Mencari Keong

Aku sangat suka jika diajak ayah dan ibu pergi ke kempung halaman. Seperti ketika liburan sekolah yang lalu misalnya. Oh iya, sebelumnya, aku kenalkan dulu kalian pada Paman Woko. Dia adalah adik dari ibuku. Paman Woko selalu mengajakku ke sawah atau ke bukit di pinggir desa. Ia pernah mengajariku bermain layang-layang, menanam padi, menaiki kerbau, juga memetik kelapa.
Liburan kali ini, paman mengajakku berburu keong. Awal mulanya, aku tidak tahu apa itu. Tapi setelah paman menjelaskan, baru aku mempunyai sedikit gambaran. Keong adalah binatang yang hidup di darat, tetapi mencari makan di air tawar. Keong dapat dengan mudah kita temukan di sawah atau sungai. Apakah di dekat rumahmu masih ada sawah atau sungai?
Aku dan paman memulai perburuan itu setelah matahari mulai naik, sekitar jam enam pagi. Kami bergegas menuju sawah di timur desa. Pamanku bilang, setiap pagi, keong-keong itu keluar mencari cahaya matahari. Jadi, kalau kalian tidak mau ketinggalan bertemu dengan keong, jangan bangun siang ya. Karena, aku takut kalian tidak bisa bertemudengan keong-keong itu.
Aku dan paman sampai juga di sawah. Padi di sawah itu baru saja ditanam. Masih kecil dan seperti hamparan rumput. Warnanya masih hijau. Aku melihat keong-keong itu. Kalian tahu, keong itu seperti bekicot atau siput. Ia melata, mempunyai cangkang yang cukup keras dan berjalan pelan. Aku memperhatikan seekor keong yang berjalan di bawah air.
“Waaah, hebatnya keong ini!” seruku kegirangan.
“Iya, semua keong bisa berjalan lama di bawah air. Apakah kamu mau tahu seperti apa telur mereka?” tanya Paman.
“Mau-mau!” jawabku kegirangan.
Maka, Paman menunjuk ke arah sesuatu di batang padi, seperti susunan bola-bola kecil yang menempel dan berwarna merah muda.
“Itulah yang namanya telur keong. Yang kamu lihat itu adalah kumpulan telur keong, jumlahnya bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan. Bayangkan kalau jadi keong semua,” jelas Paman.
Aku juga melihat telur-telur keong yang tersebar di area persawahan. Ada juga telur keong yang menempel di tanah kering.
“Kalau kena basah, maka telur itu tidak akan jadi sempurna,” tambah Paman.
“Keong itu makanannya apa, Paman?” tanyaku penasaran.
“Keong memakan tumbuhan, khususnya padi yang masih muda. Ayo kita cari keong yang sedang makan.” Paman lalu mengajakku menyusuri pematang sawah. Mencari keong yang sedang makan.
“Nah, itu dia,” seru Paman.
Benar teman-teman, aku bisa melihat seekor keong yang sedang makan. Keong itu mematahkan batang padi muda, lalu memakannya secara perlahan sampai habis. Aku bisa melihat bagaimana tubuh keong yang lunak itu membentuk kerucut guna memasukkan batang padi sampai ke mulutnya. Wah, hebat sekali keong itu.
“Nih, ada lagi!” kata Paman.
Mata paman memang jeli, ia memberi tahu aku beberapa keong lain yang juga sedang makan.
“Kamu mau mencoba keong goreng?” tanya Paman.
“Memang keong bisa dimakan?” tanyaku kembali pada Paman.
“Tentu saja. Tapi tergantung dimana keong-keong itu tinggal dan kondisi airnya. Kalau di sawah yang airnya bersih seperti ini, pastinya bisa dimakan. Asal kita tahu cara mengolahnya. Nah, kalau keong hidup di tempat yang kotor, sebaiknya jangan dimakan. Karena keong itu takutnya makan makanan yang kotor.”
Aku mengangguk mengerti.
“Nah, sekarang coba kamu bantu Paman untuk mengambil keong-keong itu. Nanti paman buatkan masakan istimewa untuk kamu,” perintah Paman. Maka, aku pun segera mengambil keong.
Sesampainya di rumah kakek, aku makan siang dengan menu keong goreng. Menyenangkan sekali. Liburan kali ini, pasti akan membuat rasa iri di antara teman-temanku di kota.

* * *

Depok, 21 November 2008

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Super x
Super x at Mencari Keong (5 years 39 weeks ago)
80

Hehehe... sedap Pur. Aku yang jijik jika membayangkan keong dimakan, dengan ceritamu ini malah jadi kelaparan. Kakaka. Idemu selalu cadas deh ah.

Writer rey_khazama
rey_khazama at Mencari Keong (5 years 39 weeks ago)
100

cerita si budi ketika liburan!
jadi inget waktu kecil kalo baca cerpen ini.
tutur katamu benar2 menyesuaikan dengan karakter kawan.
menjadi anak anak dan kadang menjadi pamannya. pas banget disamping penuturan yng wah! hebat hebat!

Writer macangadungan
macangadungan at Mencari Keong (5 years 39 weeks ago)
70

Pembuat cerita anak-anak ya?
Ceritanya lucu, saya juga waktu ngelihat keong lagi makan excitednya kayak gtu. Pdhl udah gede :P