Sang Penanti (Antara Cinta,Kehidupan dan Kematian)

102
points

Tak seperti biasanya
Malam ini begitu mengusik sepiku
Menjebak aku dalam sumur kekosongan
Seakan jiwaku tak lagi ada batas dan tepi
Tak bermuara lagi sungai yang ada di hatiku
Ach, begitu gilakah aku ini
Mengapa selalu saja setiap malam harus menyapa dewi dalam hayalku
Sampai-sampai aku hampir tak bisa membedakan
Mana yang benar dan salah
Apa yang dikatakan nurani
Apa yang selama ini aku rasa
Ach…
………………………………………………………………………………………………………………

Belum sempat Jacky May menyelesaikan puisinya itu, rintik hujan sedikit terasa membasahi kertasnya.Coretan sepenggal puisinya luntur bersama kesepian yang telah lama meluluhkan hatinya. Hingga akhirnya deras hujan benar-benar menjadikan kertasnya kosong, tak bertinta, tak bertulis. Sepenggal puisinya tersapu terbawa jarum hujan yang merajami hatinnya.

Hampir setiap malam, Jacky May memang suka berdiam di atas atap kostnya, merenungi kehidupannya, mencari arti tersembunyi dibalik takdir yang menimpanya, cinta dan pahit kehidupan yang menghujatnya. Tak terhitung berapa banyak puisi yang telah ditulisnya setiap malam bersama sepinya, di atas atap kostnya itu. Ia lebih suka memaknai kehidupanya dengan kertas dan pena dari pada mengadu pada orang lain.

*******

“lho…!! Jam 08.15 ” .
Jacky may tersentak kaget seketika melihat jam yang ada di Hand Phonenya menunjukkan pukul 08.15. Segera ia langsung mengemas buku-buku yang masih berserak di meja belajarnya dengan mata masih redup dan ngantuk. Hanya cuci muka sekedar menghilangkan kantuknya, tanpa mandi juga sikat gigi ia langsung bergegas pergi. Sebelum pukul 09.00 ia harus sampai di rumah dosennya, karena ia harus persentasi ujian skripsinya.

“Assalamu Alaikum..!!”.
Ucap Jacky May agak keras sambil mengetok-ngetok pintu rumah dosenya.

“Assalamu Alaikum...!! Asslamu Alaikum..!!”.
Ucap Jcky May mengulang-ulang salam karena tidak ada jawaban. Tidak lama kemudian seorang perempuan separuh baya membukakan pintu.

“Maaf mas, cari siapa?”.
Tanya perempuan tersebut, yang ternyata adalah ibu dosennya.

“Pak Yudiyono ada? Kebetulan pagi ini saya ada janji sama beliau untuk persentasi skripsi saya”.
Jawab Jacky May menerangkan maksud kedatangannya.

“Oh, ada mas. Silahkan masuk dulu, ibu akan panggilkan”.

Dengan perlahan dan sopan Jacky May masuk, kemudian duduk di kursi paling pojok, tepat di dinding atasnya terdapat lukisan seorang perempuan yang teramat cantik. Lukisan tersebut adalah sosok istri Pak Yudiyono semasa masih muda dulu. Ketika Jacky May melihat lukisan tersebut, sepontan ia teringat dengan seorang gadis yang ia nanti sejak masa SMAnya sampai sekarang. Hingga ia terhanyut dalam lamunan yang seakan menina bobokkan dia, dan sepertinya ia telah mati suri terbuai dalam hayal seorang gadis yang ia nanti. Ia terus memandang kosong lukisan tersebut, dalam diam, dalam sepi jiwanya.

…….“Andai engkau ucapkan kata cinta padaku, semasa dulu kita masih sering bersama, menghabiskan waktu berdua. Andai engkau ucapkan kata sayang padaku, semasa dulu sebelum ada orang lain yang menempati ruang di hatiku. Pasti engkaulah orang yang akan menjadi penjaga hatiku, pasti engkaulah yang akan menjadi kumbang di hatiku. Andai engkau ucapkan dua kata terangkai itu semasa dulu, mungkin keadaanya tidak seperti sekarang ini” ……...

Kata-kata itu seakan berbisik lagi di telinga Jacky May. Dalam lamunanya. Setelah sekian tahun kata yang terucap dari mulut gadis yang ia nanti tersebut terkubur dalam kerapuhan hatinya. Karena luka penantian.

“Selamat pagi mas Jack..!! Gimana skripsinya? Udah siap”. Ucap Pak Yudiyono menyapa sambil mengulurkan tangan pada Jacky May.

“Mas jack..!!”. Panggil Pak Yudiyono mengulang agak keras karena Jacky May belum juga sadar dari lamunanya, dia masih asyik bermain dengan hayalnya.
Akhirnya Pak Yudiyono mengulang lagi mencoba menyadarkan Jacky May bahwa beliau sudah ada di depannya.
Dengan raut muka merah karena malu dan mata agak melotot karena kaget, Jacky May pun menjawab.

“Iya, selamat pagi pak..!! Maaf Pak, tidak mendengar ucapan Bapak barusan. Karena terlalu asyik memandangi kecantikan perempuan yang ada di lukisan ini”.
jawabnya sambil berdiri menjabat tangan Pak Yudiyono dengan menunjuk ke lukisan tersebut.

“Oh, lukisan itu..!! itu wajah istri Bapak semasa muda dulu. Namun sekarang beliau telah berpulang meninggalkan seribu kenangan. Walaupun begitu, ruhnya masih selalu ada di hati Bapak, ruh cintanya. Seakan - akan beliau selalu ada di sisi Bapak, padahal sebenarnya beliau telah berada di tempat jauh. Bapak pun sendiri sering kali terpaku jika memandangi lukisan itu. Mengingatkan Bapak pada masa lalu semasa beliau masih hidup. Bahkan karena kerinduan Bapak pada beliau, sampai-sampai Bapak selalu berdo’a pada tuhan agar di percepat umur Bapak, agar bisa bertemu dengan beliau. Selama ini Bapak selalu menanti kematian demi menemui beliau disana ”. Pak Yudiyono bercerita panjang lebar pada Jacky May yang mengagumi sosok dalam lukisan tersebut. Sampai-sampai beliau lupa kalau pagi itu Jacky May ingin presentasi ujian skripsinya. Tapi akhirnya beliau berhenti bercerita dan mepersilahkan Jacky may untuk mempresentasikan skripsinya.

*****

Beberapa saat setelah Jacky May mempersentasikan skripsinya, Pak Yudiyono kembali bercerita. Hingga tak terasa matahari telah bertahta tegak diatas awan. Dan Jacky May harus pulang karena dia ada janji dengan seorang teman perempuan dekatnya, yang ternyata sejak lama dia menanti Jacky May mengucap kata cinta padanya.
Perempuan cantik ini adalah seorang anak dari konglomerat yang ada di Jakarta, tak heran jika dia dikejar – kejar oleh para lelaki yang mengincar hartanya. Sudah tak terhitung berapa banyak lelaki yang dia tolak, karena dia tahu mana tipe lelaki yang benar – benar baik dan busuk. Bahkan ada seorang lelaki anak orang kaya, ganteng dan gagah. Pun juga dia tolak. Justru perempuan ini lebih memilih Jacky May, yang dia adalah anak dari orang tidak punya, hanya seorang anak dari petani desa yang tak jelas penghasilan tiap bulannya. Alasan perempuan ini lebih memilih Jacky May ketimbang lelaki lain adalah karena dia tahu Jacky May seorang lelaki yang mempunyai sifat baik, menghargai wanita, mempunyai kebijaksanaan hati, selalu bersabar dalam menghadapi susah hidupnya, dan kemandirianya yang sudah bisa membiayai kuliah sendiri. Oleh karena alasan itulah perempuan ini lebih memilih Jacky May ketimbang lelaki lain, walau dia harus rela menanti.

**********************************************************
(Bersambung)

Your rating: None Average: 8.5 (12 votes)
dikirim ningrat_oey 16 minggu 3 hari yang lalu
Tag: