih Cerbung...
CRTAX KYK X BGUS, TP gmen q psink kl bc buanyak2....
ganbatte
gak nyesel baca ceritanya...