cukupkah derita penantian terlunaskan oleh rindu sepasang bibir yang garing-mengering, dengan bebutir maaf yang diuntai selayak manik tapi hanya semata di bibir, airmata itu mengiring di piring langit, dijilat embun dan sisa butiran hujan, sebentar lagi air mata itu pamit pergi, membawa derita yang entah bernama apa
“jangan turutkan hati dengan rasa bersalah.”
mari menghibur hati dengan cerita-cerita masa lalu dan serat-serat harap masa mendatang, satu persatu sahabat melenggang pergi, mungkin sambil membawa matahari, dan tinggalkan hitam pada malam, dengan larik-larik doa yang bertumpuk kikuk menanti ajaibnya mukjizat,
satu demi satu kerabat melangkah pergi, mungkin sambil membawa rembulan dan tinggalkan kelam pada malam. sudahlah, mungkin laut masih setia menampung hujan. sementara, biarkan tidur mengancam malam. dengan bayangan ketakutan yang mengerikan
manado, 12/07/08
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Rangkaian kata yang bagus.Keep writing!Biar aku mengenalmu lewat kata..
bagus sekali..
hanya huruf kecil semua, jadi agak terganggu.
bagus mas...
tetap kau berbicara seperti mas khrisna..
yang aku kenal dulu..
sangat hafal aku dengan gaya tulisanmu mas.. meluruh anggun di tiap sudut kata..
hanya beberapa penulis saja yang punya karakter seperti ini..
boleh kenalan mas... wakakakak....
iya Mas Khris.. satu persatu sahabat kita telah melenggang pergi.. mungkin sambil membawa matahari, namun meninggalkan kelam d sini.. puisi ini very nice..
puisinya bagus,keren,tidak terlalu berat dengan metafora jadi mudah di cerna,mengalir begitu saja dan sarat makna.
nice.......
salam ^_^
Paduan kata-kata yang bener2 indah...
hhehe...ada sedikit yang berubah...apa yak?
mungkin karena kesibukan kerja...bawa aroma jiwa tersendiri pula...
diriku suka sangat ^^
lope2 deh pokoknya!!!
Assalamualaikum?
Tak diragukan lagi...
bukannya kamu, Mas yang bilang kangen sama saya? Kok kebalik sech???Hehehe...becanda ding.
mas...tetap bagus kok...
sudah, biar angka 9 itu saja yang menjelaskan semuanya.
waahh...
saia kaget dengan bait pertama yang menarik buat saia.
sepertinya tarikan nafas saia kurang panjang, Om Khrisna...
nice
Assalamualaikum?
Puisi yang sangat bagus bang.
Bang, saya dan zera kangen nich..
Ingin main kesana.
Apakah manado telah menginspirasimu?
Ada yang lain dari puisi ini, sesuatu yang menyentuh.
mengesankan. menggairahkan.
ih, sekali muncul selalu dengan puisi yang asyik.