Teras Rumah

Aku tak ingin duduk di teras rumah
saat petang
Aku tahu kau takkan terlambat pulang
walaupun...

Hingga usai pukul sembilan
tak kudapati deru langkah setapak halaman

Itu terjadi
dan berapa kali usapan di dahi hingga pudar perlahan berlari

Sudah gelap
semilir harap
arakan hitam di pelipisku mencium
Ucapkan
dalam seru dan lirih terkulum

Aku tak pernah menanti di teras rumah selarut ini
dan derit pintu berbisik pelan
Ia titip pesan
tadi siang saat aku dibalut seragam

Katanya menunda rindu karena
lelaki itu sibuk sekali bekerja
hingga lembaran tugas berserakan
dan kepala miring di atas meja

erri, Nov'08

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
80

Salam.
Deskriptif yang sederhana dengan balutan puitik yang manis.
Memang penggamabrannya terasa sekali pada dua bait akhir. Tapi sebuah gambaran hati dari bait pertama menjadi sebuah muasal bait terakhir.

Writer randu29
randu29 at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
80

suka sama bait2 akhirnya :)
terasa kuat di situ

Writer Deschia
Deschia at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
100

manis nian... jadi kangen papa.... suasananya membawaku hadir pada masa itu... ingin buatin papa segelas susu hangat saat dia terlelap di ruang kerjanya...

Writer bl09on
bl09on at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
90

Keren.

Writer lifespirit
lifespirit at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
80

Puisi suasana hati yang teracik dengan pilihan bahasa indah.

disini aku dapatkan penjiwaanmu.

sedikit mengganggu ( menurutku pribadi lho! ), pada baris ini :

dan berapa kali usapan di dahi hingga pudar perlahan berlari

( disini aku agak merasa janggal dengan adanya kata "pudar", berkonotasi akan menghilang, dengan kata " berlari " )

Salam lifespirit!

Writer Ferrischya
Ferrischya at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)

lifespirit wrote:
Puisi suasana hati yang teracik dengan pilihan bahasa indah.

disini aku dapatkan penjiwaanmu.

sedikit mengganggu ( menurutku pribadi lho! ), pada baris ini :

dan berapa kali usapan di dahi hingga pudar perlahan berlari

( disini aku agak merasa janggal dengan adanya kata "pudar", berkonotasi akan menghilang, dengan kata " berlari " )

Salam lifespirit!

erri menghantar pembaca untuk melihat dan berimajinasi tentang satu kejadian disaat "aku" begitu galaunya dan seseorang memberi pengharapan dan mengelus-elus dahi hingga perlahan "pudar" semua kekhawatiran. Mungkin di "berlari"nya ya

hehehe

Writer arsenal mania
arsenal mania at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
80

Tidur diatas meja??
Kok ayahmu mirip saya ya =))

Writer darkskie_thedestiny
darkskie_thedestiny at Teras Rumah (10 years 26 weeks ago)
100

suasana tergambar nyata, namun
sepertinya berboros kata ....

Writer m4rc3l
m4rc3l at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

incredible dech..bagus bangat..bravo y...

Writer Jacky 212
Jacky 212 at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

siip + keren!!! ok, salam merdeka utk kemerdekaan bagi yg merdeka!!!!

Writer cintafitri
cintafitri at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

ikut komen dewi aja ah.. tp emank bagus lho puisinya..

Writer Onik
Onik at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
100

BAGUS BANGETZ.... puisi yg manis :)

Kunjungi aku juga ya, thx

Writer dewi pujangga
dewi pujangga at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

Erri...bagus sekali...

:)

Hmmm...tak tahu mau komment apalagi

Writer joe_yabukie
joe_yabukie at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
80

seharusnya kepercayaanmu pada bait pertama..jangan kau patahkan sendiri dengan baris pertama pada bait ke-5..keprcayaan yang kuat sangatlah memikat..

Writer Ferrischya
Ferrischya at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)

joe_yabukie wrote:
seharusnya kepercayaanmu pada bait pertama..jangan kau patahkan sendiri dengan baris pertama pada bait ke-5..keprcayaan yang kuat sangatlah memikat..

bukankah itu berbeda keadaan?
:)
erri mau buat hal yang sama tapi punya rasa yang berbeda kok
tapi, belum jelas yach?
makasih banyak komentarnya

Writer buayadayat
buayadayat at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
70

2 bait akhirmu kutemukan kesederhanaan -kepoolosan yang kuat..
bait2 atasmu terkesan berpanjang-panjang dalam imaji patah-patah..
hingga seperti tak mengantar-kaitan..

Writer rangga_allam
rangga_allam at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

puisi yang indah dan bernuansa.....

Writer nataryasena
nataryasena at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
80

Puisi yang bagus...

Tapi ada sedikit tabir dipuisi itu.

Tetap semangat, tetap berkarya dantetap jatuh cinta. Main juga ke pageku yah...

Writer Shinichi
Shinichi at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
80

bagus erri
saia gak tau harus gimana lagi

Writer bungabambu
bungabambu at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

duh,puisimu...
"aku tak pernah menanti di teras rumah selarut ini..."
aku berharap indy juga akan mengalami itu kelak.
nice poem!

Writer ezra
ezra at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

curhat yang mengalir..

salam

Writer salumanty
salumanty at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
100

penuh cinta.. hebat banget..

Writer kurus
kurus at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
80

indah nan mengalir.
salam kenal...

Writer lyricist egi poet
lyricist egi poet at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
100

bagus, komen juga puisiku ya

Writer Ferrischya
Ferrischya at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)

jornabae wrote:
kepala miring di atas meja...kebayang banget tuh suasana yg terbangun...
(moga-moga aja ga ngiler)


katanya, Papa ngga ngiler di atas meja :)

Writer kritse
kritse at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
80

ini,..
Sudah gelap
semilir harap
arakan hitam di pelipisku mencium
Ucapkan
dalam seru dan lirih terkulum,

sweety banget,....

Writer navigator
navigator at Teras Rumah (10 years 27 weeks ago)
90

mengalirnya tidak monoton,, bagus... bait akhirannya itu,,haha. sebenrnya sederhana itu,,,tp keren.. "kepala miring di atas meja" :)