Aku bisa muncul dengan berbagai cara, lewat kata, lewat tiap tetesan tinta, atau lewat setiap tindakan nyata. Menjadi apa aku, terasa seperti apa aku, bagaimana wujudku, dan bagaimana aku dapat hadir, semua itu tergantung dari siapa orang yang memiliki aku. Aku selalu dicari, meski sering kali aku melukai. Aku pergi dan datang sesuka hati. Tanpa permisi, tanpa basa basi kadang malah tanpa diminati.
Aku akan menjadi mawar yang indah bagi setiap orang yang menginginkanku. Aku mampu membuat sepasang manusia terikat dalam sebuah janji setia sehidup semati. Aku pulalah yang dapat membuat seorang nenek tua kembali tersenyum senang seperti remaja belia berumur tujuh belas tahun ketika menemukan aku di secarik kertas yang ditinggalkan kakek di atas meja. Aku telah berjasa mempertahankan rumah tangga yang telah diambang perceraian.
Namun, aku juga dapat menjadi duri yang melukai setiap diri yang tengah dilanda patah hati. Aku akan menjadi kenangan yang melukai setiap hati yang tengah dikecewakan. Seringkali aku diumbar sebagai janji, dicaci dan tak jarang dimaki. Aku mampu menghancurkan, mampu berdusta dan tak jarang melukai. Aku dapat menjadi kejam, menjadi tak berperasaan, dan tak sedikit hati yang ku buat menangis dan mengemis.
Bagi yang masih mempercayaiku meski aku pernah melukai, aku akan menjadi obat untuk setiap luka hati. Aku akan menjadi penyembuh bagi setiap derita dan perasaan traumatis. Aku akan menjadi alasan bagi mereka untuk kembali tertawa, dan aku akan menjadi pengobar semangat untuk kembali mencoba. Aku menjadi guru yang tak pernah menggurui. Aku menjadi pelajaran yang tak akan pernah dilupakan.
Aku disukai setiap usia. Dipuja setiap masa, dan diminati dimana-mana. Kadang aku pergi meninggalkan luka, kadang aku pergi meninggalkan tawa, kadang aku pergi karena tak diingini dan kadang aku harus pergi dengan kesia-siaan. Sebab tak jarang aku menunggu diteras rumah sebuah hati, dan pintunya tak pernah mau terbuka untukku.
Ah, andai aku bernyawa... Akan aku katakan bahwa aku merasa lelah untuk terus melukai. Akan aku katakan bahwa aku ingin berhenti menjadi alasan setiap airmata yang menetes, dan harapku untuk dapat memberikan kebahagiaan pada setiap insani. Tapi aku tak punya pilihan. Aku hanya sebait kata yang hidup dalam setiap hati. Yang artinya bahkan tak pernah pasti, tergantung sejauh apa setiap pribadi mengenal dan memaknai aku. Cinta, begitulah orang-orang memanggilku.
Irin Sintriana
(Writer of novels Look After Me, Magic Of Love and I Bros U)
Yuk mampir!
http://irinsintriana.blogspot.com/
Rating
Comments: 58
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
saya suka tulisan ini
bagus
Aku adalah fans berat tulisan kamu, hehehe... :)
selalu bagus..
aah, puisi qm bagus bget Rin....
Keren Mba Pwsinya,mpe Mrinding Nc Bacanya...
Kpan yA Bsa bwt yg ky gnc....
keren bangettt~~
kapan ya bisa bikin tulisan yg keren kaya km?
hehe..
kerenzzzzzzzzzz.......
meskipun tidak hanya "sebait",tapi ini karya yg bagus..:)
Well done! Keren, keren.
Ternyata ketemu pro, nh. Nulis panjang2 kayak gini, nh, yang aku gak bisa dari dulu. Wah, mesti sering2 baca karyamu, nh. Pokoknya nanti aku akan harus bisa mengalahkanmu, Irin
Izin add as friend, ya.
Cinta ohhh...cinta

Memang cinta tak selalu indah.....
humm..
nice =)
apik irin? sangat bagus
cinta emang manis tapi akhirnya akan pahit jika disakiti
salam
kunjungi karyaku lagi yak,,
Assalamualaikum wr. wb.
cinta dengan beraneka warnanya...manis, lembut
selamat berkarya
Salam.
Jadi membaca sebuah catatan harian.
itulah cinta.. hadir tak disangka-sangka..
dalam dan menyentuh.
nice & sweet
....Manis Banget..Slm Kenal
deeply :)
so sweet, rin. ^^
gimana kbrnya?
duuh.. mau baca I Bros U deh.. :D
;)
...
prasaan lebih dari sebait mbak,.. hahaha,.. selamat deh atas cinta!!
Keren&mantab!
CINTA?!
hampir eneg dgn tiap katanya
tapi ttp butuh cinta
cinta oh cinta
Cinta ohhh...cinta...dimana kau?

Nilainya lupa, hehee
L is for the way you look at me
O is for the only one i see
V is very2 extraordinary
E is even more than anyone that you adore can..
Wuu, another l-o-v-e story yang manis bgt dan pilihan kata mbak emang kuereen!
Kadang aku pergi meninggalkan luka,
kadang aku pergi meninggalkan tawa,
kadang aku pergi karena tak diingini
dan kadang aku harus pergi dengan kesia-siaan.
ini adalah contoh yang menarik untuk cerpen yang sangat
puitis, tanpa meninggalkan jejak-jejak gelapnya sajak
selalu bagus, karena kau sangat menikmatinya ( menjiwai! ) dalam penulisan karya cerpen.
Salam lifespirit!
Oh ya, "0" nol yang saya letakkan di kalimat setelah tanda (,) karena memang intinya ada disana. ( ada dirimu di sana,0 ( 0 maksudnya tiada sesuatu yang bisa membahagiakan dan atau yang searti )
wah kapan nih mau diterbitin?
Gi, cerpen ini sudah pernah terbit di majalah Duta edisi Agustus 2008. Makasih yah sudah mampir :)
Gi, cerpen ini sudah pernah terbit di majalah Duta edisi Agustus 2008. Makasih yah sudah mampir :)
hehehe saia gak tahu gak pernah baca majalah duta ceritanya keren mbak sukses ya
Gi, cerpen ini sudah pernah terbit di majalah Duta edisi Agustus 2008. Makasih yah sudah mampir :)
hehehe saia gak tahu gak pernah baca majalah duta ceritanya keren mbak sukses ya
Iya, makanya Mbak kasih tahu :)
Thx Gi. Sukses juga buat kamu...
Aku ingin cinta menjatuhiku, agar cinta menjadi tinta, yang memaknai kata menjadi cerita...
cinta dan selalu cinta!!!
sungguh menyusahkan juga si cinta itu yah.
idem ajah yak mbak sama si senal alias arsenal :D
Saya sangat subjektif nih :D
bahasanya mirip novel yang sering dibaca adikku, atau prosa terjemahan khalil gibran.
entah, kalau yang dimaksud disini adalah prosa, saya ndak menangkap bentuk itu.
tapi katakatanya bagees :D mengalir .
Saya lagi sotoy
beware :))
tapi katakatanya bagees :D mengalir .
Saya lagi sotoy
beware :))
wah, gak setuju neh.... itu bkn gy bhs terjemahan gibran. cinta,,, kata gibran adl kebahagiaan yg bergetar,,, gitu bhsnya gibran,,,heheheheheh, walopun udh lm g bc gibran, he's still the best one
tapi katakatanya bagees :D mengalir .
Saya lagi sotoy
beware :))
Saya tidak sedang menulis prosa. Hanya cerpen biasa saja. Kalau dibilang mirip karya Mas Khalil Gibran, saya hanya bisa bilang saya sendiri belum pernah membaca karya-karya beliau. Sebab saya berada dalam jalur pop remaja dan lebih senang membaca karya2 bertema remaja :)
Tapi saya sangat yakin karya saya berbeda dengan karya Mas Khalil. Saya masih jauh, jauh, jauh juniornya dibanding beliau.
Btw, makasih sudah mampir yah. Makasih juga buat pujiannya :)
seorang pelukis akan berbeda jika di suruh menorehkan karyanya di atas kanvas, loe loe kok aku nulis opo mau lali sek sek maklum aku pujangga gadungan wkwkwkwkwkwk
nice nice nice !
untuk penjabaran yang apik..ttg cinta diperlukan penguasaan yg luas..dari segi kesatuan sudah kuat..tapi untuk membuai pembaca..masih perlu racikan lagi..:D
saya stuju.tp esensi yg lebih besar adalah kasih, terus jadi sayang baru cinta. banyak org mudah terputus hubungan mereka karena langsung masuk tahap cinta. tidak lewati 2 hal pertama. berani bertaruh?
salam,
dashdagomez
cinta ya ? buat saya lebih mudah merasakan dari pada mendefinisikanya ...
wah..ini mah sudah pro