Merpati Hitam Bertengger Di Tiang Salib (Berlaku Arif & Bijaksana)

Merpati hitam bertengger di tiang salib
Tampak bola matanya menatap kecemasan
Dengan teriringi suara dengkuran keresahan
Melihat polah tingkah manusia
Yang mengaku beradab dan beragama
Sudah tak mengenal lagi arti dan makna
“Cinta kasih sayang” pada sesama
Hanya terlahir;
Telah di kubur bersama benih – benih
Saling menghina, menghasut dan membunuh
Berdasarkan keyakinan semata
Sehingga;
Mengurai air mata…
Mengaliri amarah…
Menumpahkan darah…
Di tanah kering, menghitam dan berlembab

Merpati hitam masih bertengger di tiang Salib
Sambil mengangguk – anggukan kepala
Sepertinya mengajakku pergi berburu
Pada ketetapan goresan Sang Maha Tahu
Untuk berlaku arif dan bijaksana
Dalam memahami warna – warni kehidupan dunia

Gereja Blenduk – Kota Lama, 7 November’ 06 Semarang

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

ini mas ini....puisi mas paling manteb...yang pernah tak baca sebelumnya......

90

love it....really.

100

Assalamualaikum wr. wb.

goresan yang sangat bagus...sangat kental spiritual...
terus semangat:)

100

:) :(( :((

aku terharu...

slam

90

this one i love it

terasa bener2 mengalir