Ruang sidang sudah siap semuanya
hanya tinggal menunggu hakim ketua yaitu Tuhan
ketika hakim ketua tiba, sidang dimulai
Tuhan sebagai Hakim Ketua
Para Malaikat sebagai Pembela
aku sebagai terdakwa
Tuhan Berkata :
" Sekarang ajukan pertanyaan ! Apa saja "
Aku bertanya :
" Tuhan, bukankah engkau Maha Kaya ? Maha Kuasa, Maha Perkasa "
Tuhan menjawab :
" Iya. Kenapa ? "
Aku menukas :
" Tapi kenapa engkau jadikan aku orang miskin, penyakitan dan hina papa ? "
Tuhan diam tidak langsung menjawab
sejenak Tuhan seperti merenung,
aku menunggu beberapa saat, beberapa lama, sampai beberapa hari, beberapa bulan, beberapa tahun ...
akhirnya sidang ditunda
entah sampai kapan ?
Rating
Comments: 10
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
terdakwa?ehm..emg km salah apa?
hahahha
bener bgt kata om ezra
setujuuuuuu
yup
keren di ide, tapi penyampaian nya agak kurang
salam
megan kira pengadilan cinta
hahaha...kawan kamu hebat.
mungkin Tuhan sedang juga berpikir gini...
"aku ngasih kamu kaki dn tangan..terus napa ga dipake?"
hahaha teman sori cuma refleksi ke aku kok...
hebat,
salam
dashdagomez
idenya menarik.. tapi dialognya tak bicara kurasa..
idenya bagus
menurut gw, puisi tuh gak sebatas sajak dan rima. bisa juga monolog kayak gini. Idenya oke, banget kadang2 gw juga suka ngrasa kayak gini! Keep Writing!
benar tuh salah kata gori submit
http://sastrapagi.multiply.com
mas...ni forum puisi...salah blok