Hari telah beranjak senja. Langit berwarna lembayung mengiringi matahari kembali ke peraduannya. Dari balik jendela samar kusaksikan semua keagungan T ... lanjut baca
Sore itu, dibawah payung langit sore, di sebuah bangku di sudut taman kota, seorang wanita sedang duduk sendiri. Namanya Fina, usianya kira-kira 22 ta ... lanjut baca
Kamu pikir kamu siapa?
Datang dan pergi seenaknya
Kamu pikir kamu siapa?
Datang dengan luka, pergi mencari suka
Kamu pikir aku apa? Bak penampunga ... lanjut baca
Langit mendung matahari murung
Sepekat mendung itukah hatimu?
Di bawah pohon itu kau berdiri
Melambai menyongsong kehadiranku
Kulihat kau tersenyu ... lanjut baca
Senja di bukit ilalang,
burung berbaris terbang berarak kembali ke peraduan
angin malam mulai merangkak menuju lembah
lembah dimana aku membisu, d ... lanjut baca
Maaf...
Bukannya aku tak mencintaimu lagi
Atau tak menyayangimu lagi
Satu yang mesti kau tahu
Telah habis waktu yang kuberikan
Untukmu memberikan ... lanjut baca
Siang ini begitu panas. Matahari seolah-olah ingin menghanguskan, meluluh lantahkan bumi. Kuseka peluh yang membasahi pelipisku. Ya Tuhan..!!kirimkanl ... lanjut baca
Mungkinkah perasaan ini adalah yang kutakutkan?
Lalu apakah perasaan ini nyata?
Atau hanya sebuah semu belaka?
Apabila ini adalah kesemuan
... lanjut baca
Entah sejak kapan Rhena berhenti tersenyum. Bahkan mungkin, Rhena sendiri tak tahu jawabannya. Em…, mungkin karena peristiwa ‘itu’. Sebuah peris ... lanjut baca
Diary-ku sayang,,,apa salah jika aku mulai menyayanginya ? Apa keliru jika aku mengatakan bahwa aku jatuh cinta padanya ? Setelah dia pergi ? Setelah ... lanjut baca
Saat mimpi dan harapan tak sanggup bicara,
Ketika ketulusan hanya mampu terdiam,
Keyakinanpun ikut sirna bersama bungkamnya sebuah perjuangan..
Pat ... lanjut baca
Suatu senja kau datang membawa gerimis
Dengan kata yang kau sebut mistis, ah matamu itu
Merumuskan nikmat beranak-pinak, hingga sesat
Cepat kemari ... lanjut baca
kita bertanya lagi,
kemana akan pergi.
setiap hari kita sambangi sepi, yang selalu menggelayut di sudut matamu, di sudut senyumku. setiap hari kit ... lanjut baca
cinta, diamlah seribu bahasa
tak perlu kau artikan rasamu
juga tak perlu segelas susu kau beri
cukuplah kau buka pintu setan dibalik celanaku
agar ... lanjut baca
Genap sudah dua purnama Tian tidak berhubungan dengan Juwita. Sejak mereka putus, tak pernah lagi berhembus kabar dari gadis bernama lengkap Juwita Ra ... lanjut baca
Berjarak puluhan ribu langkah kaki dari Sang Perawan, menjelang detik terakhir sebelum cahaya pertama terbit, tiga orang bocah dan seekor kuku merah ... lanjut baca
Kebingaran di dalam kastil maupun petir yang terus menyambar diluar tidak melunturkan niat Marusha untuk segera keluar menerjang apapun yang akan ... lanjut baca
Langit tak lagi seindah kemarin,saat kau masih berada di sisiku dan menemaniku menghabiskan detik - detik terakhir di kota ini,kota yang selalu m ... lanjut baca
Janji memang harus ditepati
berusaha dan belajar yang baik ya (halah sok tua)
hehehehe
Masih bisa tetep OL khan?
I'm gonna miss that ^o^
miss you...
saya suka gaya bercerita kamu...
mengalir...