Tales of Shining Blade (Beta III)

“Mirror-Portal of Allenia terbukalah!!” Kata Rin.

Kemudian cermin besar yang ada di tengah ruangan tersebut bergetar dan berubah menjadi sebuah air terjun yang mengalir deras yang kemudian terbelah lalu membentuk sebuah lorong yang terlihat cukup panjang dengan cahaya putih di ujungnya.

“Yang Mulia, bersiaplah. Mungkin perjalanan ini akan terasa sedikit aneh bagi human seperti anda.” Kata Rin. “Hamba mohon, gunakan pakaian hangat ini, karena akan sangat dingin.” Sambungnya sambil memberikan sebuah mantel pada Rheina.
“Baiklah , aku akan mencoba untuk bertahan selama perjalanan.” Jawab Rheina singkat.

Tak lama, Rivaya datang, lalu menyerahkan Pedang Suci Windbloom pada Rin.

“Rin, sesampainya di Night-Forest, cepat berikan pedang ini pada paman Draco. Lalu bilang padanya lakukan apa yang harus telah ditentukan.” Perintah Rivaya.
“Tapi Nona, tanpa ini anda tidak biasa menggunakan wind-ability anda.”
“Dia adalah anggota Dewan Aliansi Alliena, bukan aku. Dia adalah seseorang yang berhak menggunakan pedang ini untuk pelantikan, bukan aku.”
“Tapi, Nona….”

Belum selesai Rin menjawab permintaan Rivaya, Rivaya memeluk Rin dan membisikan sesuatu dalam bahasa elf. Dalam pelukan Rivaya, Rin terdiam dan menitikan air mata. Rivaya melepas Rin dari pelukannya dan tersenyum, lalu kembali berbicara dalam bahasa elf.

“Tolong, lakukan terakhirku sebagai seorang sahabat Rin, bukan sebagai pelayan pribadi maupun seorang murid.”
“Nona…..”
“Ini, pakai ini.” Sambung Rivaya sambil memberikan sebuah sarung tangan dengan sebuah Ruby diatasnya.
“Nona, ini… ini adalah Flaming Ruby anda. Tanpa ini…….”
“Hei, apa aku bilang. Pakai, lalu jaga Ratu kita. Mengerti.”

Rin hanya mengangguk. Tanpa banyak bicara Rin memegang tangan Rheina dan menariknya masuk ke dalam lorong tersebut.

“Tunggu Rin, bagaimana dengan Rivaya? Apa kamu akan tinggal? Lalu bagaimana dengan rakyat Allenia?” Tanya Rheina.
“Hamba memilih jalur yang lain Yang Mulia.” Jawab Rivaya sambil tersenyum. “Yang Mulia, jangan khawatirkan Hamba. Hamba akan tiba pada waktunya.” Sekarang pergilah menuju Night-Forest.” Sambungnya.
“Yang Mulia, mari kita berangkat” Kata Rin sambil menarik Rheina memasuki portal.
“Aku pikir, kamu menyayangi rakyatmu Rivaya!! Apa gunanya kamu tinggal disini?”

Mendengar perkataan Rheina, Rivaya hanya tersenyum dan menutup Mirror-Portal. Kemudian Rivaya membaca sebuah spell dihadapan Mirror-Portal. Mirror-Portal kembali bergetar, dan terbuka, namun kali ini tidak berupa air terjun. Mirror-Portal mengeluarkan lambang matahari yang bersinar dengan terang.

“Portal menuju Tample of Sun sudah terbuka. Aku harap, Sylvia mau mambantu.” Kata Rivaya.

Sebelum memasuki Mirror-Portal, Rivaya terlebih dahulu melepaskan beberapa Fire-Arrow Spell ke arah ruangan yang berisi benda-benda peninggalan Kerajaan Allenia miliknya. Ruangan tersebut terbakar. Saat sebuah bendera berlambang Kerajaan Allenia terbakar, Rivaya hanya terdiam dan meneteskan airmatanya.

“Ayah, Maaf. Aku memilih jalur yang berbeda sekali lagi.” Katanya dalam hati.
Rivaya lalu menarik napas panjang dan mulai memasuki Mirror-Portal menuju ke Tample of Sun.

***

Sementara itu, dalam perjalanan menuju Night-Forest, Rheina terus memikirkan tindakan Rivaya sebelumnya. Beberapa kali dia bertanya pada Rin, tapi Rin tidak menjawabnya dan hanya terdiam. Tak lama kemudian, keduanya keluar dari perjalanan menembus Mirror-Portal dan tiba di belakang sebuah air terjun yang besar. Di balik air terjun tersebut terlihat sebuah hutan besar yang sangat besar dan dikelilingi gunung besar yng menjadi perlindungan alami bagi hutan tersebut. Keduanya berjalan menyusuri sungai yang mengarah hutan tersebut. Di beberapa bagian atas hutan tersebut, terlihat sebuah kota tergantung di atas pohon dan dihubungkan oleh jembatan gantung. Di tengah hutan terlihat sebuah tugu besar yang bersinar dan menghangatkan seluruh Night-Forest ditengah gelapnya malam.

“Luar biasa. Indah sekali. Apa ini Night-Forest? “ Tanya Rheina.
“Ya. Selamat datang di Night-Forest, Putri Rheina.” Jawab Rin.

Keduanya langsung disambut oleh seorang Ranger. Ranger itu langsung membawa keduanya menuju ke sebuah rumah besar yang ada di salah satu pohon dekat tugu yang bercahaya tersebut. Sesampainya di sana, seorang Elder-Elf langsung menyambut mereka di depan pintu utama yang besar.

“Rin, selamat datang.” Katanya. “Saya juga memberi salam bagi anda, Putri Rheina.” Sambungnya.
“Aku memberi hormat pada Dewan Aliansi.” Balas Rin sambil berlutut.”
“Aku, Rheina, Putri dari Kerajaan Minerva memberi salam bagi kalian.” Kata Rheina sambil membalas sambutan dengan caranya sendiri di kerajaannya.
“Berdirilah, anakku. Kami telah menunggu kalian.“ Kata Elder-Elf tersebut.
“Paman Draco, Rin sangat rindu dengan paman.” Kata Rin sambil memeluk Elder-Elf tersebut.
“Aku juga rindu padamu, Rin. Di mana Putri Rivaya? Aku tidak melihatnya.” Kata Draco.
“Nona Rivaya…… Nona Rivaya saat ini menuju Tample of Sun.” jawab Rin sambil meneteskan air matanya.

Mendengar jawaban Rin, Draco kaget. Karena Draco mengetahui, bahwa Tample of Sun adalah tempat bersemayamnya Blazing-Sun Robe, God Robe terkuat Allenia.

“Apa yang mau dilakukan oleh Putri Rivaya?” Tanya Draco.
“Nona Rivaya… Nona Rivaya mengorbankan dirinya untuk meminjam kekuatan milik Sylvia.” Jawab Rin yang tak kuasa menahan air matanya.
“Lagi-lagi, Putri Rivaya melakukan perjuangannya sendirian. Kita harus membantunya Rin. Ini bukan hanya pertarungannya saja.”
“Aku selalu siap membantu Nona Rivaya kapan pun dibutuhkan.” Balas Rin.
“Tunggu, aku bingung Rin. Apa yang sedang terjadi di sini?” Tanya Rheina.
“Hamba akan menjelaskan semuanya, Putri Rheina. Tapi, lebih baik Hamba menjelaskannya di dalam saja.” Jawab Draco.
“Baik aku akan mendengarkan semuanya.” Jawab Rheina.

Ketiganya kemudian masuk dan kemudian mendengarkan penjelasan Draco mengenai kondisi Rivaya saat ini. Mendengar penjelasan Draco, Rheina, yang sebelumnya meremehkan Rivaya, menjadi kagum dan berniat membantu Rivaya.

“Jadi anda juga akan membantu Nona Rivaya Yang Mulia?” Tanya Rin.
“Ya Rin, aku akan membantunya. Masalahnya, aku tidak memiliki seorang Dragoon.” Balas Rheina.
“Hmm, permasalahan yang sulit. Dragoon Allenia yang tersisa tinggal Lima orang, termasuk Putri Rivaya. Dan empat yang lain sudah menggunakan God Robe, mereka sudah tidak bisa memiliki seorang master lagi.” Kata Draco.
“Ada seorang lagi. Dragoon Allenia sekarang ada enam orang.” Potong Rin.
“Apa, di mana?” Tanya Draco
“Dia ada disini.” Jawab Rin.

Rin kemudian mengeluarkan Flaming Ruby milik Rivaya, beserta Pedang Suci Windbloom yang terbungkus rapi oleh bendera Allenia.

“Nona Rivaya telah mengajariku menggunakan Flaming Ruby. Dan sekarang aku membutuhkan seorang Master.” Kata Rin.
“Baiklah, Putri Rheina, apa anda bersedia menjadi Master Rin?” Tanya Draco.
“Aku menerimanya.” Jawab Rheina.

Kemudian dengan segera Draco melakukan upacara pelantikan seorang Dragoon. Di mana Rheina menjadi Master dari Rin, yang sekarang menjadi Dragoon of Flaming Ruby.

“Dragoon Rin, sekarang anda telah ditugaskan untuk melindungi Master Rheina hingga titik darah penghabisan. Dan anda harus menerima tugas suci ini.”
“Hamba bersedia menerima tugas suci ini.”
“Master Rheina, apakah kamu menerima sumpah kesetiaan pelindung anda, Dragoon Rin?”
“Hamba menerima sumpahnya sebagai seorang Dragoon pelindung Hamba.”
“Atas nama Raja Rayzic, Raja terakhir Allenia, maka aku umumkan Dragoon Contract telah dilaksanakan.”

Draco meletakan pedang suci Windbloom di bahu kanan Rheina, sebagai tanda telah melakukan kontrak. Kemudian meletakannya kembali di bahu kanan Rin. Setelah pelantikan, Rin dipersilakan menggunakan Flaming Ruby untuk memanggil Flame Robe.

“Dragoon Rin, Lakukanlah.” Kata Draco.
“Baik paman.” Jawab Rin singkat.

Rin kemudian menarik napas dan mengeluarkan aura yang membuat Flaming Ruby mengeluarkan cahaya berwarna merah.

“Aku siap. Flame materialize!!!!”

Tubuh Rin di kelilingi api dan perlahan api itu membentuk Flame Robe. Hingga pada akhirnya api berkenti berkobar dan terlihat Rin dalam balutan armor merah yang sebelumnya digunakan oleh Rivaya.

“Dragoon Rin, siap menerima perintah.” Katanya sambil berlutut di depan Rheina.
“Luar biasa, Rin kamu tampak hebat sekali. Baik, aku punya perintah pertama untukmu.”
“Hamba siap melakukan apapun perintah anda, Master.”
“Temukan Rivaya, bantu dia dalam mendapatkan Blazing Sun Robe.”
“Akan Hamba laksanakan dengan segera.” Jawab Rin singkat.
“Baik, laksanakan.”

Rin kemudian melangkah meninggalkan ruangan dan mengeluarkan empat buah lingkaran api yang berputar di kedua lengan dan kakinya.

“Master, Paman Draco, aku diberi pesan oleh Nona Rivaya. Tolong panggil penguna God robe lainnya.” Kata Rin.
“Akan paman lakukan, Rin.” Jawab Draco.
“Terima kasih Paman. Master, Hamba berangkat.”
“Hati-hati, Rin”

Rin mengangguk dan kemudian memutar lingkaran apinya untuk terbang. Selepas Rin pergi, Draco dan Rheina langsung menuju tugu cahaya dan menyimpan Pedang Suci Windbloom di sana. Kemudian dari tugu tersebut keluar lima cahaya yang mengarah ke lima titik di luar Night-Forest.

“Sekarang, kita hanya bisa menunggu jawaban mereka.” Kata Draco.
“Mereka, pasti akan menjawabnya. Ini adalah pertempuran mereka. Untuk kebebasan Allenia.” Kata Rheina.
“Ya, ini adalah perjuangan kami, bersama Putri Rivaya.” Balas Draco.

(bersambung…….)

Read previous post:  
33
points
(1300 words) posted by shining_star_13 12 years 1 week ago
66
Tags: Cerita | petualangan | another Unofficial Fanfic | fantasy
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer panah hujan
panah hujan at Tales of Shining Blade (Beta III) (10 years 10 weeks ago)
100

kl udah begini ceritanya,
aku ga bisa ngga bernepotisme^^

all of you are the best for me, Niisan^^

Writer iroel
iroel at Tales of Shining Blade (Beta III) (10 years 21 weeks ago)
100

bagus,,,
kunjung juga za :)

Writer mOOel
mOOel at Tales of Shining Blade (Beta III) (10 years 32 weeks ago)
50

bagus ceritajnya... =D>

aQ' tunggu lanjutanya??

Writer badut_luchu
badut_luchu at Tales of Shining Blade (Beta III) (10 years 35 weeks ago)
100

maaf saya anak baru nih.....

saya suka ide ceritanya, pertahankan ya......

ditunggu lanjutannya.... =D> =D> =D>

Writer SnowDrop
SnowDrop at Tales of Shining Blade (Beta III) (10 years 35 weeks ago)
80

seeph,,,gw setuju banget kalo rin jadi dragoon !!! lanjutin dha !!! yosh ! cuman jangan pake terlalu banyak istilah asing ya, aga lieur uy bacanya hehe..keep up the good work ^^ O:) ps : skripsi cepet2 kelarin sono !! :D

Akhirnya chapter III beres....

maap lama, kebentur ama kuliah sih.....

(plus virus komputer yang memekan file asli dari cerita ini :''( )

ditunggu komennya.......