Pengumuman seputar migrasi kemudian.com klik pengumuman. Bagi yang ingin melanjutkan chatting, silahkan klik chatting
Gerok
....................
Aku muncul di pekuburan itu dalam bentuk wanita cantik dengan gaun putih.
Beberapa manusia berada disana. Dua diantaranya hanyalah manusia normal (aku mengetahiunya dari aura ketakutan yang menguar dari tubuh mereka seperti bau busuk), sedang seorang lagi adalah seorang dukun.
Saat aku muncul, sang dukun sedang merapalkan mantra pemanggilan, sedang dua yang lain duduk dibelakangnya sambil gemetar dan memandang kegelapan sekitar.
Siang itu, cuaca cukup bersahabat. Tidak begitu panas, tapi juga tidak begitu dingin dan berangin.
Aku dan dua orang sahabat sedang duduk sambil me ... lanjut baca
Aku hampir tidak percaya berada di tempat ini lagi setelah apa yang ditinggalkannya di hatiku.
Ingin rasanya aku berbalik dan pergi meninggalkan te ... lanjut baca
Dari semayam tangan-tangan Dewa
bangkit kelopak kasih
untuk setiap butir-butir janji
dialah bernama cinta
tapi bukanlah sayap-sayap hitam
karena ... lanjut baca
Jangan lagi aku kau pilih
jika nantinya hanya menyisakan perih
Jadilah seperti air dan teruslah mengalir
anggap aku perahu
bagian kecil perjalan ... lanjut baca
Mari tangguhkan sekali lagi
jalan setapak ini,
dimana langkah kaki sempat terhenti
sebab dulu, aku pernah berjanji pada pagi
akan kembali dan mena ... lanjut baca
Dulu, ibuku pernah berkata
Tuhan tinggal di ujung cakrawala
kini aku takkan lagi percaya!
Coba tanya pada Neil Amstrong,
Apa ia pernah melihat T ... lanjut baca
Pengkhianat itu aku..!!
kau yang bilang
racun dalam darah
iblis dibalik amarah
Bangkai itu aku....!!
Kau yang bilang
maaf mu takkan turun
... lanjut baca
Tanamkan belati itu disini
dadaku lapang, jadikan merah hati
itukah sebabnya kau memakiku
untuk sesosok iblis yang kau sebut "ibu"?
Sial!!
Su ... lanjut baca
Silahkan berteriak
Tuhan tak mendengar
mengoceh ria;
Atas nama tuhan kalian bekerja
cari jembatan menuju surga
lewat berpuluh airmata
Cih... ... lanjut baca
Malam tergagap di belah ranting
sepi pun bergunjing pada sengau angin
hanya udara merengkuh beku
senyum-senyum tua pepohonan
aku duduk di bawah ... lanjut baca
(bagian Tiga)
Dalam tidurmu kau bergumam. Dan ketika kusadari bahwa hujan masih gerimis di luar, aku meraihmu.
Di cekungan punggungmu, tanganku ... lanjut baca
Sayang aku menunggumu di bulan, sekarang!
Berpikir sejenak setelah membaca sms dari istriku, menerka nerka apa ini hanyalah lelucon atau memang ben ... lanjut baca
Sayang aku menunggumu di bulan, sekarang!
Berpikir sejenak setelah membaca sms dari istriku, menerka nerka apa ini hanyalah lelucon atau memang ben ... lanjut baca
halo, mbak, hari ini aku posting 2 cerita berturut-turut(paraskevidekatriaphobia bag 1 dan 2). bag-1 sengaja ku-set agar tampil di halaman muka. waktu ... lanjut baca
Purnama menoreh cahaya pada suram langit malam berawan. Semilir angin terasa dingin. Menggigit sendi, seperti memaksanya lepas dari tetulang. Hening. ... lanjut baca
Aku, Kau Di Negeri Sembilu
Di sini kau terduduk
tanpa kata, tanpa mata
terpasung di batas waktu
Di sana aku di kutuk
karena kata, karena mata ... lanjut baca
Mata pedang yang kian menghunus
tinggalkan peri yang dalam
seribu malam yang singkat
trus membayang dan membungkam
mata hati yang kian haus
mer ... lanjut baca
yup! makin mantap penamu mengalir..
agaknya info dan istilah2 yg takkutahu akan kauungkap lewat ketidaktahuan Dimas yg sama bebalnya denganku..
Assalamualaikum?
bagus karya kamu ini