badai semalam kabutkan jalanku
pagi ini, sisa embunku luruh satu-satu
aku terlanjur memilih satu hati untuk kusulam pelangi
tak lagi pedul pada pijar matahari
atau pendar tujuh sasi
tak lagi tertatih tuk rajut hati yang menyerpih -aku berdiri
ah, kiranya hati imi terlalu cepat melangkah
tiba-tiba menjelma bak Rama dan Sinta
sesungguhnya penuh warna
pelangiku bertabur bagaikan malaikat surga
tapi kenapa sisi hatiku tergelak dosa?
ah, tapi manis....
sehangat coklat yang kau tawarkan saat jiwaku kedinginan
dan langkahku pecah di simpang dua
sisi hatiku inginkan kembali
tapi yang lain berteguh tuk nikmati
kiranya dosa manis ini jadi dilema
aku pecah
lelah ku mengerti kemana hati ini coba telusuri
Rating
45
points
Views:
Comments: 0
Rating:
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
Aihhh.., hehe dilema yg pelik yah..
Selamat berjuan dan meniti sisi-sisi yg rentan dan rawan yah..
Moga2 tetep selamat dan ttp berdiri pada pendirian dan prinsip yg teguh..
(halah..ngomong apa to mbah ki..hehe)
diksinya mantab.. bener deh, metaforanya juga kena.. asyik nih
Pergulatan yang menarik.
Tapi ga boleh selamanya bergulat ai.
Kudu ada yang menang, tetep.
(Ada hub ga?)
padahal aku juga dalam masa itu,
masa2 'dosa manis'..
tapi kok kurang terasa ya>
hhmm..
great poem...!!!