Sulit terungkap dengan apapun bila hati tak lagi menyuarakan kebenaran. Rasanya sudah terlalu lama bimbang bersemayam di relung makhluk beradab yang kian nista dari hari ke hari tanpa tahu bahwa adab telah lama menjauh dari bayangnya.
Kupilin-pilin setiap kata mencari kecocokan dari sudut pantul yang mungkin cocok dan tepat untuk menyembunyikan kebimbangan, meski akhirnya justru kebingungan yang kian merajalela menari-nari penuh suka diantara derita sampah nostalgia.
Manggut-manggut dalam sudut dan meringkuk dalam mayapada tak kutemukan juga padanan cocok untuk seikat rona wajah yang kian masa merontokkan keegoisanku dan menampik setoreh rindu, aku masih bingung diantara bimbang yang keduanya terus berkutat diujung syaraf yang sudah tak berharmoni lagi. Hingga ujung waktu tak jua kutemukan titik temunya.
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
kok kaya prosa, ya mbak?
lebih asyik dijadiin cerpen kayak'e..
cia yo..
sama...bingung!lagi ngehang nih, perlu diupgrade software otaknya....maklum, sindrom SP(semester pendek)
setuju ma adikku... orchid..
sptnya puisinya sukses membuat bingung di antara bimbang para pembacanya. diksinya asyik!
aq bingung.
tapi rasa yang tertulis dapat terasa (mungkin salah )tapi aqpun sepertinya juga mengalami.thanks