Sesak hati telah lalu, tapi masih sering rasa ngilu berbunyi di sisi sebelah sana saat kata-kata itu disebutkan. Aku sedikit bertanya-tanya, benarkah apa yang manusia dengar itu kebenaran? Lalu jika iya, mengapa kebenaran sering kali membuat sesak?
Seorang teman berkata, nikmati masamu dan jujurlah dengan hatimu.
I DO!
Bukankah ratusan kali aku mencoba untuk jujur dengan hatiku? Bukankah ribuan puisi menota kisah-kisahku? Bukankah kejujuran tidak hanya terdengar lewat kata? Bukankah gerakku juga kejujuranku?
Lalu dia berkata, jujur memang memalukan, tetapi lebih memalukan lagi saat kamu tak jujur!
DARN!!
Aku jujur! Seluruh dunia mengetahui setiap isi otakku, mereka bahkan dapat menyusuri inci demi inci kulit tubuhku. Aku telanjang!
Ketakutan seperti menjadi sahabatku sekarang, aku takut tidak cukup normal untuk menjadi manusia... Aku takut keberadaanku hanya sebuah pelengkap bagi dunia. Yah, memang hidup adalah aturan alam yang tidak bisa diatur hati kita, tetapi bolehkah aku berharap setidaknya buat aku sedikit lebih normal untuk menjadi manusia pada umumnya?
Sesak hati telah lalu, tapi saat ini sisi hatiku yang itu tetap berdenting mendengarnya berkata... Hal yang biasa, yang sangat biasa, yang disukai setiap orang, yang diharapkan setiap manusia. Aku takut...
Nada bicaranya tidak seperti waktu itu, dia terdengar tenang seperti hal ini adalah hal yang biasa diceritakannya padaku. Tubuhku tenang, pikirku nyaman, tetapi tidak hatiku. Dia berdentang terus menerus menyisipkan sedikit sesak di sana.
"Aku suka dia... Gimana menurut kamu?"
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
=D> =D> =D>
Very good...
Kunjungi juga karyaku...thx
Hai yus..Jujur asik bgt..
Pa lg kalu semua orang bisa menjujunjung tinggi kejujuran tidak perlu ada tanda tanya dalam kehidupan..keren bgtz..
boleh juga karyamu sobat
buatku terinspirasi...thanks.
salam
penggemarmu yg biasa-biasa aja
wooo.konflik ma batin ya...gw suka kata2 yang : jujur memang memalukan tetapi lebih memalukan lagi saat aku tak jujur.. WOW..kerennnnn keep up the good work ya ! :P
ini emang cuma monolog batin ajah
bagus... dalem, rasanya mengena dan sederhana.
monolog yang meyenangkan
sebuah monolog diri!
he eh.. ini cuma dialog dengan batin ajah bukan konflik
Tambah informasi dikit lagi dong biar konfliknya lebih jelas. Misalnya apa sebenarnya hubungan antara aku dan dia yang berkata "aku suka dia".