"Ini kereta apa?" aku bertanya pada teman yang duduk di sebelahku. Dia lagi asyik makan nasi goreng. Aku tidak memesan karena tidak lapar, lagipula aku memegang erat petuah kakakku untuk tidak makan kala di atas kendaraan.
"Mutiara Timur" jawabnya sambil tetap berkonsentrasi pada piringnya.
"Kamu nggak apa-apa,Ra? Tadi teman-teman pada nanya tuh" wajahnya tidak juga menoleh ke arahku.
"Jelas ada apa-apa, tapi aku baik-baik aja" aku berusaha mengakhiri pembicaraan yang aku awali sendiri.
Bukan kali ini saja aku meninggalkan Banyuwangi dengan hati perih. Aku masih ingat saat aku menangis di bus antarkota bulan Januari lalu.
Ya, waktu itu aku pergi meninggalkan kota itu dengan kepala tertunduk. Esta menolakku.
Aku duduk di belakang sopir, di deretan bangku yang berisi tiga orang. Aku tidak tahu apakah sopir tahu saat aku menangis . Saat air mata mengering, penumpang di sebelahku menawarkan apel.
Ah...mungkin dia melihat, dan ingin sekedar menghiburku. Aku terima apel itu, tapi tidak kumakan.
***
Cinta adalah buah apel
Berikan separuh apelmu pada kekasihmu
Dan terimalah separuh apel darinya
Demikianlah cinta kalian tetap utuh
***
Sebuah puisi yang aku temukan di bawah tumpukan pakaian kakak perempuanku. Nampaknya dari para penggemarnya.
Aku tidak begitu mengerti apakah itu suatu rumus atau hukum. Orang bodoh...bagaimana mungkin cinta yang sangat rumit disederhanakan seperti itu. Dalam hatiku, aku tersenyum sinis.
"Kamu kenapa Ra kok senyum-senyum sendiri" teman sebelahku yang selesai makan mengusik lamunanku, kali ini ia memandangku.
"Biasa, refleksi sebelum tidur" jawabku sekenanya.
"Ya, udah aku tidur dulu ya!" aku langsung mengatupkan kelopak mata tanpa menunggu persetujuannya.
Dini hari, di sebuah warnet, Januari 2007.
Kuberikan separuh apelku pada Esta, dan dia tidak mengembalikannya padaku. Mungkin seandainya aku berikan seluruh apelku, ia akan menerima cintaku.
Sejak saat itu aku hidup dengan separuh apel. Di kemudian hari aku berikan separuh apelku yang tersisa pada orang lain, yang akhirnya menolakku juga.
Dan kini...aku tidak punya apel lagi.
Sesaat sebelum aku memposting cerita ini aku sempat berpikir, betulkah yang kupikirkan ini.
Betapa menderitanya aku, jika benar aku tak punya apel lagi.
TAMAT
Rating
Comments: 28
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
apel
luv it!
hihi..^^
cerita yang menarik dengan ilustrasi yang sederhana tapi mempunyai makna
baru nyambung...
i like it...
tebak
ditolak karena dia gak suka apel kan?
:p!
tapi keren,,
suka deh!
mas KD dah pny buku
yg dterbitin blom siy???
nah yang ini aku mengerti, dan aku sukiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
saya suka apel. saya suka tulisan ini. saya kasi apel lagi deh?
kamu sudah menjadi penulis dengan tokoh yang matang.
kenapa apel?
duh, terlalu menyederhanakan cinta....
iya yah...?
kenapa mesti apel??
aku kan ga suka apel...
sukanya duren...
;)
CAYO!! CAYO!! lah!!
Aku suka jeruk! Beginilah jadinya jika splinters yang menulis:
"Cinta adalah buah jeruk. Berikan separuh jerukmu pada kekasihmu. Dan terimalah separuh jeruk darinya. Demikianlah cinta kalian tetap utuh."
Gimana? Gimana? Apel atau jeruk? Hwahahahaha.
PS: Minumlah air jeruk nipis secara teratur ;p It's good for your health.
to w1tch: aku memang baik kok
dangkal, tapi jujur
tragedi itu artinya kecelakaan ya?
knapa harus apel??ya suka2 yang bikin dunk!ya ga kris??tetap nilai 10 untuk dirimu yang jago membuat crita pendek dengan makna yang dalam
(gila...kapan sih komen gw ga diduluin v1vald1?)
ada satu lagi yang apel:APPLE MACINTOSH! (v1vald1 belum kepikiran kannn???) hahaha...
cerpenmu, KD, sedih bangett..!Jangan dirubah jadi jeruk ya, apalagi duren.
Memang sih banyak orang yang melambangkan apel sebagai buah cinta. Jadi, kalau kamu benar2 percaya, kamu juga sebenernya mesti percaya kalau yang namanya jodoh itu ngga akan lari kemana. Mungkin aja apel yang kamu berikan itu bukanlah apel kamu yang sesungguhnya. Jadi, aku harap, kamu jangan pernah takut untuk kehilangan apel kamu itu. Terus berjuang!
akhiurnya mas yg satu ini posting cerita,,,,, ;>
cerita nyata ya mas,,,,ada juga cowok yg ngaku klo dia bisa nangis karena cewek, good
ada apa dengan apel?hahaha..!kira kira gitu ya jadinya film dian sastro?
baru tau kalo apel bisa menjelaskan banyak tentang cinta. sayang aku ud ga ingat rasanya jatuh cinta, jadi ga bisa bikin cerita ttg cinta, apalagi dihubungkan dengan apel. such a short and simple story, but it tells me a lot ;D
Yang bikin cerita ini menarik selain karena bagus adalah.. karena ceritanya nyata... :)
Go Go Apel... Kalo nggak punya apel lagi, kan masih ada jeruk, mangga, durian.... Jadi bagikan setengah dari buah2 itu kepada banyak wanita. Siapa tau dapet setengah punya mereka... ahauhauhua *prinsip buaya darat*
V1vald1, aq jg punya referensi, kalau nggak salah ada film atau lagu yah? judulnya juga Tragedi Buah Apel... (halah!). Yang jadul gitu....
Kalau tentang cerpen ini, mirip iklannya Oreo yah !
"Siapa yang dapat tengahnya ?"
Sedih juga nih. Semangat dong. Beli apel lagi. he he he...
Bagus. Bagus Kristoph!
Gw gak tahu, apa ini mirip dengan Tragedi Buah Apel seorang AniDJ? Sampe sekarang gw masih bloon, kenapa Apel? Kenapa Apel yang dijadikan simbol tragedi cinta? *TragediBuahApel-AniDJ* *ApelYangHilang-KristopherDavid* *ApelBeracun-PutriSalju* Why apple? Aku lebih suka melibatkan apel dalam scene: Ketika siang itu seorang Issac Newton dibawah sebuah pohon, buah apel tiba2 jatuh menimpanya. Dari sana kemudian, terpikirkan olehnya salah satu ILMU BREAKTHROUGH sepanjang masa : GRAVITASI.
---
Apel = tragedi? Jelasin dooong...(*gak mudeng*)
aku suka cerita ini,singkat, padat tapi dalem yang meruntuhkan mitos bahwa cowok mesti tegar dan dilarang menangis apalagi saat ditinggal pacar atawa ditolak cewek.true story ya?
Lanjut lagi cerita nya dong dengan mencari separuh apel yang hilang and should be more inspiratif for readers dengan separuh apelnya itu..