Don't Kill Your Heart, Happy

Pertama...

Hari ini mendung, semendung hati Epi. Maklum, musim hujan sedang berlangsung. Walau begitu, jangan samakan hati Epi yang mendung dengan datangnya musim hujan. Hati Epi memang selalu mendung, setidaknya sejak setahun yang lalu.

Epi sedang duduk-duduk di bawah pohon jambu di depan rumahnya. Itu satu-satunya tempat favorit Epi untuk merenung, melamun, dan menyepi. Masa bodoh dengan pandangan miris para tetangga yang melihatnya termangu di bawah pohon. Epi seperti sudah tidak peduli pada hal apa pun kecuali Bunda dan ketiga adiknya.

"Pi, Bunda mau ke pasar dulu. Bahan-bahan di toko hampir habis," ujar Bunda lembut dari dalam rumah. Epi tersentak dari lamunannya.

"Tapi, ntar lagi mau ujan, Bunda," sahut Epi mengingatkan. Bunda hanya tersenyum.

"Lebih baik Bunda kehujanan, daripada ntar gak ada yang mau belanja di warung kita karena kehabisan stok?" Jawab Bunda, tersenyum tulus. "Tolong kamu jaga warung, ya. Sekalian jaga Kyra, karena Bunda gak mungkin bawa Kyra ke pasar. Kasian Kyra. Tolong bilang sama Aga dan Evan supaya jangan terlalu sering bermain, oke Sayang? Bunda pergi dulu."

Bunda keluar rumah dengan membawa keranjang. Epi bangkit berdiri dan berjalan menuju ke warung kecil-kecilan yang terdapat di depan rumah yang sederhana itu.

"Kak, gue mau pergi!" Seru Evan singkat. a hanya menelengkan kepalanya ke dalam ruangan yang penuh Tanpa ba-bi-bu lagi, dia langsung menarik kepalanya dan melenggang keluar rumah. Otomatis Epi mengejar adik laki-lakinya yang super duper bandel itu ke luar rumah.

"Mau ke mana lo?!" Tanyanya galak.

"Ke perempatan," jawabnya singkat sambil terus berjalan. Epi terkejut. Gila! Itu kan tempat mangkalnya Udin cs, si preman kampung! batin Epi.

"Sinting lo! Ngapain ke sana?! Cari mati lo?!"

"Bukan urusan lo gue cari mati atao cari makan! Jagain aja tuh warung!" Serunya kasar. Epi berhenti mengikuti langkah adiknya. Sialan!! Masih kelas 3 SMP aja...

"Sekalian gak usah pulang lagi! Percuma, berat-beratin beban Bunda doang! Argh!" Teriak Epi pada adiknya yang semakin menjauh. Dengan kesal, ia kembali masuk dan duduk diam di depan warungnya. Pikirannya terbang ke masa setahun yang lalu, di mana semua kebahagiaannya hilang dalam sekejap. Dan hanya satu orang yang menyebabkan Bunda mesti banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keempat anaknya: Prasetya Danumerta, Ayahnya sendiri.

Semua ini terjadi karena dia selingkuh dengan wanita bermata sinis itu, Tante Ratna. Padahal, apa sih kelebihannya Tante Ratna? Dia jauh lebih hitam dari Bunda, jauh lebih pendek dari Bunda, pokoknya Bunda masih lebih segala-galanya. Bunda tipe ibu rumah tangga ideal. Penampilan Bunda selalu alami, namun tetap cantik. Tapi, kenapa Ayah tega menduakan Bunda dengan wanita yang hanya bisa berdandan itu?!?

Seakan belum puas membuat hati bunda remuk redam, Ayah juga mengusir Bunda, Evan, Aga, dan Kyra dari rumah mereka yang megah. Sebenarnya, Ayah tidak ingin mengusir Epi juga. Karena Epi sudah terlalu kecewa dan benci pada Ayah, makanya ia memilih ikut dengan Bunda.

Teman-teman sekolahnya, sejak tahu bahwa ia telah diusir dari rumah dan tidak punya kekayaan apa-apa lagi, semua orang yang pernah mengklaim bahwa mereka adalah sahabat langsung menjauhinya. Memang keterlaluan! Mentang-mentang SMA mereka isinya anak-anak tajir semua, begitu tau ada temennya yang jatu miskin,langsung dijauhi. Mereka semakin menjauhi Epi setelah mengetahui bahwa ternyata, Epi adalah anak dari donatur terbesar SMA Harapan, Prasetya Danumerta.

Sejak saat itulah, Epi yang semula merupakan tipe gadis yang riang dan friendly banget, berubah 180 derajat menjadi sosok yang ketus, dingin, pendiam, pokoknya introvert banget. Dan perubahannya ini, ternyata sangat menyakitkan bagi beberapa orang yang diam-diam sangat memperhatikannya.

bersambung...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ThaMie
ThaMie at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 32 weeks ago)
80

Inilah yang disebut dengan..."Narsis". Hehe... Tau maksudnya...?? Yeah, tepat sekali!!

Writer walank
walank at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
50

mungkin yang dimaksud mamoru dengan 'parabola' adalah 'hiperbola'? saat kasih komentar cerita "sekeoping keputusan"

Writer niawmiaw
niawmiaw at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
60

.. pemotongannya terlalu prematur. Coba kalo di ulur pas di konflik atau pas mau terjadinya sebuah konflik, pasti bagus.

Writer mamoru
mamoru at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
70

Ehm ,pemotongan ceritnaya terlalu dini sepertinya, tp bagian awalnya cukup menarik

Writer meier
meier at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
50

dua tulisan orang ini sudah saya baca,saya tahu kalo dia hebat dalam bertutur...entah karena ini baru bagian awal, koq gregetnya kurang ya?

Writer v3ndy
v3ndy at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
80

potong tengah jalan nih . . .

Writer Valen
Valen at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
70

Ceritanya menarik...gaya berceritanya khas remaja ya? ditunggu kelanjutannya ya.
Salam,

Writer yoshe
yoshe at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
50

hehe... gue suka sama pemotongan adegannya. bener2 bikin penasaran. ditunggu lanjutanny... yoshe

Writer F_Griffin
F_Griffin at Don't Kill Your Heart, Happy (12 years 35 weeks ago)
70

Good start, bad cut...
need I say more?