waktu telah menyuruhnya berkokok
hinggak mata yang tertutup ini menjadi terbuka
ku lihat langit yang tak berujung
ada sebongkah matahari yang meneranginya
saat aku duduk di serambi yang berdinding
ternyata para dedaunan sedang memancarkan air sucinya
yang mengingatkanku dengan persahabatan sejati
sesuci air embun di pagi itu
Rating
80
points
Views: 622 reads
Comments: 11
Rating:
Comments: 11
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Karya yang bagus, aku suka. pilihan temanya juga sudah bagus, mungkin secara fonetik dan gramatikal saja yang agak memuai. Ayo sama-sama belajar...
(Maaf, ini hanya sekadar saran dari seorang gembel yang baru belajar berpuisi.)
Tetap semangat, tetap berkarya dan tetap jatuh cinta. Mampir juga di pageku yang kumuh, aku tunggu lho...
Metafora puisi jaman sekarang kenapa selalu tak masuk akal...
Batu bicara, waktu berkokok...
Mungkin kita semua harus belajar lagi tentang Majas...
masih ada salah ketik. tanda kau tak serius! ayo editlah dengan LEBIH baik
ayooooo sobat berkembang terueeeessssssssssssss yesssss hidupkan karya anak lombok goooooo #######
hingga bukan hinggaK..
penurunan dari puisi sebelumnya..
padahal awalan berkokok sudah menjanjikan..
Menjaga persahabatan lebih sulit dibandingkan mengawalinya.
hinggak :-/
gali lagi
hayo eksplor lagi :D
salam kenal...mampir yak!
temanya "mengendap" dibawah
ehmm...
ku lihat ====> kulihat